Menyongsong Duta Rumah Belajar Tahun 2020

- Periklanan -

Oleh : Zulirfan

Pembelajaran mengunakan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah mulai dikembangkan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu. Pembelajaran model ini pun semakin dirasakan manfaatnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sebagai seorang guru bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Palu, saya pun sebelum pandemi sudah mulai mempelajari sarana TIK dalam pembelajaran. Awal mula saya tertarik mengikuti kegiatan pemilihan duta rumah belajar, saat duta rumah belajar Sulawesi Tengah tahun 2017 berkunjung ke sekolah saya untuk mensosialisasikan tentang portal rumah belajar tahun 2019 silam.

Duta Rumah Belajar bernama Fatma Sariati, SE, guru SMAN 3 Palu. Dengan menggunakan selempang rumah belajar, beliau tampak sangat anggun dan kompeten dalam menjelaskan manfaat menggunakan portal rumah belajar.

Portal rumah belajar sangat baik digunakan dalam membantu para guru mendesain mengelola pembelajaran serta memilih bahan ajar yang efektif, interaktif, dan tentu saja menyenangkan. Karena didalam portal rumah belajar terdapat fitur-fitur menarik yang dirancang sedemikian rupa dengan sajian animasi, video, gambar dalan lain-lain sesuai dengan jenjang pendidikan dan kurikulum yang berlaku.

Dikesempatan itu pula, beliau mengajak kami untuk ikut kegiatan pelatihan pembaTIK (pembelajaran berbasis TIK) yang diselenggarakan oleh Pustekom Kemdikbud. Kegiatan pelatihan pembaTIK tersebut mulai dari level 1(Literasi), level 2 (Imlementasi) dan level 3 (Kreasi). Peserta yang dinyatakan lulus level 1 akan lanjut ke level berikutnya sampai pada level 3.

Saya saat itu langsung pro aktif bertanya bagaimana caranya untuk mendaftar pelatihan PembaTIK karena Saya ingin sekali mengasah kempetensi saya dalam bidang IT. Saya pun mendaftar dan bahkan lolos sampai level 3.

Dalam proses mencapai hingga ke level 3 tentu saja peran duta rumah belajar 2018, Emi Sunarmi, S.Pd.I sangat terasa. Beliau selalu mengarahkan bahkan mendampingi kami saat proses pembuatan video pembelajaran. Dengan menggunakan green screen dan berakting di depan kamera bak seorang artis terkenal. Hihihi…

Ternyata berbicara didepan kamera terasa lebih sulit dibandingkan dengan menjelaskan didepan kelas. Walaupun tidak sampai menjadi duta rumah belajar tahun 2019, saya sangat bahagia karena berkesempatan belajar dalam pengembangan pembelajaran berbasis IT. Banyak ilmu yang saya peroleh di kegiatan PembaTIK saat itu dan sampai saat ini masih saya rasakan manfaatnya.

- Periklanan -

Setahun berlalu, dan kemudian informasi pemilihan duta rumah belajar tahun 2020 pun saya terima melalui grup whatsapp alumni PembaTIK level 3 tahun 2019. Saya kemudian bersemangat kembali untuk ikut pelatihannya. Entah mengapa, seperti ada tarikan magnet yang sangat kuat dari pelatihan pembaTIK tahun ini.

Mungkin karena banyaknya teman-teman yang membicarakannya atau karena rompinya ya, boleh jadi juga karena termotivasi oleh sahabat saya yang kini menjadi duta rumah belajar tahun 2019. Persahabatan yang terjalin karena rangkaian kegiatan pelatihan yang kami ikuti bersama hingga pada puncaknya kami mengikuti short course di CUMT, China selama 21 hari. Persahabatan yang kini bagaikan saudara. hehehe…

Apapun sebutannya, intinya saya mengikuti kegiatan PembaTIK tahun 2020 karena terdorong keinginan yang sangat kuat untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan TIK saya dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Apalagi pada pelatihan pembaTIK tahun 2020 ini lebih berkembang lagi sampai pada level 4. Dimana pada level 4 berbagi merupakan puncak prestasi yang dimiliki oleh peserta dan mendapatkan pengakuan secara kualitas dari Pusdatin Kemdikbud.

Saya dan 29 peserta PembaTIK dari Sulawesi tengah lainnya adalah yang beruntung bisa mencapai level 4 tahun ini. Tidak mudah untuk mencapai ke tahap ini. Dibutuhkan semangat, kerja keras, kemampuan dan keterampilan IT dalam menyelesaikan penugasan yang diberikan. Bekerja hingga larut malam, mata berkunang-kunang, bahkan rasa mual menjadi sesuatu yang biasa dalam proses penyelesaian tugas saya dan mungkin peserta lainnya. hehehe…jadi curhat dech. Tapi hal itu justru membawa kesuksesan saya menuju ke level 4. Bak pepatah mengatakan “Usaha takkan menghianati hasil”

Pada PembaTIK level 4 tahun 2020, peserta harus menyelesaikan tugas yang diberikan berupa pembuatan Vlog, Blog, Portofolio. Tugas tersebut harus dimasukkan ke kantong tugas paling lmbat tanggal 21 Oktober 2020. Kegiatan pada level ini diawali dengan mengikuti Kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 yaitu level berbagi yang dimulai pada Senin, 14 September 2020. Dibuka langsung Oleh Mas Menteri, Nadiem Anwar Makarim. Dalam Sambutannya, beliau mengapresiasi program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) ini yang dinilai tidak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran namun juga terus bersemangat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kemudian dilanjutkan dengan berbagai workshop seputar TIK dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten seperti Charles Bonar Sirait yang membawakan materi terkait Kiat Sukses Bagi Para Pendidik untuk Berkomunikasi dengan Publik, Aktivis Pendidikan dan Pendiri Sokola Rimba, Butet Manurung untuk Motivasi Guru dalam Mengajar, penulis novel best seller Asma Nadia tentang Kiat Penulisan yang Menarik, influencer yang merupakan ex-jurnalis, Wicaksono atau biasa dikenal dengan @Ndorokakung yang membawakan Tips Sukses Menggunakan Sosial Media, serta Prof. Eko Indrajit yang menyampaikan Pemanfaatan Media Video Conference untuk Berbagi. Pengalaman dan ilmu yang sangat berharga yang saya dapatkan dari kuliah umum tersebut.

Level 4 berbagi adalah bagaimana peserta dengan segala kemampuan pengetahuan dan keterampilan IT yang dimilikinya secara ikhlas berbagi kepada siapapun khususnya ke pegiat pendidikan terkait inovasi pembelajaran berbasis TIK untuk mewujudkan merdeka belajar. Berbagi informasi tentang pemanfaatan portal rumah belajar, pengembangan inovasi pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi poin utama dalam berbagi. Konsistensi dan komitmen peserta dalam berbagi inovasi pembelajaran berbasik TIK menjadi tolok ukur kesuksesannya sebagai insan cerdas dan mencerdaskan.

Akhir dari kegiatan pelatihan pembaTIK level 4 (berbagi) ini adalah terpilihnya Duta Rumah Belajar tahun 2020. Setelah terpilih dari hasil seleksi 5 besar terbaik guru peserta pembaTIK. Menjadi Duta Rumah Belajar (DRB) 2020 tentu saja menjadi kebanggaan siapapun yang menyandangnya kelak. Karena dengan terpilihnya menjadi Duta artinya secara kualitas dan akuntabilitasnya sangat teruji dan terukur. Namun terlepas dari itu semua, menjadi Duta atau Sahabat rumah belajar nantinya pun tetap merupakan kebanggaan yang sangat tinggi yang tidak bisa dinilai dengan angka-angka.

Duta hanyalah bonus dari kesuksesan yang sudah diraih oleh guru peserta. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mas Menteri, Nadiem Anwar Makarim bahwa guru – guru yang lolos pada level 4 ini merupakan guru-guru hebat yang memiliki kemampuan TIK dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran dengan baik. Guru-guru tersebut menjadi cikal bakal guru-guru penggerak yang memiliki kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran berbasis IT dan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang berpusat pada pesert didik sehingga terwujud merdeka belajar. SALAM DUTA RUMAH BELAJAR 2020
Merdeka belajarnya, rumah belajar portalnya, maju Indonesianya. #Rumahbelajar #DRBPembaTIK2020 #SRBBergagi #SRBPembaTIKlevel4 #PusdatinKemdikbud

*)Penulis adalah Guru SMP Negeri 4 Palu dan Peserta pembaTIK Tahun 2020

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.