Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Masyarakat Optimis Geowisata Mampu Tingkatkan Ekonomi Lokal

PALU-Masyarakat menyambut baik upaya Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mengangkat wisata minat khusus, Geowisata di Sulteng khususnya Palu, Sigi, dan Donggala. Sambutan baik masyarakat ini terungkap saat Familiarization Trip atau biasa disebut Famtrip yang dilaksanakan di Kota Palu hingga Kabupaten Sigi, kemarin (1/11).
CEO Agta Mandiri Travel, Agam menyebut, meski belum memiliki peminat yang cukup banyak namun berdasarkan insting bisnisnya potensi wisata minat khusus Geowisata bakal memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat lokal khususnya pelaku travel.

“Potensinya (Geowisata) cukup baik. Kami sudah lakukan satu rute dulu pascabencana. Cuma kami baru tahu istilahnya disebut Geowisata. Dulu kami sebutnya wisata likuifaksi dan peminatnya lumayan,” kata Agam kepada Radar Sulteng.

Diangkatnya Geowisata bakal meningkatkan ekonomi masyarakat lokal juga diyakini Mariam, salah satu warga Desa Pewunu, Kabupaten Sigi yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi sesar Palu-Koro di Desa Pewunu. Mariam mengungkapkan pascabencana, banyak orang yang datang ke Desa Pewunu untuk melihat secara langsung jalan yang bergeser sejauh 5,52 meter akibat aktifitas sesar Palu-Koro. Melihat kondisi itu, Mariam mengungkapkan ke depan dia akan membuat makanan atau pun minuman khas yang penamaannya dikaitkan dengan sesar Palu-Koro.

“Karena sudah banyak orang yang datang ke sini. Kalau saya rencana mau jual minimal Palu-Koro atau kue bergeser. Nantilah dicari namanya yang bagus supaya jadi oleh-oleh tiap orang kalau datang ke sini,” jelasnya.

Kepala Bidang Promosi Dispar Sulteng, Nurhalis mengungkapkan, pelaksanaan Famtrip ini adalah bagian dari upaya Dispar Sulteng untuk memperkenalkan wisata minat khusus Geowisata kepada masyarakat luas. Pada pelaksanaan Famtrip ini lanjutnya juga dilibatkan travel lokal yakni Agta Mandiri Travel dan AS Travel sehingga dapat melihat langsung potensi dan peluang wisata minat khusus Geowisata. Selain itu, Dispar Sulteng juga mengikutsertakan tiga influencer ternama dari Jakarta sehingga promosi Geowisata Sulteng bisa tersebar luas tidak hanya di Indonesia timur melainkan hingga ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

DI BALAROA : Peserta Famptrip Geowisata saat berada di Balaroa yang merupakan salah satu lokasi likuifaksi. (FOTO : SAFRUDIN/RADAR SULTENG)

“Kalau promosi seperti ini pasti tidak akan cukup. Makanya kami libatkan travel agar berinovasi membuat paket wisata Geowisata dan dikemas sedemikian rupa sehingga baik wisatawan nusantara atau wisatawan mancanegara tertarik. Karena potensi kita untuk Geowisata sangat bagus,” jelasnya.

Komunikasi yang baik antar bidang di Dispar Sulteng juga menjadi hal positif untuk mendukung Geowisata. Sekadar diketahui bahwa Famtrip yang dilaksanakan kali ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pelatihan pemandu wisata alam Geowisata yang baru saja selesai dilaksanakan Bidang Pengembangan Kelembagaan Dispar Sulteng. Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan, Dra Hj Ulfa Nilawaty MSi menyampaikan, setelah dilakukan pelatihan kepada pemandu wisata alam Geowisata, saatnya dilanjutkan dengan mempromosikan Geowisata.

“Pelatihan pemandu wisata Geowisata sudah selesai kami laksanakan. Dalam pelatihan itu, tidak hanya memberi teori tapi mereka kami terjunkan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi riil dan mampu menjadi pemandu Geowisata sehingga dapat memandu wisatawan secara baik dan profesional,” tutup Ulfa Nilawaty. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.