BENCANADAERAHTOLITOLI

Mencari Solusi di Pasca Bencana Galumpang dan Dungingis

DISKUSI : Ketua tim Lestari Magau, Dr. Lukman Arif bersama anggota tim duduk berdiskusi dengan Bupati Tolitoli Amran H. Yahya dan jajarannya, dalam menangani rusaknya bendungan dan irigasi utama di wilayah Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli, baru-baru ini.(FOTO : ISTIMEWA)
Melihat

TOLITOLI-Tim Lestari Magau baru-baru ini melakukan pertemuan atau audiens dengan Bupati Tolitoli, Amran H. Yahya, terkait kondisi terakhir persawahan, bendungan dan irigasi di Desa Galumpang dan Desa Dungingis Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli.

Pertemuan dilaksanakan di ruang pertemuan rumah jabatan (Rujab) Bupati Tolitoli, Kamis 21 April 2022. Dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fajar Suko, Sekretaris Dinas (Sekdis) Tanaman Pangan Pertanian dan Hortikultura Melkyas, SP, Kepala Badan Nur Alam, dan Sekretaris BPBD Vidya, Kepala Bidang (Kabid) Bappeda Ramli Mukarram, dan Assisten Anhar Dg. Malawa, serta Kepala Badan (Kaban) Keuangan Daerah.

Pemaparan awal yang dilakukan pihak Lestari Magau oleh Dr. Ir. Lukman Arif, M.Si, tentang kondisi persawahan, bendungan dan irigasi ditambah dengan hasil pertemuan masyarakat Desa Galumpang dan Desa Dungingis yang isinya adalah agar segera Pemerintah daerah (Pemda) Tolitoli mengambil langkah cepat menjelang musim tanam ASEP (April/September).

Kemudian tanggapan oleh pihak PUPR dan BPBD tentang tingkat kerusakan bendungan dan irigasi serta kondisi persawahan yang dipaparkan Sekdis Pertanian.

Dijelaskan Dr. Lukman Arif, dari hasil pertemuan dapat disimpulkan bahwa, pertama, kondisi lahan tidak dapat digunakan dalam waktu singkat, mengingat kerusakan berat yang terjadi pada bendungan utama hingga bagunan primer dan sekunder.

Kedua, naiknya sedimen (pasir dan kerikil) ke sebagian persawahan masyarakat. Ketiga, minimnya anggaran daerah yang tersedia, khususnya dana kebencanaan di Kabupaten Tolitoli.

Pada kesempatan itu, Bupati Tolitoli Amran H. Yahya menyimpulkan agar musim tanam ini tetap petani melakukan cocok tanam meskipun tanaman palawija.

Oleh karena itu Lestari Magau mengusulkan menggantikannya dengan tanaman jagung setelah melalui beberapa kajian, evaluasi dan persiapan masyarakat. Akhirnya bupati menunjuk Sekdis Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk bertanggungjawab atas kesiapan benih jagung, serta hal pendukung lainnya. Termasuk pendampingan masyarakat.

“ Ini bagian awal dari pemulihan ekonomi pasca bencana banjir bandang di Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli, “ pungkas Dr. Lukman Arif, kepara Radar Sulteng, kemarin.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.