PERISTIWASULTENG

Masyarakat Diminta Waspadai Pinjaman Online

SERAHKAN : Anggota Komisi XI DPR RI, H. Muhidin Moh. Said menyerahkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Duyu Palu Barat, disaksikan Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar, dan Waket I DPRD Sulteng H. Moh Arus Abd Karim, Jumat (22/4).(FOTO : MUCHSIN SIRADJUDIN/RADAR SULTENG)
Melihat

PALU-Penyuluhan ekonomi kerjasama antara anggota Komisi XI DPR RI, H. Muhidin Moh. Said, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus juga memberikan secara langsung bantuan berupa sembako, yang isinya diantaranya minyak goreng, susu, gula pasir, kecap, dan mentega. Semua bantuan yang disalurkan sembakonya berkualitas.

Pada kesempatan penyuluhan kali ini, dihadiri oleh Wakil Ketua (Waket) I DPRD Sulteng, H. Moh. Arus Abd Karim, Kepala OJK Sulawesi Tengah (Sulteng) Gamal Abdul Kahar bersama tim, dan tim kerja H. Muhidin Said, yaitu Salihudin, Herman, Muhlis U Aca, dan Wahid Tarim, hingga 300 peserta penyuluh yang merupakan masyarakat Kelurahan Duyu Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat (22/4).

Anggota Komisi XI, pada saat memberikan penyuluhannya, mengatakan kehadiran sebagai anggota DPR RI, dalam rangka memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“ Kami bertanggungjawab, karena Komisi XI ini adalah Komisi Keuangan sebagai mitra dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, seluruh lembaga bank dan non Bank. Untuk menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), “ papar H. Muhidin Said.

Muhidin juga menjelaskan, situasi saat ini dunia internasional masih diliputi wabah pandemik Covid-19. Artinya, penyakit mematikan ini masih becokol dan belum hilang sama sekali, meski trendnya sudah melandai. Karenanya, kita berdoa dan berharap pandemik ini segara hilang.

“ Kita hadir disini masih dalam situasi pandemik Covid-19. Kita tetap dianjurkan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker, “ kata H. Muhidin.

Menurutnya, masih dalam situasi wabah Covid-19 ini pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemulihan kembali ekonomi secara nasional.
Komisi XI bersama mitranya telah melakukan berbagai kegiatan untuk menangani dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai programnya. Dengan dana hampir Rp 2.000 triliun telah digelontorkan oleh pemerintah untuk mendampingi masyarakat.

“ Banyak kegiatan-kegiatan kita yang dilakukan untuk masyarakat kita, salah satunya adalah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat seperti yang kita gelar hari ini. Hal ini dilakukan, semata-mata untuk meringankan beban hidup di berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat, “ ucap Muhidin.

Menurut Muhidin kegiatan penyuluhan yang digelar ini sangat bermanfaat, yang akan dijelaskan secara teknis oleh Kepala OJK Sulteng. Tentang petunjuk praktis pemulihan ekonomi, diantaranya pemanfaatan Kredit Untuk Rakyat (KUR) dan berbagai pinjaman. Namun, saat ini trend pinjaman juga sudah merambah dengan peminjaman berbasis online (Pinjol).

Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar dalam penjelasannya memaparkan secara panjang lebar tentang pinjol tersebut. Namun, dia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dengan pinjol-pinjol illegal. Sebab saat ini pinjol tumbuh begitu pesatnya, bagaikan jamur tumbuh di musinm hujan.

“ Olehnya pada kesempatan ini akan kami jelaskan bagaimana kegiatan peminjaman online. Sebab tidak semua pinjaman online itu resmi (legal). Ada juga pinjol yang illegal (tidak resmi, tidak diakui pemerintah, red) dan saat ini sudah kami tutup. Kini yang tersisa dari pinjol yang legal atau pinjol resmi tinggal 102 pinjol saja, “ terang Gamal.

Iapun mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dengan penawaran-penawaran yang menggiurkan dari pinjol illegal itu. Apalagi pinjol sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, tidak memiliki rumah atau kantor. Tetapi kantornya hanya ada di handphone (HP) bapak ibu. Disitu kiprah pinjol dimulai dan bekerja.

“ Namun hati-hati dengan pinjol illegal ini. Penawarannya dan rayuannya sangat luar biasa. Ada di aplikasi Youtube, ataupun di media sosial (medsos) yang lain. Bahkan, ada yang berani menggunakan jasa artis sebagai prublik figur, memancing audiens, sehingga masyarakat biasanya terpengaruh dan tergoda. Akhirnya terjebak dalam pinjol ini, hingga menyusahkan masyarakat sendiri, “ tegasnya.

Diakhir penyuluhan, dilakukan tanya jawab tentang materi penyuluhan yaitu sekitar pinjam meminjam di bank, dan masalah pinjol yang menjadi isu sentral dalam penyuluhan yang digelar ini. Kemudian penyerahan 300 paket sembako yang diserahkan anggota Komisi XI DPR RI H. Muhidin Moh. Said, Waket I DPRD Sulteng H. Moh. Arus Abd Karim, dan Kepala OJK Sulteng secara langsung.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.