PERISTIWARELIGISULTENG

Masjid Al Azhar Pengawu Direnovasi Kembali

DIBANGUN : Para panitia pembangunan dan Yayasan Masjid Al Azhar melakukan peletakan batu pertama, dipimpin Plt Ketua Umum Alkhairaat KH. Habib Saiyed Alwi Assagaf Aljufri, disaksikan Dr. H. Hamdan Rampadio, Ibrahim Drakel, Mahmud Matangara, dan beberapa tokoh masyarakat setempat, Rabu (16/3).(FOTO : MUCHSIN SIRADJUDIN/RADAR SULTENG)
Dilihat

PALU-Panitia pembangunan dan pengurus Yayasan Masjid Al Azhar Pengawu Kecamatan Tatanga, Kota Palu, telah melakukan pembangunan kembali atau renovasi yang ditandai dengan melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan Masjid Al Azhar Pengawu, Rabu (16/3).

Tampak hadir dalam kegiatan itu Plt Ketua Utama Alkhairaat, KH. Habib Saiyed Alwi Assagaf Aljufri, menyampaikan kata sambutan sekaligus peletakan batu pertama dan membawakan doa untuk kemaslahatan umat dan renovasi berat masjid. Hadir pula Tengku Dr. H. Hamdan Rampadio, SH., MH, Camat Tatanga, Lurah Pengawu, Ibrahim Drakel, dan Mahmud Matangara, SH., MH, serta para jamaah Masjid Al Azhar Pengawu.

Dalam laporan panitia yang dibacakan Ibrahim Drakel, menjelaskan Masjid Al Azhar kompleks Perumahan Pengawu Permai adalah masjid yang terletak di wilayah Kota Palu, yang dibangun pada tahun 1995 kurang lebih 27 tahun yang lalu, di atas tanah seluas 2.400 meter bujur sangkar, dari tanah wakaf keluarga orang tua kami Om Maho Palewa.

Sebagai salah satu masjid di Kota Palu, yang terdampak gempa tahun 2018 lalu, yang juga mengalami kerusakan dibeberapa bagian dan sampai saat ini belum dilakukan perbaikan, karena keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Dijelaskannya, Masjid Al Azhar Pengawu sejak dibangun tahun 1995 pernah dilakukan renovasi kecil-kecilan yang dilaksanakan tidak dengan suatu perencanaan yang baik, sehingga tampilan masjid kami jika dibandingkan dengan masjid-masjid lain di Kota Palu, apalagi dengan Masjid Nur Hasanah Aceh di Pengawu, Masjid Al Azhar terlihat kurang menarik.

Berdasarkan pemikiran dan masukan-masukan dari seluruh jamaah Masjid Al Azhar, maka oleh Yayasan Pembangunan Masjid Al Azhar yang diketuai oleh Tengku Dr. H. Hamdan Rampadio, SH., MH, sebagai pengelola masjid, penggagas program renovasi berat Masjid Al Azhar dengan membentuk panitia renovasi.

Selanjutnya, kegiatan renovasi Masjid Al Azhar tahun 2022 ini merupakan program kerja Yayasan yang dilaksanakan berdasarkan kesepakatan warga dan jamaah lingkungan RW 05 Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, melalui rapat umum warga pada 22 Oktober 2021.

Rencana renovasi atau pembangunan kembali Masjid Al Azhar berdasarkan Akte Notaris No. 20 tahun 2015 dari Notaris Ninik Ike Puspitawati, SH, tentang pendirian Yayasan Pembangunan Masjid Al Azhar pada 10 November 2015. Kemudian, Surat Keputusan Ketua Yayasan Masjid Al Azhar.

Dijelaskan Ibrahim Drakel, mengenai tujuan dan fungsi, yaitu renovasi berbeda dengan rehabilitasi. Dimana renovasi adalah perbaikan aset yang mengalami kerusakan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas, sehingga renovasi Masjid Al Azhar ini adalah renovasi berat untuk meningkatkan kenyamanan beribadah oleh para jamaah, baik secara kuantitas maupun kualitas.

“ Diharapkan, renovasi ini akan menambah fungsi masjid, selain fungsi peribadatan/keagamaan juga fungsi sosial kemasyarakatan dan fungsi pengembangan ekonomi, “ paparnya.

Untuk mencapai tujuan dan fungsi dimaksud, maka rancangan konstruksi dalam renovasi dirancang dengan berorientasi pada rancangan bangunan tahan gempa, bukan rancangan bangunan berlantai dua, berlantai 1,5.
Rancangan dibagi dalam tiga bagian, yaitu bagian utama hanya digunakan untuk kegiatan sala, bagian kedua adalah bagian yang menghubungkan bagian utama dengan bagian ketiga. Juga digunakan sebagai tempat salat. Sedangkan bagian ketiga dapat digunakan selain untuk tempat salat, dapat juga digunakan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan ekonomi.

Pemisahan ruang sanitasi dan ruang/wilayah suci di ruang tempat wuduh dan MCK disediakan di lantai dasar. Tersedia ruang di lantai dasar sebagai ruang kantor Pegawai Syara/Ta’mir Masjid, Sekretariat Remaja Masjid, dan jamaah tabliq, serta dapur, dll. Masjid tanpa pagar, sehingga jalan keliling menjadi bagian dari halaman yang tentunya dapat dilalui oleh kendaraan umum.

Untuk melaksanakan rencana konstruksi di atas, maka rencana kebutuhan biaya secara total adalah sebesar kurang lebih Rp 2,5 miliar. Namun jika kondisi perekonomian akan membaik, perkiraan renovasi ini hanya akan memakan biaya kurang lebih Rp 1,9 miliar.

Sumber anggaran yang akan dibutuhkan, berasal dari sedekah jariyah kaum muslimin dan muslimat/SEJARI 55/25, bantuan dari Pemerintah Kota Palu, bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sektoral. Juga, dari lembaga BUMN dan swasta/NGO, serta dana dari sumber yang tidak mengikat dan halal.

“ Ketua dan segenap pengurus Yayasan serta panitia menghaturkan terima kasih atas seluruh dukungan jamaah dan warga masyarakat, baik moril maupun materil yang telah diberikan selama ini. Prinsip kami sebagai panitia tetap menerima yang bapak dan ibu berikan meskipun hanya sebutir pasir. Insya Allah dengan sebutir pasir itu akan mempertemukan kita di syurga nanti. Aamiin, “ ucapnya.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.