Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Mengikuti Perjalanan Famtrip Exotic Poso Land (3)

Air Terjun Saluopa, “Surga” Bertingkat di Lokasi Bekas Konflik

Untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Poso, Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng mengajak beberapa unsur terkait menikmati satu paket wisata bertema Famtrip Exotic Poso Land selama empat hari. Berikut ulasan Radar Sulteng selama perjalanan.

LAPORAN : SAFRUDIN

Destinasi wisata terakhir yang dikunjungi Tim Famtrip Exotic Poso Land ialah Air Terjun Saluopa di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba. Akhir yang indah dari perjalanan empat hari, tiga malam di Kabupaten Poso yang merupakan Ibu Kota pertama Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sebelum pindah ke Kota Palu.
Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Tentena, hanya berkisar 12 kilo meter, menjadikan Air Terjun Saluopa selalu ramai kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnu) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Poso memang kaya dengan destinasi wisata. Di Kabupaten tertua di Sulteng ini juga, beragam destinasi bisa dikunjungi dalam sekali waktu di satu Kabupaten. Salah satu ikon destinasi wisata di Poso yang paling terkenal ialah Air Terjun Saluopa.
Tiba di lokasi Air Terjun Saluopa, gerbang selamat datang menyambut. Masuk melewati jembatan, melintasi sungai kecil di bawahnya. Kanan dan kiri berdiri gagah pohon-pohon tinggi yang rindang. Berjalan 400 meter, pesona Air Terjun Saluopa sudah terlihat. Air Terjun Saluopa bak surga yang tersembunyi. Air terjun ini dikenal karena dengan keindahannya sebagai air terjun bertingkat. Setelah dihitung, data terakhir jumlah tingkatan keseluruhannya mencapai 66 tingkat. Sebelumnya dikenal dengan sebutan air terjun 12 tingkat. Suasana di lokasi Air Terjun Saluopa sangat sejuk. Angin berhembus sepoi-sepoi.
“Ini bagus sekali. Sangat alami suasananya,” kata salah satu penyedia jasa Travel dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Makmur yang ikut menjadi peserta Famtrip Exotic Poso Land.
Dari perjalanannya selama di Poso, Makmur mengakui, Kabupaten Poso memiliki destinasi wisata yang begitu lengkap. Untuk mendukung agar wisatawan datang kata Makmur, tidak cukup hanya dengan menjual keindahan. Menurutnya, harus ada event-event yang rutin digelar di Kabupaten Poso. Dengan menggelar event kata Makmur, kunjungan akan meningkat, sekaligus mengundang wisatawan untuk datang menikmati destinasi-destinasi yang ada.
“Bisa lomba lari 10 K. Lomba lari itu, banyak peminatnya. Dan harus rutin dilakukan event. Event itu penting sekali. Coba lomba lari, pesertanya 100 saja. Pasti didampingi official atau keluarga dan rekannya. Berapa hotel yang mereka sewa. Berapa mereka belanja. Perputaran ekonomi cepat terjadi. Daerah-daerah lain yang konsen dengan pariwisata, dalam sebulan bisa puluhan kali adakan event,” jelasnya.
Peminat Air Terjun Saluopa cukup banyak. Dari berbagai kalangan. Saat Tim Famtrip Exotic Poso Land, tiba di lokasi. Beberapa pengunjung bahkan berasal dari Kota Palu. Ulfa bersama keluarganya datang khusus dari Palu ke Poso untuk menikmati pesona Air Terjun Saluopa. Menurut Ulfa yang merupakan warga Kabonena ini, Air Terjun Saluopa punya daya tarik yang tidak dimiliki destinasi wisata lain di Sulteng. Airnya kata Ulfa, sangat jernih dan sejuk.
Ulfa juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Poso yang kini bersikap terbuka untuk semua kalangan. Dia mengatakan, wisata di Poso akan terus berkembang jika penerimaan masyarakat Poso kepada wisatawan yang berkunjung, ramah seperti sekarang ini.
Kabupaten Poso memang punya sejarah kelam di masa lalu. Tapi kini, masyarakat sadar, konflik hanya akan memberi dampak buruk kepada seluruh masyarakat. Ekonomi akan mati. Hal itu disadari betul masyarakat Poso. Salah satu tokoh budaya di Kabupaten Poso, Kinsau Salua STh, memastikan Kabupaten Poso kini sudah aman.
“Saya jamin Kabupaten Poso sudah aman 1000 persen,” ucap Kinsau Salua ditemui saat pagelaran Festifal Etnik Budaya Kabupaten Poso di lokasi Air Terjun Saluopa.
Kini, untuk menghilangkan kesan konflik, Kabupaten Poso juga sering disebut sebagai Kabupaten Poso Bersaudara. ** (habis)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.