Menyinggahi Jejeran “Pejabat” yang Pindah ke Taman Hutan Kota

Jalan Jabal Nur Jadi Ramai, Pengunjung Disuguhkan Pemandangan Dua Dimensi

- Periklanan -

Pengendara yang kerap melintas di Jalan Jabal Nur, tepatnya depan Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Palu, kini tidak perlu khawatir lagi jika melintas di jalan tersebut. Dahulu, di jalan ini, pengendara merasa was-was, karena kondisi yang sepi. Kini tidak lagi, karena telah berjejer para Pejabat.

NURUL FITRI-RISNA, Talise

PEJABAT yang dimaksud, bukannya mereka yang memiliki jabatan di pemerintahan. Pejabat, singkatan dari Penjual Jagung Bakar Talise. Para penjual ini, dahulu memang berada di Pantai Talise. Saat tsunami, separuh dari para pedagang yang biasa mangkal di bibir pantai Teluk Palu ini, menjadi korban.

Pemerintah pun, mengambil kebijakan, agar tidak ada korban lagi dari para pedagang, bila tsunami kembali menerjang, untuk memindahkan mereka ke tempat aman. Tidak tanggung-tanggung, Jalan Jabal Nur, yang berada di ketinggian dipilih sebagai lokasi tempat para pedagang kembali berjualan.

- Periklanan -

Meski jauh dari bibir pantai, view atau pemandangan laut masih bisa sedikit terlihat dari lokasi, yang masuk area Taman Hutan Kota ini. Pengunjung juga mendapat bonus, bisa melihat pepohonan di Taman Hutan Kota.

Ratna, salah satu pedagang, yang baru beberapa hari membuka jualannya, mengaku terpaksa ikut apa yang pemerintah sampaikan. Karena wilayah Pantai Talise, sudah masuk zona merah atau daerah rawan bencana tsunami. “Kita ikut pemerintah saja, kita kan pedagang biasa yang juga ingin biayai anak sekolah,” terang Ratna.

Dagangan yang dijajakan Ratna di tempat ini, hampir sama dengan yang dijualnya di Pantai Talise. Ada kopi, jagung bakar, kacang rebus, stik pisang dan lain-lain. Dia pun, memindahkan gerobak dan gazebo tempatnya berjualan di Pantai Talise, yang baru dibuatnya. “Habis tsunami sempat jualan tidak lama di pinggir pantai, tapi kata pihak kelurahan kita sudah bisa menjual di sini, jadi pindah,” jelasnya.

Masih menurut dia, sebagian pedagang yang berjualan di Jalan Jabal Nur ini, merupakan pengungsi yang rumahnya habis diterjang tsunami. Untuk menyambung hidup, mereka harus tetap berjualan. Sementara itu, Nur, salah satu pengunjung yang sudah datang dari sore di tempat tersebut, mengaku, di tempat ini, dirinya dan beberapa teman, juga merasa nyaman untuk bersantai sambil menikmati menu khas Pejabat (penjual jagung bakar talise). “Tidak kalah dengan di pinggir pantai, enaknya di sini kita berada di ketinggian jadi bisa lihat-lihat pemandangan dua dimensi, ada laut dan pohon-pohon,” sebutnya. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.