Melihat Perumahan Korea di Bumi Roviga Tondo

- Periklanan -

Gerbang PaluGreen View,lengkap dengan tulisan Koreanya. (Foto: Mugni Supardi)

TAK bisa dipugkiri, perkembangan pembangunan perumahan atau biasa dikenal dengan sebutan perumahan BTN di Kota Palu, terbilang pesat dan sudah sangat banyak alias bisa ditemui di sejumlah wilayah Kota Palu. Namun, berbeda dengan salah satu perumahan yang terletak di Bumi Roviga, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Perumahan yang satu ini, dibangun oleh investor dari Korea.

LAPORAN : Suriyanto H Pasangio


TEPATNYA pada Senin (6/2), sekitar pukul 11.00, cuaca terlihat begitu bersahabat. Bole dikata panas terik matahari tidak begitu menyengat, Radar Sulteng tiba di gerbang warna biru dan bertuliskan Perumahan Palu Green View, yang terlihat disertai dengan tulisan Korea.

Setelah melewati jarak tempuh hampir satu kilo lebih, dari Jalan Untad I untuk menelusuri Jalan Bukit Dadulako, menuju perumahan yang dibangun beberapa tahun silam, media ini pun langsung bergegas memasuki lokasi perumahan yang dibangun oleh investor dari Korea.

Kurang lebih jarak lima meter setelah meninggalkan gerbang perumahan tersebut, lokasi perumahan pun terlihat sepi atau tanpa ada aktifitas sama sekali. Bahkan juga, terdapat ada sekitar puluhan petak rumah yang telah dibangun dan telah terhiasi dengan kombinasi cat warna putih abu-abu, dan cream, terlihat tak berpenghuni.

- Periklanan -

Selain itu, juga ada bangunan beberapa petak perumahan yang belum rampung pekerjaannya. “Perumahan ini sudah terbengkalai. Dan tidak ada lagi aktifitas (pekerjaan pembangunan rumah) di lokasi itu,” kata salah seorang warga yang kalan itu tengah menggembala hewan peliharaannya, di lokasi perumahan Korea tersebut.

Sama hal-nya dijelaskan oleh Kepala Seksi (Kasi) Trantib dan Kebersihan Lingkungan Kelurahan Tondo, Mursidin Siraj. Mursidin mengatakan, bahwa fakumnya aktifitas pembangunan perumahan Korea tersebut, terbilang telah berlangsung cukup lama. “Saat ini tidak ada lagi aktifitas para investor dari Korea itu, setelah dibangun tiga tahun silam,” jelasnya, di temui di kantornya.

Menurut informasi yang dia dapatkan, terangnya, bahwa tidak beroperasinya lagi pembangunan perumahan berlebel Korea tersebut, dikarenakan kehabisan anggaran. “Katanya, ada anabuahnya yang bawa lari uang untuk pembangunan perumahan itu,” tuturnya.

Terkait luas lokasi milik warga yang telah dialihkan ke pihak investor Korea tersebut, dia mengaku, tidak mengetahui dengan pasti berapa persis luasnya. “Lokasi pembangunan memang milik warga. Tapi sudah diganti rugi oleh pihak investor,” cetusnya.

Ditanya lebih jauh mengenai proses pembangunan perumahan tersebut, apakah hingga kini tidak meninggalkan masalah, pihaknya mengaku sejauh ini belum ada keluhan yang diterimanya. “Hanya sebelumnya, pernah bermasalah, yaitu terkait ganti rugi lahan warga yang digunakan untuk pembangunan perumahan itu,” ucapnya.

Kalau mengenai izin pengoperasian investor Korea di wilayah LIK tersebut, pihaknya tidak mengetahui lebih jelas. “Lurah yang tau pasti soal izinnya,” pungkasnya.(*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.