Merasakan Sensasi Makan di Rumah Makan Bernuansa Penjara

- Periklanan -

SERASA DI PENJARA: Polisi menikmati hidangan dalam Rumah Tahanan, Senin (13/3). (Foto: Safrudin)

ADA yang lain di rumah makan yang satu ini. Rumah makan yang terletak di Jalan Raden Saleh ini, dinamakan Rumah Tahanan karena nuansa yang disajikan di dalam rumah makan tersebut, menampilkan suasana dalam penjara.

LAPORAN: Safrudin


DARI kejauhan, sudah kelihatan perbedaan antara rumah makan ini dengan rumah makan pada umumnya. Di bagian luar rumah tahanan sate pedas koko, dipasang patung seorang laki-laki dengan menggunakan baju ala-ala tahanan dengan ciri khas garis hitam dan putih.

Memasuki ruangan di dalam rumah tahanan ini, semua pegawai juga mengenakan pakaian ala-ala tahanan. Mulai dari kasir, pelayan, bahkan koki pun mengenakan pakaian serba suasana tahanan.

Di dalam ruangan rumah tahanan ini, terbagi menjadi beberapa ruangan. Dalam satu blok paling tidak ada 4 meja yang disediakan. Sehingga orang yang ingin menikmati sensasi makan dalam penjara bisa merasakannya tanpa perlu melakukan pelanggaran.

- Periklanan -

Beberapa pengunjung yang dijumpai media ini mengaku hanya sekadar ingin merasakan suasana makan di dalam rumah tahanan.

“Baru ini juga saya ke sini. Saya cuma lihat diposting teman di FB (facebook). Makanya mau coba juga bagaimana sensasinya,” ucap Ayu yang mengaku tinggal di wilayah Kelurahan Kamonji.

Dengan alasan yang sama, yakni ingin mencoba sensasi makan dalam penjara, salah satu anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulteng, Briptu Yohanis yang ditemui media ini juga mengungkapkan baru pertama kali makan di rumah tahanan tersebut. Dia mengaku mengetahui adanya rumah tahanan tersebut dari postingan teman-temannya di media sosial facebook.

“Penasaran juga dengan rasanya makan dalam penjara. Karena teman-teman sudah pernah ke sini, jadi saya juga mau coba,” ucapnya dengan tersenyum.

Gaya hidup (life style) masyarakat masa kini, yang penasaran dengan hal-hal baru serta cenderung ingin merasakan sesuatu yang unik jika melihat orang lain pernah melakukannya. Peluang itulah yang dilihat Nina dan kawan-kawan yang menjadi pemilik rumah tahanan sate pedas koko ini. Sejak pertama kali dibuka untuk umum pada awal Februari lalu, rumah tahanan milik Nina dan kawan-kawan selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin makan dengan nuansa dalam tahanan.

“Selain menampilkan suasana tahanan, kami juga memadukannya dengan pesan-pesan moral,” ucap Nina. **

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.