Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Menganiaya, Sekretaris Demokrat Sulteng Tak Diberi Maaf

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Korban Suwitno dan terdakwa Abdul Razak saat maju di depan meja majelis hakim di akhir persidangan, Rabu (2/8). (Foto: Wahono)

PALU – Terdakwa Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng, Abdul Razak, kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (2/8). Agendanya pemeriksaan saksi korban Suwitno Burase serta dua eks kader Partai Demokrat di salah satu wilayah Kecamatan di Kota Palu, Hamzah dan Armin Ngalle.

Sidang tindak pidana penganiayaan dengan pemeriksaan saksi itu dipimpin Ketua Majelis Hakim I Made Sukanada. Sidang tidak berlangsung lama, karena para saksi hanya menerangkan kembali kejadian atau perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Saksi korban Suwitno Burase, menerangkan terdakwa melakukan penganiayaan terhadap dirinya, Agustus 2016 lalu. Saat kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) pemilihan ketua Partai Demokrat Kota Palu, di salah satu hotel di Kota Palu.

Kegiatan saat itu dihadiri oleh ketua DPP Partai Demokrat. Saat pimpinan pusat Partai Demokrat meninggalkan kegiatan dan akan kembali ke Jakarta. “Kita saat itu mau menanyai kenapa pulang, karena Muscab Kota Palu belum selesai dilaksanakan,” kata saksi korban.

Namun upaya yang dilakukan saksi korban menuai larangan dan terdakwa hanya menyuruh saksi korban bersama rekannya untuk mengajukan usulah langsung kepada ketua DPD Partai Demokrat. “Saat bersama ketua DPD, tiba-tiba terdakwa datang dan langsung memukul meja. Dan terdakwa langsung mengata-ngataiku serta menarik kerak baju,” kata Suwitno.

Sementara dua saksi lainnya hanya ditanyakan saat kejadian apa berada ditempat serta berapa jauh jarak dari tempat terdakwa melakukan perbuatan penganiayaan kepada korban Suwitno. “Kita ada di situ juga yang mulia,” kata saksi Hamzah.

Terhadap keterangan terdakwa itu, terdakwa diberikan kesempatan untuk menanggapi. Ada yang keliru kata terdakwa dari keterangan saksi. Tetapi saksi juga tetap pada keterangannya. I Made Sukanada yang memimpin jalannya persidangan ketika itu menanyai saksi korban soal itikat baik antara keduanya apakah akan berdamai dan saling memberi maaf. Terdakwa pada dasarnya di hadapan saksi korban, Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, Hj Nursiah SH mengaku salah dan menyesali perbuatannya.

“Saya akui salah dan saya bersedia untuk meminta maaf,” kata terdakwa Abdul Razak.

Meski mengaku salah, dan bersedia untuk meminta maaf, di dalam sidang saksi korban Suwitno menyatakan masih belum dapat memberi maaf kepada terdakwa. “Terdakwa, ingin minta maaf, tapi saksi korban belum mau meberikan maaf, jadi seperti inilah faktanya. Kita juga tidak bisa memaksa,” terang I Made Sukanada.

Karena itulah sidang terdakwa Abdul Razak hari itu dianggap selesai dan akan dilanjutkan pada pekan selanjutnya dengan agenda masih pemeriksaan saksi. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.