alexametrics Menelusuri Rekam Jejak Dugaan Perselingkuhan dan Nikah Siri AB dan OA – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Menelusuri Rekam Jejak Dugaan Perselingkuhan dan Nikah Siri AB dan OA

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOUNA-Pemberitaan tentang peristiwa penggerebekan dua sejoli yang bukan suami isteri yang sah, disertai dengan penangkapan terhadap dugaan perselingkuhan serta nikah siri ini begitu sangat menarik untuk diikuti.

Mengapa tidak, karena penuh dengan intrik dan mampu mengelabui halayak, dilakukan dengan cara-cara yang sangat tidak profesional oleh kedua pelaku, baik AB yang diketahui sebagai Plt. Sekretaris Bappeda Touna, yang merupakan terduga pelaku lakilaki yang sampai kini masih berstatus suami dari Maryani Y.Rani dengan 3 orang anak, sementara pelaku perempuan adalah OA yang diketahui sebagai Kepala Seksi (Kasi) pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna yang saat ini berstatus janda dengan satu orang anak dan sudah memiliki satu orang cucu.

Kedua pelaku ini dari segi usia sudah tidak tergolong muda lagi. Masalah usia dan status keduanya menjadi penting, karena sesungguhnya perbuatan ini bukanlah perbuatan yang dilakukan oleh orang dengan usia seperti itu, yang penuh dengan perhitungan-perhitungan. Termasuk, dengan segala risiko yang bakal mereka terima. Masing-masing, baik AB maupun OA mempunyai beban hidup tersendiri untuk mereka atasi.

Sebagaimana data yang dihimpun koran ini, beberapa sumber menyebutkan bahwa masing-masing AB dan OA mempunyai beban dan tanggungjawab yang lumayan berat. AB misalnya memiliki tanggungjawab untuk membiayai dan menafkahi 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil, sementara OA adalah merupakan tumpuan dan harapan keluarganya.

“ Dari sudut pandang beban ekonomi OA jauh lebih rumit, sehingga kemungkinan faktor ekonomi inilah yang membuat OA terpaksa melabuhkan hati dan pilihannya kepada AB, dengan segala kemungkinan-kemungkinan risiko yang bakal terjadi. Namun, tidak bersedia untuk menerima risiko pemecatan, hal tersebut dapat terlihat dan terbaca dari kegigihannya menampik tuduhan nikah siri atau tuduhan lainnya yang mengarah ke pemecatan, “ ungkap sumber.

Dari sekian banyak risiko yang bakal terjadi di kasus ini, OA hanya menghindari risiko terburuk yaitu sanksi dan hukuman pemecatan terhadap dirinya. Itulah makanya didalam penyelesaian kasus ini sangat terlihat jelas betapa AB pontang-panting melakukan strategi yang menjurus ke agitasi dengan melakukan tekanan-tekanan kepada isterinya Maryani Y.Rani, mulai dari menebar ancaman menuntut balik sang isteri dengan dalih menggunakan pasal dalam Undang-undang ITE, menjual mobil truk yang merupakan penunjang usaha ekonomi sang isteri, serta beberapa ancaman verbal lainnya, dengan suatu tujuan isteri AB Maryani Y.Rani mau menyetujui permohonan cerai AB dengan dirinya.

Begitu rencana sederhananya. Namun sesungguhnya penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN tidaklah semudah yang dibayangkan oleh OA dan AB, ancaman pemecatan tetap akan dikenakan sebagai akibat dari perkawinan yang dilakukan adalah karena perceraian atas kasus yang mendahuluinya.

“Artinya, bahwa perkawinan tersebut terjadi akibat peristiwa perselingkuhan yang mendahului sebelumnya, “ ujar sumber.

Strategi dan rencana tertentu AB ini ternyata sangat dipahami oleh isterinya Maryani Y.Rani. Sang isteri tetap bersikukuh walau apapun yang terjadi, dia tetap pada pendirian dan keputusannya untuk tetap tidak bersedia dicerai.

Rencana perceraian inipun sudah menjadi pembicaraan umum, untuk menyelamatkan OA dari sanksi pemecatan sebagaimana PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, dan PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN.

“ Jika sekiranya AB bisa kontrol diri dan tidak panik untuk beberapa saat, coba cermati sikap OA yang sangat menghindari adanya ikatan pernikahan terhadap AB sejak awal kasus sudah sangat terlihat dengan jelas, dimana OA membantah habis-habisan pernyataan soal nikah siri dirinya dengan AB, padahal AB dengan sengaja menyampaikan pengakuan nikah sirinya dengan OA agar permasalahan ini menjadi selesai, karena cuma itu jalan pintas untuk dapat hidup bersama dengan OA, “ kata sumber memberikan analisisnya.

Akan tetapi OA beserta keluarganya tetap menghindari sanksi pemecatan. Karena pandangan OA tentang kehidupan, tidak hanya sekadar untuk membangun rumah tangga bagi kebahagiaan dirinya semata, tetapi lebih jauh OA ingin membahagiakan seluruh keluarganya. Sungguh sangat mulia tujuan dan cita-cita dari OA ini.

AB-pun menurut sang isteri Maryani Y.Rani sudah siap menerima risiko pemecatan, namun lagi-lagi OA yang tidak siap untuk dipecat. Karena memang sesungguhnya OA ini adalah tumpuan keluarga, atau tulang punggung keluarga. Karena itu, OA harus memastikan bahwa kehidupan ekonomi keluarganya terpenuhi, sesungguhnya OA tidak punya cinta untuk dipersembahkan kepada AB jika situasinya dua-dua dipecat.

“ Selisih tahun masa kerja saja, itu betul-betul menjadi perhitungan dan pertimbangan OA dalam memilih pasangan hidupnya, apalagi kalau sampai mereka berdua dipecat, “ tambah sumber. Kemudian melanjutkan, bahwa OA pernah sesumbar berkata kepada teman-temannya sebagaimana yang diperoleh teman-temannya di kantor, bahwa “biarlah saya kehilangan yang lain, akan tetapi saya tidak ingin kehilangan status ASN saya, “ cetusnya.

Menurut sumber, sesuatu yang sangat mustahil bagi seorang OA menjalani hidup semacam itu, mengapa demikian, karena OA ini sesungguhnya adalah perantau yang mempertaruhkan segala kemampuan yang ia miliki, dia bukanlah penduduk asli Touna, sehingga setiap langkah kehidupannya telah dipertimbangkan, itulah mengapa dia terlihat sangat tenang menghadapi kasus ini, karena OA sudah memegang prinsip bahwa apapun akan dia lakukan untuk mempertahankan status ASN-nya, karena jalan untuk mempertahankan status ASN bagi OA tidaklah sulit, sepanjang jeratan hukum pidananya “terbebas”, maka langkah selanjutnya adalah “berusaha untuk hidup sendiri” agar terbebas dari sanksi PP 53 Tahun 2010, PP 10 Tahun 1983, PP 45 Tahun 1990. Berbeda dengan AB yang terlihat begitu sangat panik dan penuh dengan kompensasi, hingga menyewa pengacara.
Inilah fakta, yang diperoleh dari rekam jejak OA. Sementara AB teramat mudah untuk dipelajari rekam jejaknya, sifat dan karakternya yang dapat ditebak kemana arah tujuannya, sehingga tidak terlalu menarik untuk diberitakan.

Imam Tirmidzi, “Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi isterimu, karena sesungguhnya isterimu memiliki seluruh hal yang dimiliki oleh wanita itu”. (HR.Tirmidzi).

“ Masih ada waktu untuk kembali ke rumah berkumpul bersama isteri tercinta yang sah, dan anak-anak yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang bapak, “ tegasnya.(tim)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.