Masyarakat Desa Bolupountu Keluhkan Krisis Air

- Periklanan -

SIGI – Ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Desa Bolupountu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengeluhkan krisis air. Pasalnya, satu-satunya suplai air pipanisasi dari sungai Desa Oloboju rusak akibat banjir yang melanda Kabupaten Sigi pada, Kamis (9/7) lalu.

‘’Tidak bisa menanam lagi karena tidak ada air akibat jaringan pipa yang rusak dibawa banjir. Untuk mandi memanfaatkan air hujan dan untuk kebutuhan minum cari air ke rumah warga di bawah tanggul,’’ ujar Jaimanto eks Transmigrasi kepada Radar Sulteng.

Selain kesulitan air bersih dan air pertanian akibat banjir juga merusak jembatan yang ada di jalur menuju SPAM Pasigala. Pasca gempa Bumi 28 September 2018 lalu, jalur tersebut menjadi akses utama jalur Palu-Sigi, Palolo dan Napu Kabupaten Poso. Mengingat jalur yang melintas di Desa Jonooge amblas akibat likuifaksi.

‘’Banyak jembatan yang tidak layak di jalur SPAM Pasigala. Jalannya sudah beraspal hanya banyak jembatan kecil dan berbahaya. Pengguna jalan harus hati-hati bila melintas pada malam hari,’’ jelas warga lainnya.

Rusaknya fasilitas pipanisasi di Sungai Desa Oloboju dibenarkan tokoh masyarakat setempat. Riswan yang mengaku pensiunan PNS dan juga tokoh masyarakat menjelaskan, harus ada tindakan cepat dilakukan pemerintah daerah.

Selain merusak fasilitas rumah sakit Kabelota Sigi, juga banjir merusak jaringan pipanisasi yang mengaliri penduduk warga eks Transmigrasi desa Bolupountu tidak bisa mendapatkan air lagi.
‘’Rusaknya saluran dan fasilitas lainnya membuat banjir di wilayah Sigi menjadi liar. Banyak rumah warga di Sidera bawah tanggul yang terendam. Termasuk merusak jembatan darurat Likuifaksi Jonooge,’’ sebutnya seraya mengatakan, harus ada normalisasi sungai Jonooge dan sungai-sungai kecil lainnya.

- Periklanan -

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs Arnold F Bandu MTP menjelaskan persoalan air baku di kawasan Bolupontu memang menjadi salah satu prioritas.

Bahkan dikatakan Arnold, ada beberapa program yang sudah direncanakan untuk menunjang pemenuhan air baku masyarakat di kawasan agrowisata itu.
“Cuma karena Covid ini dananya ditarik kembali,” sebut Arnold, kemarin (28/7).

Program pertama dijelaskan Arnold ialah yang akan dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS). BWSS kata Arnold rencananya tahun ini bakal membuat sumur air tanah guna menunjang kebutuhan seratus KK warga yang berada di daerah transmigrasi Bolupontu.
“Air baku itu sudah komitmennya Balai Wilayah Sungai Sulawesi akan membangun sumur air tanah, sumur dalam. Itu nanti dibor. Rencananya tahun ini. Cuma karena kendala Covid. Jadi, belum jadi. Dananya belum turun sampai sekarang. Jadi kita tunggu saja,” sebutnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi juga merencanakan perpipaan di kawasan itu. Arnold memperkirakan, program Pemkab Sigi itu bakal terealisasi tahun depan. Saat ini sambungnya, juga ada mobil tangki bantuan dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang beroperasi memasok air ke kawasan Bolupontu.

Hanya saja dikatakan Arnold, warga dikenakan biaya untuk menggunakan air itu. Makanya dijelaskan Arnold pihaknya sudah member pelatihan kepada warga setempat untuk membuat embung sederhana untuk menampung air hujan.
“Harus bersabar dulu. Kita juga harap masyarakat bisa mengoptimalkan lahan pekarangan. Memanfaatkan air hujan dan alhamdulillah ini turun terus, supaya bisa panen per dua pekan. Apakah sayuran atau buah-buahan,” katanya.

Masalah air ini lanjut Arnold,mulai dikeluhkan warga pascabanjir beberapa waktu lalu. Sebab dikatakannya, 50 KK yang berada di kawasan itu sudah difasilitasi reservoir. Saat banjir beberapa waktu lalu, pipa-pipa yang memasok air ke reservoir juga ikut terdampak banjir. Makanya air yang masuk ke reservoir 50 KK itu, disetop hingga saat ini.
“Insyaallah kita bisa wujudkan ini nanti. Memang agak berat. Tapi kita tetap upayakan,” demikian jelas Arnold kepada Radar Sulteng. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.