Menggugat Nurani Pemangku Kepentingan yang Terlantarkan Ibu dan Tiga Orang Anak

- Periklanan -

TOUNA-Kisah kasus penggerebekan dugaan pasangan perselingkuhan dan nikah siri yang melilit AB dan OA memasuki babak “injury time”. Pelaku perselingkuhan ini ternyata keduanya adalah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Unauna (Touna), AB adalah Plt. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Touna dan OA adalah Kepala Seksi (Kasi) pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna, keduanya-pun memiliki tingkat pendidikan Strata 2 (S2).

Namun, perbuatan dan prilaku mereka berdua dinilai sama sekali tidak mencerminkan seorang pejabat yang berpendidikan. Perbuatan dan prilaku mereka berdua sangat berbeda, jauh dari seorang pejabat yang berwibawa yang menghormati norma-norma kesusilaan.

Atas perilaku itu, pengamat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seperti biasanya enggan mengungkap identitasnya, menganalisis bahwa mereka (AB dan OA) lupa dan tidak menyadari bahwa mereka hidup didalam kelompok masyarakat yang memiliki kultur budaya bernuansa Islami serta menjunjung tinggi adat istiadat.

“Bahkan merekapun lupa bahwa di Ampana itu ada kalimat yang bersifat kiasan untuk menggambarkan betapa masyarakat Ampana itu sangat peduli dengan berita/informasi, “Laju Suzuki, lebih laju Susupo,” artinya bahwa jangan pernah untuk coba-coba melakukan sesuatu yang bersifat negatif, walau disembunyi dimanapun juga, pasti akan diketahui. Kurang lebih seperti itulah terjemahan bebasnya, “ ujarnya.

Ditengarainya, semakin berlarut-larutnya penanganan serta penyelesaian kasus dugaan perselingkuhan dan nikah siri AB dan OA ini semakin memposisikan Susupo berada di depan. Bagaimana tidak, sejak terjadinya kasus penggerebekan dan tangkap tangan dugaan perselingkuhan nikah siri AB dan OA ini disebuah rumah di kompleks BTN Uemalingku, Tojo Unauna (Touna) pada 20 Mei 2021, dimana rumah tersebut sepertinya “sengaja dikosongkan” oleh si pemilik rumah, yang belakangan diketahui adalah milik kakak AB.

Namun kemudian menjadi aneh, lagi-lagi pihak yang berwewenang tak menggalinya ke-arah itu. Ok, point pertama 1:0, selanjutnya 3 hari kemudian, tepatnya Senin 24 Mei 2021 OA mendapat fasilitas perjalanan dinas ke Pulo, point menjadi 2:0, yang seharusnya OA diberi pelajaran dan nasehat, karena kasusnya “tertangkap tangan” bukan melalui sebuah Susupo.

Dilain pihak, menurut sumber Radar Sulteng, bahwa AB diketahui dengan leluasa memainkan kuasanya untuk menerima dan mempekerjakan “si-Anu” sebagai tenaga honor di Bappeda Touna yang diduga sebagai upaya AB mendekatkan diri dengan OA.

Si-anu dimaksud ternyata tidak lain adalah adik kandung dari OA, bila ingin bukti silakan cek di Bappeda Touna. “Telusuri siapa si-anu itu, apa hubungan dia dengan OA, kapan dia diterima bekerja disana, ini bukan fitnah. Ini bukan opini, “ tandas sumber Radar Sulteng yang minta namanya dirahasiakan.

Selanjutnya poin bertambah menjadi 3:0. Terakhir AB diberi fasilitas perjalanan dinas ke Palu dalam rangka paparan RPJMD Touna di Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, sekalipun AB masih dalam status Terlapor baik di Polres Touna maupun di BKPSDMD Touna, akhirnya skor bertambah menjadi 4:0 untuk kemenangan AB dan OA. Meskipun lawan tak diberi ruang untuk bertanding, atau dengan kata lain AB dan OA menang WO. Sungguh sebuah tontonan yang tak berkualitas.

- Periklanan -

Seiring dengan perjalanan waktu sejak kejadian penggerebekan 20 Mei 2021, dari hari ke hari kasus perselingkuhan ini mulai redup, dan bahkan hampir tenggelam. Ada semacam kesengajaan dari “kapten kapal dan nahkoda lainnya” untuk mengkaramkan kapal perselingkuhan ini.

“ Tapi, Allah SWT berkehendak lain dari keinginan sang kapten kapal dan nahkoda lainnya. Kapal perselingkuhan ini secara perlahan namun pasti muncul kepermukaan dan mulai berjalan dijalannya. Perjalanan kapal ini selanjutnya tidaklah mudah sebagaimana yang diharapkan oleh isteri AB Maryani Y. Rani, dia malah diberi surat panggilan oleh BKPSDMD Touna dengan agenda pemeriksaan dan permintaan keterangan terkait dengan Surat Permintaan Cerai dari suaminya (AB). Surat ini aneh bukannya masalah utama yang mesti dan harus diselesaikan, eh malah “sekoci penyelamat” dari AB yang disuguhkan, “ bebernya, member analisis.

Sebagaimana penjelasan dari isteri AB dan telah pula diterbitkan oleh koran ini pada beberapa waktu lalu, isteri AB Maryani Y.Rani tetap bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak mau diceraikan oleh AB dan hal itu ia buktikan dengan surat pernyataan yang ia tandatangani dihadapan petugas pemeriksa BKPSDMD Touna.

Selain itupula isteri AB Maryani Y. Rani juga memberi pernyataan bahwa tidak akan memberi surat persetujuan kepada AB untuk nikah/kawin lagi dengan wanita manapun juga.

“ Terus, fakta bukti dan pernyataan apalagi yang ditunggu wahai para pemangku kepentingan, apakah AB dan OA masih terus diberi waktu, peluang dan kesempatan untuk “mencetak gol” tanpa ada lawan yang diajak bertanding. Bergeminglah untuk seorang ibu dan 3 anaknya yang kini tengah dalam penderitaan yang tak berujung menunggu keputusanmu wahai pemangku kepentingan. Putuskanlah dengan seadil-adinya berdasarkan ketentuan dan peraturan yang ada. Janganlah engkau memutuskan hukuman yang meringankan bagi si pelaku, yang justeru akan mencederai rasa keadilan, dan bukan tidak mungkin Allah SWT, akan turut campur dengan adzab-NYA, “ tambahnya.

Kondisi pembiaran seperti ini, akan menjadi preseden buruk bagi pemimpin di daerah ini, dan yang parahnya lagi nanti perbuatan seperti ini akan menjadi contoh karena tidak ada konsekwensi hukum atas kasus ini.

“Dan ingat wahai para pemangku kepentingan, doa seorang ibu dan 3 orang anaknya yang sedang terdzolimi, dan kini sedang menunggu putusanmu seadil- adilnya adalah makbul dan di-ijabah Allah SWT, dan semoga negeri ini diselamatkan dari segala musibah serta bencana yang disebabkan oleh perbuatan dosa, maksiat, zina dan hina seperti pada dugaan kasus perselingkuhan AB dan OA ini, haqqul yakin, “ ujarnya.

“Innamaa amruhu idzaa aradaa syai’an an’yakula lahu kun fayakun, yang artinya jika Allah berkehendak, dan berkata jadi, maka jadilah.”

” Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya, HR. Bukhari-Muslim : 4789. Semoga hadits ini memberi penyadaran kepada kita semua, “ pungkasnya.(tim)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.