Menunggak Rp1 Miliar, KPP Palu Sita Aset Wajib Pajak

- Periklanan -

SITA ASET: Petugas KPP Palu saat menyita salah satu aset WP yang menunggak pajak, pekan lalu. (Foto: KPP Palu)

PALU – Pekan lalu, Wajib Pajak (WP) berinisial HA (52) bertandang ke Kantor Pajak Pratama (KPP) Palu, sekaligus menyerahkan BPKB 1 unit minibus untuk disita oleh petugas juru sita.

Pada sistem administrasi KPP Palu, HA masih tercatat memiliki tunggakan pajak mencapai Rp1 miliar lebih.

Dalam konseling singkat yang dilakukan oleh Kepala KPP Palu Sihaboedin Effendi, HA mengaku telah ditipu oleh anak buahnya yang telah memalsukan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak perusahaan PT BMM.

- Periklanan -

HA juga menjelaskan bahwa SPT Pajak yang dilaporkan oleh anak buahnya tersebut telah direkayasa agar menjadi lebih bayar. Tidak sampai di situ saja, tanda tangan HA dalam SPT Pajak tersebut juga dipalsukan.

Lanjutnya, berdasarkan Pasal 11 ayat (4) UU Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, disebutkan bahwa kepada WP yang mengklaim memiliki kelebihan pembayaran pajak maka dilakukan proses pemeriksaan.

“Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas pajak justru menemukan indikasi penyelewengan faktur pajak. Sehingga petugas pemeriksa mengenakan sanksi administrasi kepada PT BMM,” ungkap Sihaboedin, kepada Radar Sulteng.

Kasus itu muncul kata dia, sejak tahun 2008 silam. Selama lebih dari delapan tahun ini, juru sita pajak terus melakukan tindakan penagihan sesuai undang-undang yang berlaku. Setelah melakukan beberapa mediasi, akhirnya HA menandatangani berita acara penyitaan atas 1 unit kendaraan minibus beserta BPKBnya.

“Meski demikian, hasil pelelangan aset WP tersebut belum cukup untuk melunasi seluruh utang pajak PT BMM,” tandasnya. (hqr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.