Mengaku Bupati Morut, Minta Uang Rp285 Juta

- Periklanan -

Bupati Morut Aptripel Tumimomor pada kesempatan bersama Pangdam XIII Merdekan Mayjen Ganip Warsito, Senin (13/2/2017) lalu. (Foto: Ilham Nusi)

MORUT – Seorang pemilik saham perusahaan perkebunan di Morowali Utara nyaris ditipu pria megaku Bupati Aptripel Tumimomor. Pelaku bersama seorang lainnya bernama Ismail meminta uang sebesar Rp285 juta.

Kasus pencatutan nama Bupati Morowali Utara itu berawal dari sambungan telepon Ismail kepada korban (pemilik saham) Kamis (23/3).

Korban yang meminta merahasiakan namanya, menyebut Ismail adalah orang yang mengaku suruhan Bupati Aptripel Tumimomor.

“Pencatut nama Bupati ini mencari pemilik modal yang mau menyerhakan sejumlah uang untuk memuluskan turunnya proyek dari pemerintah pusat di Jakarta,” ungkap korban kepada wartawan, Jumat (24/3).

Saat kejadian, Ismail via telepon seolah-olah menyambungkan ke Aptripel Tumimomor. Komunikasi itu terus berulang setiap 10 menit setelah pembicaraan terputus.

Ismail lantas mengajak korban ketemuan di Kantor Bupati Morowali Utara. Alasannya agar bisa bertemu langsung Aptripel sekaligus menyerahkan langsung uang jaminan proyek itu.

- Periklanan -

Namun karena tidak berada di Kolonodale, korban lalu meminta orang kepercayaannya agar menemui bupati sesuai petunjuk Ismail.

Tapi setelah karyawan korban berada di kantor Bupati, penelpon mengelak dan meminta uangnya ditransfer melalui rekening BRI 140401000038567 atas nama Chandra Ramadan sebanyak Rp135 juta dan rekening 033001000341560 atas nama Ersa Meldawari sebanyak 150 juta.

Karena mencurigakan, karyawan korban lalu menghubungi seorang ASN yang dikenalnya dan menceritakan perintah bosnya.

“Saya katakan Bupati kami mustahil minta-minta uang proyek. Jadi saya sarankan korban pencatutan nama bupati tidak mentransfer uang yang diminta pelaku,” kata Awlun Lasiua yang siap menjadi saksi saat dihubungi.

Bupati Aptripel Tumimomor saat dikonfirmasi Radar Sulteng via telepon, Kamis kemarin menyatakan tidak terima namanya dicatut apalagi dilakukan demi perbuatan jahat.

Agar pelaku dapat ditangkap, Aptripel memastikan kasus ini akan diserahkan ke pihak berwajib.

“Kasus ini mesti dilaporkan ke polisi. Saya tidak suka difitnah minta-minta uang,” tegas Aptripel. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.