Menumbuhkan Harmoni Kebangsaan

BNPT Sasar Guru TK, SD dan SMP

- Periklanan -

PALU-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulteng, kemarin (27/6) menggelar dialog publik dengan tema Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni Kebangsaan. Kegiatan sehari dan dipusatkan di Swissbel Hotel menyasar para peserta dari guru mulai TK/PAUD, SD dan SMP atau sederajat.
”Kegiatan ini diikuti sekira 100-an orang dari beberapa sekolah di Kota Palu dan Kabupaten sekitarnya,” sebut Kepala Bidang (Kabid) Agama, Sosial dan Budaya FKPT Sulteng, DR Hilal Malarangan MHi, kemarin.
Seminar atau dialog publik dengan tagline Harmoni dari Sekolah menampilkan narasumber dari Jakarta maupun daerah. Dua dari Jakarta yakni, Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, Kol CZI Rachmad Suhendro dan Kepala Subdit Kurikulum PAI, Drs Unang Rahmat. Sedangkan narasumber daerah Ketua FKUB Provinsi Sulteng, Prof Dr H Zainal Abidin MAg. Hadir juga pengurus FKPT Sulteng, Kabid Agama, Sosial dan Budaya DR Hilal Malarangan MHi, Kabid Penelitian DR Muhtadin Dg Mustafa MHi, DR Timuddin Dg Bouwo, dan Sekretaris FKPT Masyur SH, dan lainnya.
Ketua FKPT Sulteng diwakili Kabid Agama, DR Hilal Malarangan MHi, menjelaskan maksud kegiatan tersebut untuk memberikan gambaran rencana garis besar kegiatan integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan, melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Provinsi Sulteng Tahun Anggaran 2019.
“Tujuannya, sebagai acuan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam nenumbuhkan harmoni kebangsaan,” ujarnya.
Diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap pengaruh paham radikal terorisme dan juga meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka sinergi pencegahan terorisme. “Semoga kegiataan ini dapat bermanfaat bagi peserta yang hadir,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan materi tentang Pemahaman Radikal Terorisme (Kontekstualisasi ayat-ayat jihad, pentingnya budaya dan kearifan lokal, ideologi radikalisme, cara penyebaran, cara perekrutan dan modus yang digunakan) dan cara pencegahan serta menangkal penyebaran paham radikal terorisme baik di dalam maupun di luar kelas. Pada sesi kedua, para peserta juga diajak pelatihan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan) yang Interaktif dan damai dan praktik penerapannya.(lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.