Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Masuk Zona Merah, KEK Palu Dinilai Berjalan Lamban

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BAHAS KEK: Gubenur Sulteng Longki Djanggola bersama Bunga Elim Somba Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu pintu Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo dan sejumlah pejabat Pemprov saat mendengarkan paparan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di ruang kerja gubernur, Kamis (19/1). (Foto: Rony Sandhi)

PALU – Tim Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kamis (19/1) menemui Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola. MSi. Dalam pertemuan tersebut Dewan Nasional KEK menyampaikan progres KEK secara nasional khususnya pada KEK Palu.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, mengungkapkan khusus KEK Palu, progresnya tetap berjalan, tapi jalannya tidak cepat. Dalam hal ini untuk menggerakkan progres KEK Palu dan apa yang harus dilakukan ke depan dan sebenarnya pada wali kota.

Melalui gubernur nantinya diharapkan dapat mendorong   progres yang lebih riil. Beberapa hal yang perlu dipercepat, kata Enoh, salah satunya adalah Badan Usaha Pengelolaan. Agar nantinya bisa melakukan aksi korporasi perusahan-perusahaan siapa yang bonafit. Mungkin pada pengadaan lahannya, pada infrastrukturnya, menghadirkan investor dan sebagainya.

“Untuk KEK Palu informasinya sudah ada dua investor yang masuk, salah satunya bergerak di bidang aspal dan bergerak di bidang kelapa,” jelasnya.

Menurut Enoh, khusus infrastruktur yang ada di KEK Palu sudah cukup layak. Yang saat ini perlu didorong pada pihak yang akan melakukan pengelolaan sudah harus ada. Salah satunya dengan percepatan badan usaha dan membenahi aspek legalitasnya. “Sampai sekarang belum diserahin asetnya kepada pengelolanya,” ujarnya.

Enoh menambahkan, jika sampai tahun ketiga progress dari KEK yang ada termasuk KEK Palu, akan dirapatkan dan aka nada banyak opsi untuk langkah selanjutnya. Bisa diperpanjang, bisa dikurangi lahannya dan yang paling jelek sekali adalah dicabut izinnya. “Kami berharap hal-hal itu tidak sampai terjadi,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Asisten Administrasi Ekonomi , Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Ir Bunga Elim Somba MSc, mengatakan, KEK Palu sesuai hasil evaluasi masuk dalam zona merah atau masuk dalam kategori melambat. Dari 10 KEK yang ada KEK Palu berada di posisi ke tiga dari belakang atau urutan ke tujuh.

Progres untuk KEK Palu baru mencapai 30 persen atau masih lebih tinggi dari KEK Bitung yang baru mencapai 28 persen. “Masih ada administrasi juga yang perlu dilengkapi, ditambah anggaran 2017 dan apa semua yang kita sudah punyai. Sudah MoU dengan PLN untuk listrik di KEK Palu,” katanya.

Diakui Elim, Mei 2017 merupakan akhir dari masa 3 tahun yang diberikan untuk membangun KEK Palu. Dengan adanya progres ini, kata Elim, menjadi warning untuk lebih mem-push hingga Mei mendatang.

‘’Paling tidak kita akan mengejar hingga 50 persen. Percepatan Badan Pengelola dengan penyerahan asset kepada badan pengelola dan penyertaan modalnya, serta pembenahan infrastruktur yang ada dalam kawasan, kita bisa mencapai 50 persen,’’ ungkap Asisten II.

Hal ini kata Asisten menjadi penegasan Gubernur agar sesegera mungkin dilakukan koordinasi dengan pemerintah kota Palu, Administrator dan PT Palu bangun Sulteng selaku badan usaha pengelola KEK.

“Diharapkan juga teman-teman dari pemerintah kota ikut proaktif, karena KEK Palu adalah gaweannya Pemerintah Kota Palu selaku pengusul,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut Gubenur Sulteng Longki Djanggola didampingi Asisten Administrasi Ekonomi , Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Ir Bunga Elim Somba MsC.  Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu pintu Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo MT, dan beberapa pejabat Pemprov. Sementara dari Dewan Nasional KEK dihadiri Sekretaris Dewan Nasional, Enoh Suharto Pranoto, Wakil Ketua II tim pelaksana Dewan Nasional KEK Budi Santoso. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.