Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Menata Tumpeng dari Kue Tradisional

Digagas APJI Sulteng dan Diikuti Peserta dari Kabupaten Maupun Kota 

 

    Hj. Kartini Malarangan

PALU – Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar lomba menggoreng pisang, menata tumpeng dari kue-kue tradisional, dan disertai oleh kegiatan bazar yang diikuti peserta dari pengurus DPC APJI yang ada di kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan Dr. Hj. Kartini Malarangan, S.H, M.H, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan lomba tersebut terdiri atas dua kategori yakni kegiatan lomba menggoreng pisang dan menata tumpeng dari kue tradisional.

‘’Untuk lomba menggoreng pisang ini pesertanya dari bapak-bapak, dan bukan berasal dari ibu-ibu. Sementara untuk lomba menata tumpeng dari Kue tradisional, berasal dari anak-anak sekolah Dasar,” ungkapnya kepada Radar Sulteng di lokasi halaman kantor Gubernur kemarin, Senin (4/11).

Kemudian, Kartini pun mengemukakan, adanya pelaksanaan lomba yang digagas oleh APJI Sulteng ini merupakan bagian dari akan dilaksanakannya Musyawarah Daerah APJI Sulteng pada pertengahan November 2019 mendatang.

‘’Bahwa acara ini kami laksanakan berdasarkan dengan rencana kegiatan atau pelaksanaan Musda APJI Sulteng yang akan kami laksanakan pada tanggal 11 November 2019, di hotel Santika Palu mendatang,” tuturnya.

Lomba menata tumpeng dari makanan khas tradisional merupakan satu lomba yang memberi pelajaran kepada para peserta utamanya bagi anak-anak sekolah bahwa makanan tradisional sudah ada sejak dulu dan harus dilestarikan.

‘’Biasanya membuat tumpeng dari bahan beras tapi kali ini kami adakan Lomba tumpeng dari kue-kue tradisonal, dan kenapa kami lakukan agar untuk memberi pelajaran sejak dini kepada anak-anak supaya mereka lebih mengenal makanan-makanan khas tradisonal kita,” ujarnya.

Ini pun lanjut Kartini yang juga Dosen Untad, bagian dari upaya untuk melestarikan budaya kuliner daerah terutama makanan tempo dulu di provinsi Sulawesi Tengah, termasuk membantu menggerakkan ekonomi rakyat melalui kuliner makanan tradisional pasca di landa bencana alam 28 September 2018.  Dengan memperkenalkan Kue dan Makanan Tradisional kepada anak di usia dini, bahwa dahulu orang tua kita memiliki makanan khas tradisional yang mungkin saat ini sudah tidak dinikmati lagi.

‘’Karena di era saat ini makanan sudah ala-ala internasional, seperti makanan siap saji, Pizza, dan mereka itu sudah tidak merasakan lagi makanan tradisional seperti makanan dange, Kamalu, Kavuvu, Karoda, Kapopo, kue topu-topu, ongol-ongol sagu dan lain-lainnya,” bebernya.

Perlu diketahui juga, untuk rencana kegiatan lomba dan bazar ini pun sudah jauh hari sebelumnya telah direncanakan untuk diadakan, hanya saja karena ada berbagai hal sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan pada kali ini.

‘’Kegiatan ini sudah kita rencanakan dari beberapa bulan yang lalu, karena ada berbagai macam hal sehingga baru kali ini terlaksana dengan baik,” kata Kartini kepada Radar Sulteng.

Untuk kegiatan bazar sendiri, dia menambahkan, diikuti oleh para peserta yang berasal dari pengurus DPC APJI Sulteng dan berasal dari masing-masing kabupaten dan kota yang ada di provinsi Sulawesi Tengah.

‘’Ada peserta dari kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi dan lainnya,” urainya dan sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate mewakili gubernur Sulawesi Tengah, dalam sambutan secara resmi sebelum membuka kegiatan lomba menggoreng pisang, lomba menata tumpeng dari kue tradisional, dan kegiatan Bazar yang diadakan oleh pengurus APJI Sulteng, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, karena kegiatan ini dirancang dalam rangka untuk mengenal ciri khas makanan tempo dulu.

‘’Dengan berbagai makanan yang ditampilkan baik dari bazar maupun penataan tumpeng melalui kue tradisional,” jelasnya.

Dari hasil pantauan Radar Sulteng, untuk lomba menggoreng pisang sendiri, pesertanya diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate, wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah Muharam Nurdin, dan sejumlah pejabat lainnya, dengan jumlah peserta lomba menggoreng pisang sebanyak 12 orang.

Sementara untuk lomba menata tumpeng dari kue tradisonal, peserta terdiri dari anak-anak sekolah, dengan tujuan untuk mengenal makanan-makanan ciri khas tempo dulu.

Selain itu,  untuk kegiatan Bazar sendiri, para pesertanya berasal dari pengurus DPC APJI Sulteng dari kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Tengah, seperti dari Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan lainnya.(zal)

 

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.