Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Mengikuti Perjalanan Famtrip Exotic Poso Land (1)

Danau Tambing, Eksotis, Sejuk dan Alamnya yang Menawan

Untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Poso, Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng mengajak beberapa unsur terkait menikmati satu paket wisata bertema Famtrip Exotic Poso Land selama empat hari. Berikut ulasan Radar Sulteng selama perjalanan.

LAPORAN : SAFRUDIN

DANAU Tambing menjadi destinasi wisata pertama yang dikunjungi Tim Famtrip Exotic Poso Land di Kabupaten Poso. Memakan waktu cukup lama. Tiga jam lebih di perjalanan. Normalnya kurang dari dua jam. Perjalanan kali ini memang tidak untuk cepat-cepatan. Santai saja. Tim Famtrip Exotic Poso Land boleh berhenti di mana saja untuk melihat keindahan alam sepanjang perjalanan. Yang terpenting nuansa wisatanya bisa dinikmati. Sesuai jadwal, ada beberapa destinasi wisata yang akan dikunjungi selama di Kabupaten Poso hingga Minggu (8/7) mendatang. Danau Tambing, Patung Megalitik, Danau Poso, dan Air Terjun Saluopa adalah destinasi yang akan dikunjungi. Danau Tambing menjadi destinasi pertama. Tim Famtrip yang terdiri dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Tim Percepatan Pengembangan Millennial Tourism Kemenpar RI dan tour and travel lokal serta tour and travel dari Provinsi Sulawei Selatan, tiba di Danau Tambing hampir Magrib. Suasana sejuk langsung menyambut. Panas Kota Palu, beberapa jam yang lalu, berubah 180 derajat saat di Danau Tambing. Danau Tambing yang masuk kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dikenal dengan keunggulan flora dan faunanya. Dari keterangan tour guide, Kasman, diketahui, jenis spesies burung endemik di kawasan ini bahkan lebih dari 300 spesies.
“Di sini spesiesnya terbanyak dibanding daerah lain. Kalau dengan spesies yang kecil-kecil jumlahnya lebih dari 300 spesies,” ujar Kasman tour guide senior di Sulteng menjelaskan kepada Tim Famtrip Exotic Poso Land beberapa saat, setiba di Danau Tambing.
Di bawah rerindangan pohon di kawasan Danau Tambing, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Nurhalis tampak asyik berdiskusi dengan salah satu anggota Tim Percepatan Pengembangan Millenial Tourism, Rifki. Rifki menyebut keindahan Danau Tambing menjual bagi wisatawan. Alamnya masih natural. Menawan. Keindahan Danau Tambing menurutnya cukup ‘eksotis’. Hanya saja kata Rifki, Danau Tambing harus dibuatkan satu paket wisata khusus.
“Kalau mau lebih menjual lagi, dibuatkan satu paket wisata khusus. Kita kan ke sini pakai mobil tertutup yah. Bagusnya di perjalanan pakai mobil jip bak terbuka. Jadi yang dijual experience (pengalamannya). Di perjalanan juga bagusnya ada beberapa tempat singgah untuk wisatawan melihat misalnya kekhasan daerah ini apa, gitu. Tidak hanya dari bandara langsung ke Danau Tambing. Harus ada yang dijual. Kalau begitu, wah pasti keren nih,” ucap Rifki saat berdiskusi dengan Nurhalis.
Anggi, yang juga salah satu Tim Percepatan Pengembangan Millennial Tourism juga mengakui indahnya suasana alam di Danau Tambing yang masih “perawan”. Masukan Anggi agar Danau Tambing lebih menarik banyak wisatawan ialah pengelolaannya agar makin dimaksimalkan. Menurut satu-satunya wanita yang masuk Tim Percepatan Pengembangan Millennial Tourism dalam perjalanan ini, Danau Tambing bisa lebih maksimal menarik wisatawan jika di dalam kawasan Danau Tambing juga diisi jajanan kuliner khas. Saat malam misalnya, jika ada yang menjual kopi khas wilayah sekitar, akan menjadi nilai positif karena memiliki ciri khas, tidak sekadar mengandalkan view yang indah.
“Ini kan tidak ada yang jualan. Jika ada jajanan khas, pasti lebih keren tuh,” ucapnya.
Dinginnya kawasan ini memang sudah terkenal. Satu cara mensiasati dinginnya kawasan Danau Tambing. Nikmatilah dengan secangkir Kopi Napu. ** (bersambung)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.