MDMC Sulteng Banyak Diisi Kader-Kader Muda

- Periklanan -

IST
DISUMPAH – Prosesi pengukuhan Pengurusan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhamadiyah Disaster Management Center (MDMC) PW Muhamamdiyah Sulteng, di Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Palu, Rabu (12/12).

PALU – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan restrukturisasi Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (mdmc). Pengurus baru, Rabu (12/12) dikukuhkan oleh Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, Muh Rum Lataru SH MH.

Pengukuhan dilaksanakan di aula FKIP Unismuh Palu. Disaksikan langsung ketua mdmc Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan ST, serta jajaran pengurus Muhammadiyah lainnya.

Struktur kepengurusan yang dikukuhkan tersebut, merupakan restrukturisasi dari struktur kepengurusan sebelumnya. Ketua mdmc PW Muhammadiyah Sulteng, Moh Misbahuddin SPd, mengatakan bahwa restrukturisasi dilakukan dengan penambahan kader-kader muda dalam struktur.

“Hal ini dilakukan, karena langkah-langkah penanggulangan bencana, sejatinya membutuhkan spirit dan kontribusi dari kader-kader muda, agar dapat berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Lanjut Misbah, sapaan akrabnya, pasca pengukuhan ini, pihaknya akan melaksanakan rapat kerja dengan pengurus MDMC di tingkat kabupaten/kota. Hal ini dilakukan dalam rangka pemantapan struktur, sekaligus merancang langkah-langkah strategis kedepannya.

- Periklanan -

“Malam sebelum pengukuhan ini, teman-teman bersama pihak mdmc pusat, juga turun untuk melakukan upaya penanggulangan bencana banjir yang terjadi di Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Ketua mdmc Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan, dalam sambutannya setelah prosesi pengukuhan, mengatakan, jajaran MDMC di seluruh daerah khususnya di Sulteng, telah mendapat banyak pelatihan secara langsung di lapangan, dengan melakukan penanggulangan bencana pasca bencana 28 September 2018. Bencana yang ada kata dia, merupakan bentuk pelatihan yang nyata bagi MDMC, di mana menurutnya, setiap pelatihan akan meningkatkan kapasitas diri.

“Saya juga berharap, mdmc PW Muhammadiyah Sulteng kedepan dapat bekerjasama dengan lembaga otonom Muhammadiyah lainnya, serta dengan lembaga lainnya yang fokus pada penanggulangan kebencanaan, seperti Basarnas dan BNPB,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, Hadie Sutjipto SAg, MpdI, berharap, dengan dikukuhkannya struktur pengurus MDMC PW Muhammadiyah Sulteng ini, dapat menjadi pionir lembaga non pemerintahan dalam hal penanggulangan bencana di Sulteng.

Kehadiran mdmc PW Muhammadiyah Sulteng kata dia, harus mampu menyamai bahkan melebihi pencapaian mdmc pusat, yakni penghargaan ormas di bidang penanggulangan kebencanaan tahun 2018 oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Sebenarnya tidak perlu lagi dikukuhkan, karena mereka-mereka ini sudah bekerja sejak awal bencana 28 September lalu. Namun, pengukuhan ini dipandang penting, karena tugas-tugas penanggulangan bencana memang membutuhkan sistem organisasi yang baik,” tutupnya. (*/hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.