Menengok Terminal Manonda yang Terlupakan

- Periklanan -

TIDAK TERAWAT: Keadaan Terminal Manonda kini sudah tidak terawat. Hanya sedikit kendaraan yang mangkal di terminal yang terletak di Jalan Cempedak, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, itu. (Foto : Mugni Supardi)

Terminal Manonda yang terletak di Jalan Cempedak, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat yang kurang diperhatikan. Kini tampak seperti kawasan kumuh. Bahkan banyak masyarakat kota Palu yang tidak mengetahui keberadaan terminal Manonda.

Laporan: Safrudin


CUACA di Kota Palu sesuai dengan prediksi BMKG. Untuk beberapa hari kedepan masih akan diguyur hujan. Guyuran hujan menambah buruknya keadaan terminal Manonda saat ini. Genangan air tampak dimana-dimana. Setibanya saya di Terminal Manonda beberapa hari yang lalu, sekitar pukul 10.37. Rintik-rintik hujan jatuh menerpa tempat duduk saya bersama para sopir yang seyogyanya disediakan untuk penumpang yang sebagian genteng tempat tersebut sudah rusak karena dimakan waktu. Hanya tempat itu kini yang menandakan terminal Manonda masih beroperasi. Seandainya tempat itu juga sudah tidak ada, dimana para sopir akan rehat menunggu penumpang untuk diangkut.

Tidak ada penjual-penjual jajanan seperti terminal-terminal pada umumnya. Bahkan toilet yang semestinya ada di terminalpun tidak ada di terminal Manonda saat ini.

Secara tidak sengaja, saya menyaksikan seorang sopir yang buang air kecil menutupi dengan cara membuka pintu mobil sehingga orang lain tidak melihatnya.

“Begini sudah keadaan terminal sekarang, bos,” kata salah satu sopir, Amsir yang ditemui.

Kalimat yang dilontarkannya menggambarkan keadaan yang tidak diharapkan para sopir.

- Periklanan -

Lebih jauh, para  sopir mengatakan terminal tersebut kini hanya menjadi tempat mereka menyimpan kendaraan sambil menunggu waktu sore hingga penumpang yang sehari-hari mereka angkut pulang.

“Kita disini batunggu saja. kalau sudah mau pulang penjual yang dari wilayah Bangga dengan Kulawi, baru kitorang pulang juga,” kata Amsir lagi.

Saat itu, hanya ada 8 kendaraan yang memarkir kendaraannya. Sopirpun mengaku kini tidak banyak lagi kendaraan yang menjadikan terminal Manonda sebagai tempat menyimpan kendaraan. Mungkin karena keadaannya yang tidak layak sehingga para sopir tersebut mencari tempat lain untuk menyimpan kendaraan.

Para sopir sangat berharap adanya perhatian pemerintah untuk kembali mengfungsikan terminal Manonda selayaknya terminal.

Beberapa masyarakat kota Palu bahkan melupakan keberadaan terminal ini. Kini terminal Manonda menjadi terminal yang dilupakan. Terminal yang dahulu sangat ramai dengan aktivitas naik turun menumpak. Terminal yang dahulu penuh dengan hiruk-pikuk serta keriuhan sopir yang berebutan menumpang, kini terlupakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Setyo Susanto mengatakan bahwa terminal Manonda untuk sementara tetap difungsikan seadanya saja. Dinas perhubungan menurutnya juga turut bertanggungjawab untuk membuat terminal Manonda kembali ramai serta akan merehab kembali terminal Manonda.

“Kami berencana akan merehab kembali terminal Manonda,” ucapnya.

Rencana yang menurutnya akan direalisasikan pada tahun 2018 itu, menurutnya masih tahap desain. Pihaknya masih mendesain bagiaman pembangunan terminal Manonda kedepannya.

Dari keterangan Kepala Dishub, para sopir masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama. 12 bulan lagi jika pembangunannya sesuai dengan rencana. Jika pemerintah tidak bisa mempercepat pembangunan terminal Manonda, semoga saja pembangunannya tidak sampai tertunda. **

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.