alexametrics Melayani Sulteng dengan HatiHari ini, Setahun Rusdy Mastura – Ma’mun Amir – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Melayani Sulteng dengan Hati
Hari ini, Setahun Rusdy Mastura – Ma’mun Amir

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU, Radarsulteng.id – Hari ini, Kamis, 16 Juni 2022 genap setahun Gubernur Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir dilantik Presiden RI Joko Widodo di istana.
Hanya keluarga dekat yang dapat melihat prosesi pelantikan akibat masa pandemi saat itu.
Momen jabat tangan, Presiden Jokowi menyelipkan sebuah pesan yang hingga kini diingat gubernur, ‘’Pak Rus tangani pandemi ya. Selamat,’’ tutur gubernur menirukan ucapan orang pertama di Indonesia, sebagaimana disarikan Tenaga Ahli bidang Komunikasi Publik.
Gerak cepat dilakukan duet dua tokoh Sulteng sepulang dilantik di Jakarta.
Mengumpulkan birokrasi dan meminta recofusing anggaran APBD untuk penanganan Covid 19 dan dukungan anggaran percepatan penanganan rehabilitasi pasca bencana alam 28 September 2018 lalu.
‘’Ada alokasi anggaran silfa di APBD, saya perintahkan saat itu segera berikan dengan proporsional ke percepatan penanganan pengungsi dan rehabilitasi. Dukung pemulihan Poso kepada aparat dan pusatkan perhatian ke penanganan pandemi. Perintah saya jelas,’’ ujar gubernur saat ditemui di rumah jabatan.
Berapa plafon ke percepatan penanganan bencana? Untuk Kota Palu sebesar Rp37 miliar. Rp10 miliar untuk pembebasan lahan di Petobo dan Rp27 miliar untuk pembebasan lahan di sekitar lingkar pembangunan Jembatan IV yang baru akan dibangun oleh JICA.
Sedangkan untuk Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi sebesar Rp12, 150 miliar, Kabupaten Sigi Rp6 miliar, untuk penanganan SPAM Rp2,6 M dan untuk pematangan pahan oleh Dinas Bina Marga Rp3,5 miliar. ‘’Itu gerak cepat pertama kami dengan Pak Wagub lakukan. Kemanusiaan di atas kepemimpinan itu literasi mengajarkan,’’ kata Cudy, sapaan akrab gubernur yang mengaku memiliki koleksi buku 3 ribuan di perpustakaan mininya.

Langkah kedua; dirinya berkoordinasi dengan pimpinan TNI dan Polri di Sulteng terkait penanganan pasca konflik kemanusiaan Poso. ‘’Pemprov langsung memberikan atensi. Harus ada dukungan daerah. Kita mendukung Pak Danrem dan Pak Kapolda. Kita atensi. Tidak maju kalau masih ada image kurang stabil di daerah. Investasi pikir panjang,’’ celetuknya tanpa menyebut berapa besar atensi Pemprov ke TNI/Polri.
Kata Gubernur Cudy, Sulteng mesti keluar dan menjemput perubahan. Disrupsi tehnologi sudah di depan jari – jari. Di satu sisi APBD kita tak mendukung. ‘’Saya tak malu minta dukungan Kemeninfo. Maka ada Smart Village. Langsung direspon. Sekarang dari 1.842 desa di Sulteng sudah terjangkau tehnologi internet 942 desa. Sisa 850 desa akan disegerakan tahun depan. Kalau desa sudah terjangkau internet maka BumDes akan mudah akses informasi perkembangan usaha dan ekonomi yang tepat dilakukan. Warga desa akan smart,’’ jelasnya.
Bantuan Tunai setiap kepala keluarga sebesar Satu juta rupiah. Wujud tunai Pemprov mengakselerasi tajam ke penanganan kemiskinan ekstrem. Diakui Cudy, bantuan tunai yang disiapkan tahap awal menjelang lebaran idul fitri baru untuk 10 ribu warga miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan dari pusat. Dan direncanakan Desember 2022 kembali akan digelontorkan Rp19 miliar untuk 19 ribu warga miskin di Sulteng.

Tak sampai disitu. Gubernur menyadari beban berat usai dilantik sangat komplek. Semua prioritas. Di depan masih 13 % orang miskin di Sulteng. Di samping kanan pandemi korona. Samping kiri belum tuntas sepenuhnya Poso. Melihat ke belakang kemampuan keuangan daerah hanya Rp4 triliun setahun. Pendapatan asli daerah tak sampai satu triliun rupiah.
‘’Terus terang beban sangat berat. Saya sudah berjanji depan Allah SWT saat dilantik. Saya sudah berjanji depan rakyat ketika kampanye. Harus out off the book. Tidak bisa duduk dan menunggu uang jatuh dari pusat. Itu bukan gerak cepat. Saya jalanlah ke semua kantor kantot menteri. Saya katakan Sulteng kaya SDA kalian mau apa? Rakyat saya harus sejahtera,’’ tutur Cudy dengan bibir bergetar menahan emosinya.

Gayung bersambut. Bank Rakyat Indonesia lewat KUR siapkan plafon Rp5 triliun untuk kredit usaha rakyat (KUR). Ditekenlah memorandum of understanding (MoU). Bunga hanya 3 %. Awal Tahun 2022 digelontorkan Rp2,5 triliun. Sampai Desember 2022 sisanya Rp2,5 triliun.

‘’Akibat KUR yang masif usaha kecil menengah bergerak. Saya evaluasi terus sampai dimana. Saya ingin memastikan apakah KUR ini bisa memberi daya ungkit pergerakan ekonomi UMKM. Ternyata ada penurunan kemiskinan satu persen. Dari 13 menjadi 12. Artinya kalau ekonomi rakyat di bawah bergerak menghadapi pandemi dan pasca bencana pasti daya ungkit perekonomian daerah tumbuh kembali. Variabel itu menjelaskan kemiskinan akan menurun,’’ jelas gubernur lagi.

Kerja hari ini tidak semuanya akan dapat dilihat hasilnya setahun ini. Ada beberapa program prospektif butuh rentang kendali waktu dan keseriusan. Apa itu? ‘’Meningkatkan fiskal daerah. Mengajak investor investasi. Tidak sim salabim. Tapi langkah langkah prospektif tahun depan bisa dirasakan. Kita memiliki nikel, kita miliki emas, kita memiliki sumber daya alam yang kaya. Dulu Kalimantan incaran dunia karena batu bara. Tapi sekarang adalah Sulawesi. Utamanya Sulteng. Semua sedang berjalan. Target saya PAD tidak lagi 800 atau 900 miliar saja. Harus satu triliun ke atas 2023,’’ tegas Cudy.

Tanggal 14 Juni lalu, adalah puncak setahun dirinya menemui semua menteri kabinet Jokowi. Terakhir adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Tujuannya bahwa pertanian adalah 1000 kali emas masa depan. Dunia sedang ketakutan menghadapi krisis pangan. Sulteng mesti menyiapkan dengan segera perintah Presiden Jokowi Kawasan Pangan Nasional (KPN) sebagai proyek strategis nasional.

Hari ini, 16 Juni 2022, kata gubernur akan ada tim tehnis Menko Marves meninjau lokasi KPN di Desa Talaga Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala seluas 1.132 hektare. Tujuannya untuk menyiapkan langkah awal peresmian presiden. ‘’Dengan adanya KPN petani sekitar akan sejahtera. Akan ada pertanian yang tak panen musiman. Ada klaster klaster hortikultura. Dampelas masih memiliki sembilan ribuan lagi lahan yang siap digarap. Di atas KPN akan ada spot wisata danau namanya Danau Talaga. Ini akan mendorong dunia pariwisata. Infrastruktur akan diintervensi dana pusat. Kita akan memiliki banyak keuntungan akses jalan terbuka dan ini mempercepat investasi. Ini upaya saya setahun. Belum lagi kawasan industri maritim halal di Banggai Laut. Arahan Bapak Wapres sudah kami siapkan awal lahan 50 hektare. Kekayaan laut Balut Bangkep dan Banggai triliunan keluar,’’ cerca gubernur.

Diakui gubernur, dirinya juga masih ada kekurangan. Ada masalah. Ada budaya yang belum mendukung. Utamanya birokrasi yang diharapkan menjadi birokrasi interpreneur. ‘’Membangun birokrasi yang respek pada budaya budaya baru. Perubahan perubahan baru memang tidak cukup setahun. Misalnya soal izin atau rekomendasi atau apapun. Kenapa kalau bisa selesai seminggu mesti sampai tiga minggu. Kepastian aturan. Itu paling investor hindari. Belum lagi budaya birokrasi yang kurang paham dengan visi misi pemerintah. Asal mau jabatan tapi tidak paham kewajiban,’’ tuturnya dengan nada lirih dengan raut wajah sedih.

Ia tak menampik beberapa masalah soal promosi eselon III dan IV lalu hingga berbuntut munculnya investigasi. Gubernur Cudy mengaku bahwa itu fakta birokrasi belum sepenuhnya memahami sebuah makna reformasi. ‘’Kalau paham makna reformasi tidak akan ada birokrasi yang tidak paham dirinya sendiri. Reformasi birokrasi itu melayani. Siap menjadi pelayan publik. Bukan rebutan jabatan macam – macam. Saya tegas ! Tidak bisa ikut lari dalam gerbong gerakan cepat dan tuntas maka akan ditinggal. Saya tidak takut ! Saya copot macam – macam !,’’ tegas Cudy dengan mimik serius.

Tenaga Ahli gubernur, disebutnya adalah mitra transisi percepatan reformasi birokrasi yang dia maksudkan.
Dirinya membutuhkan kecepatan dan tepat menyasar seluruh pemangku kepentingan untuk mengejar taget pembangunan.
‘’Makanya saya miliki tenaga ahli. Mereka teman saya berfikir, bergerak bersama sama mesin birokrasi. Biar cepat. Biar tuntas. Tidak habis di rapat rapat saja. Rakyat di luar tanya apa hasilnya? Tidak mungkin saya jawab masih rapat ! Anies di DKI saja ada TGUPP. Di Jatim juga ada. Di Sulsel juga ada. Tujuannya agar orang orang di luar birokrasi yang expert atau ahli itu masuk kolaborasi,’’ tandas gubernur.

”Sulteng ini sangat kaya. Tapi masih banyak rakyatnya belum sejahtera. Ini tugas mulia Allah ke saya. Insya Allah ini adalah jalan lurus Shirotol mustaqim saya nanti di Akhiraat. Itu makna Rusdi dalam Islam adalah penunjuk jalan lurus, cerdik,”demikian  quote Rusdy Mastura, Gubernur Sulawesi Tengah. (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.