Melahirkan Bayi Perempuan di Gerbong Kereta Api

- Periklanan -

MENEGANGKAN: Seorang penumpang melahirkan di gerbong kereta api Dhoho Penataran (kanan). Foto kiri, bayi yang dilahirkan penumpang tersebut digendong petugas kereta. (Foto: Achmad RW/Radar Jombang)

NGANJUK – Kejadian mengejutkan berlangsung di Stasiun Jombang Rabu siang (4/1). Seorang ibu melahirkan bayi perempuan di kereta api Dhoho Penataran dalam perjalanan dari Krian, Sidoarjo menuju Kertosono, Nganjuk.

Kejadian itu sempat membuat suasana di Stasiun Jombang menjadi ramai. Banyak penumpang KA yang berkerumun menyaksikan langsung kejadian tersebut. Namun, berkat kesigapan petugas di Stasiun Jombang, akhirnya bayi lahir dengan selamat.

Kejadian itu bermula saat penumpang atas nama Sukesih dan suaminya, Heru Efendy, serta anak kecil perempuannya menaiki kereta Dhoho Penataran dari Stasiun Krian menuju Kertosono. ’’Dari tiketnya, mereka memang berangkat dari Krian ke Kertosono. Tapi, dia berkata mau ke Papar, Kediri,’’ jelas Sutrisno, kepala Stasiun Jombang, sambil menunjukkan bukti karcis suami istri itu.

Perjalanan semula terasa biasa saja hingga tiba di wilayah Sumobito, Jombang. Sukesih, sang ibu, yang mengandung tersebut merasakan kontraksi hebat seperti akan melahirkan. Seketika, beberapa petugas dan kru kereta melaporkan kejadian itu kepada kepala Stasiun Jombang untuk segera menyiapkan tindakan lebih lanjut.

’’Karena laporan tersebut dan kereta memang berhenti di Stasiun Jombang, kami berusaha menelepon ambulans dan meminta bantuan medis selain menyiapkan bantuan di stasiun,’’ katanya.

- Periklanan -

Namun, kenyataan berkata lain. Bantuan medis tak kunjung datang. Padahal, kelahiran bayi tak bisa ditunda. Sukesih akhirnya terpaksa melahirkan bayinya di kereta itu. ’’Sambil menunggu datangnya ambulans, bayinya ternyata sudah lahir di kereta. Bayi tersebut lahir pukul 14.05,’’ ungkapnya.

Untung, ada tenaga medis yang bisa membantunya di stasiun dalam kondisi darurat. ’’Ada salah seorang tenaga CS kami yang lulus dari kebidanan. Dialah yang membantu persalinannya. Waktu itu, persalinannya darurat karena alatnya pun seadanya,’’ ucapnya.

Meski darurat, persalinan berlangsung lancar. Hingga kini, ibu dan anak tersebut dirawat di ruang P4 Ponek RSUD Jombang dengan penanganan tenaga medis. ’’Alhamdulillah bayi dan ibunya selamat hingga dibawa ke RSUD Jombang. Saya juga ikut mendampingi kok. Sebab, kelahirannya memang terjadi di stasiun,’’ ujarnya.

Dia mengakui pula, akibat kejadian itu, Kereta Dhoho harus berhenti lebih lama di Stasiun Jombang karena menunggu persalinan tersebut. ’’Prosesnya tadi berlangsung 15­–20 menit. Semua lancer. Cuma, kereta tadi memang sempat terhenti di Stasiun Jombang beberapa saat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Heru, sang suami, menyatakan kaget. Sebab, selama dia memeriksakan kandungan istrinya, tenaga kesehatan memprediksi bayi lahir sebulan ke depan. ’’Saya juga kaget. Sebab, polindes memperkirakan kandungan masih 8 bulan, baru jalan 9 bulan ini,’’ jelas Heru.

Meski mengaku bahagia karena putrinya lahir dengan selamat, dia belum mempersiapkan nama untuk putri keduanya tersebut. ’’Saya belum sempat menyiapkan nama. Mungkin beberapa hari lagi,’’ katanya diiringi raut bahagia.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, putri pasangan asal Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, tersebut belum bisa ditemui karena masih dirawat intensif. ’’Masih belum bisa ditemui adik bayinya. Sebab, masih ada penanganan lebih lanjut,’’ ungkap salah seorang perawat di ruang Ponek RSUD Jombang.(jpg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.