Masjid Ar Rahmat Patuhi Fatwa MUI

Bagikan Masker dan Sementara Tidak Berjamaah

- Periklanan -

DONGGALA – Masjid Ar Rahmat atau lebih dikenal masjid musafir yang terletak di jalan Poros Palu-Donggala Desa Lolidondo Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala sejak kemarin (3/4) tidak lagi melaksanakan salat secara berjamaah, menyusul fatwa MUI dan maklumat Kapolri.

”Meski tidak melaksanakan salat berjamaah, masjid tersebut tetap buka untuk umum maupun para musafir yang hendak menjalankan salat lima waktu maupun salat sunnah,” tegas Ketua Takmir masjid Ar Rahmat H Syamsudin Oemar dihadapan jamaah, kemarin (3/4).

Terkait tidak melaksanakan salat Jumat dan salat berjamaah lima waktu telah dikoordinasikan kepada Sekkab Donggala Drs Aidil Noor. Secara umum pengurus masjid Ar Rahmat telah mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan membagikan masker kepada para jamaah dan juga menyiapkan perlengkapan cuci tangan sebelum masuk masjid.

”Kita harus mengikuti aturan pemerintah yang melarang berkumpul guna menghindari penularan Covid-19. Mudah-mudahan segera berakhir dan kita bisa berjamaah lagi,” kata Haji Syamsudin seraya meminta H Mansyur Ba’adi menjelaskan tentang hukumnya tidak salat berjamaah.

H Mansyur Ba’adi yang didaulat takmir masjid mengatakan, terkait virus corona yang masuk kategori bencana nasional bahkan sudah masuk Pandemi, MUI mengeluarkan fatwa berkaitan larangan salat berjamaah khususnya daerah yang masuk kategori merah atau rawan penularan. Olehnya pada kesempatan itu disampaikan kepada para jamaah mulai hari ini Jumat (3/4) ditiadakan salat berjamaah termasuk salat jumat. Dianjurkan para jamaah untuk melaksanakan salat sendiri di rumah. Kalaupun mau di masjid sebisa mungkin menghindari berjamaah.

- Periklanan -

”Kita berdoa semoga wabah corona atau cobaan ini cepat berlalu,” kata Mansyur Ba’adi seraya membagikan doa menghindari musibah atau cobaan dimanapun berada.

Adapun bunyi Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19, orang yang terpapar virus corona juga diminta tak melaksanakan salat Jumat di tempat umum.

Baginya salat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur di tempat kediaman, karena salat Jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal.

Sementara Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 yang salah satu isinya menginstruksikan personel kepolisian untuk menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah wabah virus corona (Covid-19).

“Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian isi Maklumat yang dikeluarkan 19 Maret 2020.

Dalam maklumat tersebut, Kapolri Idham juga menyatakan bahwa langkah tersebut akan dilakukan guna memberikan perlindungan terhadap masyarakat secara umum. Terlebih, pemerintah pusat dan daerah pun telah mengeluarkan kebijakan penanganan virus Corona, sehingga Polri akan turut mengambil peran.(lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.