Menculik Anak, Buruh Bangunan Divonis Penjara 3,6 Tahun

- Periklanan -

Ilustrasi

PALU – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu menjatuhi hukuman 3,6 tahun penjara terhadap Dian Komala Eka Putra alias Dian, yang terbukti melakukan penculikan anak. Dia pun disebut melanggar tindak pidana perlindungan anak.

Hukuman pidana 3 tahun dan 6 bulan penjara ini, dijatuhkan majelis hakim dalam sidang putusan yang berlangsung Rabu (13/12) kemarin. Amar putusannya dibacakan H Aisa H Mahmud, SH, MH selaku ketua majelis hakim yang selama ini menyidangkannya. Majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa Dian Komala Eka Putra terbukti melanggar pasal 83 Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Sebagaimana surat dakwaan,” kata H Aisa H Mahmud.

Selain hukuman pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman pidana denda kepada terdakwa Dian Komala Eka Putra sebesar Rp 100 juta. Dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan kurungan. Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa ini dikurangkan dengan penahanan sementara yang dijalani terdakwa. “Dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” tutur majelis hakim lagi.

- Periklanan -

Pertimbangan pidana hukuman dari majelis hakim karena berdasarkan fakta persidangan perbuatan Dian Komala Eka Putra terbukti menculik korban berinisial S, yang masih berumur 13 tahun. Setelah menculik korban, terdakwa mengirimkan surat ke ibu korban, yang isinya meminta tebusan uang dan berterdakwa mengirimkan surat ke keluarga korban dan berisikan ancaman. Bahkan surat itu dibuatnya sebelum melakukan perbuatannya.

“Pertimbangan memberatkan atas putusan itu, perbuatan terdakwa telah mersahkan masyarakat. Sementara pertimbangan yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa memiliki tanggungan keluarga dan terdakwa belum pernah dihukum,” tandas Aisa.

Atas hukuman itu, terdakwa bersama jaksa penuntut umum diberikan kesempatan selama 7 hari. Apakah pikir-pikir, menerima putusan atau mengajukan upaya hukum (banding).  Hukuman terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Dia sebelumnya dituntut dengan pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp 100 juta subsider 1 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, perbuatan itu dilakukan terdakwa karena merasa terpaksa. Sebab anaknya yang berada di jawa dikabarkan sakit. Perbuatan menculik anak itu dilakukan terdakwa setelah mendengar informasi bahwa orang tua korban pemilik rumah tempatnya bekerja kala itu ada ambil uang di bank sebesar Rp 100 juta. Karena itulah terdakwa merencanakan aksinya. Surat yang isinya pengancaman dan berisikan pernyataannya yang meminta uang tebusan, telah dibuatnya pada malam hari sebelum menculik korban. Dalam melakukan aksinya dia menggunakan motor mandor atau pengawas yang memborong rumah orang tua korban. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.