Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Memajukan Sulteng dari Sisi Pemberdayaan Kehutanan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Salah seorang tokoh masyarakat Sulteng, Hasanudin Mangge, berbagi kiat dalam menyiasati perekonomian dan kehidupan kemasyarakatan terutama dalam mengentaskan kemiskinan. Kepada Radar Sulteng, Hasanuddin mengemukakan pendapatnya. Bahwa untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Sulteng ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, mewujudkan industri hilir hasil pangan dan hasil hutan Sulteng disetiap kecamatan di Sulawesi Tengah. Asumsinya satu industri menampung 300-500 orang tenaga kerja, maka dikalikan jumlah kecamatan di Sulteng, 100 kecamatan dikali 500 sama dengan 50 ribu orang.

Di hilir kalau diproyeksikan ke hulu hasil produksi bahan baku indutri rata-rata satu kecamatan 1.000 orang, maka 100.000 orang yang bekerja diatasi sudah 150.000 ribu orang tenaga kerja di Sulteng yang menganggur diatasi.

“ Berarti kemiskinan di Sulteng teratasi minimal 60 persen dari angka kemiskinan di Sulteng. Pertanyaannya, bagaimna bisa mewujudkannyanya. Hal ini tidak seperti semudah membalikan tangan, adalah mustahil bisa diwujudkan harus ada peran pemerintah dalam dalam hal ini Gubernur Sulteng H. Rusdi Mastura seiring dengan visi misinya one desa one komodity, “ paparnya. Menurut Hasanudin, ini sangat strategis.

Kedua, Gubernur harus membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pertumbuhan ekonomi berbasis industri hilir di setiap kecamatan, termasuk di dalamnya moratorium bahan baku industri dan setengah jadi keluar Sulteng untuk memenuhi industri hilir di setiap kecamatan.

Ketiga, Gubernur harus bergandeng tangan dengan perguruan tinggi di Sulteng dalam rangka wacana ini, terutama menentukan wilayah komuditi masing-masing kecamatan bila satu kemuditi satu industri maka minimal ada 100 macam komoditi kebutuhan bahan baku industri hilir di Sulteng.

“ Orientasi eksport dan konsumsi dalam negri, bukan hanya berfikir kebutuhan ibu kota negara baru di Kaltim, dan tidak lagi impor tenaga kerja dari China semementara saudara kita menganggur yang terjadi di Morowali, “ ungkapnya.

Keempat, untuk mewujudkan semua ini kita semua komponen masyarakat bermusyawarah sepakat soal program Gubernur Sulteng. Kelima, Gubernur segera mengundang seluruh Bupati di Sulteng membahas dan mengsinergikan program Kabupaten dan Provinsi Sulteng, diwujudkan dengan kesepakatan bersama mewujudkan industri di setiap kecamatan di Sulteng. Sehingga Sulteng maju, sejahtera, terbebas dari kemiskinan dan penggangguran.

“ Seandainya Kabupaten Buol welcome dengan investasi tanpa mengesampingkan aspek lingkungan, saya yakin Kabupaten Buol akan lebih baik dan maju dari sekarang. Kepentingan ekonomi dan ekologi harus bisa berjalan berbarengan dan bersinergis. Bukan lagi saatnya berfikir kepentingan, ekonomi lebih penting daripada kepentingan ekologi. Begitu juga sebaliknya. Saatnya sekarang berfikir bagaimana Sulawesi Tengah yang kaya dengan SDA bisa mensejahterakan rakyatnya tanpa mengorbarkan lingkungan. Mari berbuat untuk Sulteng yang maju dan sejahtera, bebas dari kemiskinan hingga pengangguran, ” pungkas Hasanudin Mangge.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.