Melihat Upacara Padungku Poso, Kuatkan Silaturahmi Sesama Warga

- Periklanan -

RAMAI, warga masyarakat Poso di wilayah Kecamatan Poso Kota Bersaudra yakni Poso Kota, Poso Kota Utara, Poso Kota Selatan, dan juga Kecamatan Lage melakukan pesta panen Padungku, pertengahan bulan November 2020 yang lalu. Belum lama berselang yah. Perayaan tahunan yang dibuat sehabis masa panen hasil bumi tersebut membuat ramai suasana di empat wilayah kecamatan saling bertetangga tersebut.
 
Pesta panen Padungku merupakan ungkapan syukur dan kegembiraan para petani atas hasil panen yang diperoleh. Meski pada awalnya dulu padungku hanya dibuat masyarakat petani, tapi seiring perkembangan zaman, sekarang budaya khas Poso ini juga dilaksanakan luas masyarakat dengan ragam profesi.

Menu khas dari pada gelar pesta panen padungku adalah nasi jaha alias nasi bambu. Jenis makanan ini selalu ada di sajikan diatas meja makan bersama dengan masakan lain berupa sayur, lauk dan buah segar untuk dikonsumsi oleh setiap tamu yang datang berkunjung. Layaknya hari raya keagamaan, di momen padungku pun tersaji aneka jenis kue kering dan basah.

“Ciri khas padungku ini juga ada sajian halua yaitu cemilan kacang dibalut gula merah,” kata Papa Rio (52), warga Poso Kota Selatan. 

Masih disebutnya, bahwa padungku rutin digelar setiap tahun sehabis masa panen sebagai ungapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seiring berjalannya waktu padungku dirayakan oleh masyarakat dengan beragam profesi termasuk ASN.

“Kalau dulu yang bikin padungku itu cuma petani. Tapi sekarang so semua. Biar pegawai so ba bikin juga,” kata Opa Kede (70), tokoh masyarakat Poso Kota.

Dia berharap pesta panen Padungku bisa terus dijaga, dikembangkan dan dilestarikan sebagai sebuah warisan budaya nenek moyang. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang diperoleh, pesta padungku juga bisa menjadi momen silaturahmi antar warga masyarakat, dan pada akhirnya pasti menjadi kekayaan budaya di Poso.

“Banyak sekali nilai positif dari budaya padungku ini. Selain sebagai ungkapan syukut pada Tuhan, kita juga bisa makin mempererat silaturahmi dengan sesama. Karena di padungku ini masyarakat Poso yang multi budaya dan agama ini saling bertemu dan berkumpul,” ujar Opa Kede. 

- Periklanan -

Pantauan di lapangan, pesta panen padungku di PPS cukup ramai. Semua rumah warga tampak merayakannya dengan menyiapkan hidangan inuyu dan masakan siap santap lain untuk para tamu. Tamu yang datang berpadungku berasal dari hampir seluruh lenjuru Poso. Baik dari Pesisir maupun dari Pamona.

Menurut David, warga Pesisir, biaya yang harus dikeluarkan untuk menggelar padungku bisa lebih besar dari pada untuk merayakan hari raya keagamaan dannatau tahun baru. Salah satu sebabnya karena banyaknya tamu yang datang dan tidak semua kampung/desa dan kecamatan merayakan atau membuatnya.

“Kalau Natal itu kan serentak semuanya bikin. Tapi kalau ladungku ini tidak. Buatnya berjadwal dan bergilir. Disitulah mengapa budget padungku itu bisa lebih besar,” ujarnya. 

Pesta panen Padungku merupakan ungkapan syukur dan kegembiraan para petani atas hasil panen yang diperoleh tahun ini. Gelar pesta panen padungku ditandai dengan sajian makanan khas bernama Inuyu alias nasi bambu alias nasi jaha. Pada momen padungku, inuyu disajikan bersama menu masakan lain untuk dikonsumsi bersama oleh setiap tamu yang datang berkunjung.

“Padungku ini rutin digelar setiap tahun sehabis masa panen sebagai ungapan rasa syukur kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Ngkai Pima (60), sesepuh warga di PPS. “Pesta Panen Padungku ini perlu terus dijaga, dikembangkan dan dilestarikan sebagai sebuah warisan budaya nenek moyang,” tambahnya berharap.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang diperoleh, pesta padungku, sebut Marten (52), warga PPS lain, juga bisa menjadi momen silaturahmi antar warga masyarakat, dan pada akhirnya pasti menjadi kekayaan budaya di Poso. “Banyak sekali nilai positif dari budaya padungku ini. Selain mendekatkan diri pada Tuhan, kita juga bisa makin mempererat silaturahmi dengan sesama,” ujar dia.

Pantauan dilapangan, pesta panen padungku di PPS cukup ramai. Semua rumah warga tampak merayakannya dengan menyiapkan hidangan inuyu dan masakan siap santap lain untuk para tamu. Tamu yang datang berpadungku berasal dari hampir seluruh Poso. Menurut warga, setelah di PPS, gelar padungku akan dirayakan pula di wilayah kecamatan lain.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.