Masjid Agung Buol Wisata Religi dan Kuliner Baru di Sulteng

- Periklanan -

MASYARAKAT Kabupaten Buol kini memiliki satu lagi kebanggaan daerahnya, yakni Masjid Agung Amirul Mukminin. Masjid yang diresmikan penggunaannya di awal tahun 2021 oleh Bupati Buol Amirudin Rauf ini, menjadi pusat perhatian warga, menjadi jujukan wisata religi, sekaligus wisata kuliner.

Pasalnya, di halaman masjid yang dibangun dengan anggaran total kurang lebih Rp 50 miliar, selama lima tahun ini, kini banyak para penjual kuliner khas Buol, menjajakan jualannya. Usai sholat berjamaah biasanya para jamaah belum pulang ke rumahnya masing-masing, tetapi coba mencicipi penganan yang ditawarkan.

Semua makanannya enak dan gurih. Maknyus. Penyebutan kuliner khasnya berbahasa daerah yaitu boid atau ambal yang terbuat dari tepung sagu, yang diracik bersama kelapa parut, daun kemangi, cabe sama ikan teri dan dimasak. Proses memasaknya pun tidak semabarang. Di satu wadah khas tentunya, bernama dodongean, belanga dari tanah liat.

Hanya itu ? Masih ada lagi, ada yang namanya tombouwat, yaitu kuliner khas yang dimasak varian lemak ayam bersama sagu, merica, cabe merah, dan bawah merah. Pemasakannya dipanggang di atas bara api, yang dibungkus dengan daun pisang muda. Disajikan panas panas. Waduh, enaknya.

Di lokasi ini tentu saja ada makanan lain yang khas seperti saraba dan pisang goreng. Juga ada pisang gepe, martabak, terang bulan, dan kue kue lainnya.

- Periklanan -

Minuman juga bervariasi, dari yang hangat dan yang dingin. Ada kopi, kopi susu, teh, dan teh susu. Jus, minuman dingin yakni jus apel, jus alvokat, jus mangga, dan jus buah naga, dan minuman dingin lainnya, termasuk es teler.

Masjid Agung Amirul Muminin, terletak di tengah kota Buol, di Kelurahan Leok II, berada di kompleks perkantoran yang di puncaknya ada Kantor Bupati Buol, menambah menterengnya pusat kota di ibukota Kabupaten Buol ini. Kompleks perkantoran di Kabupaten Buol memang disatukan, sejak kawasan perkantoran ini digagas dibangun di jaman Bupati Buol devinitif pertama H. Abd. Karim Hanggi, dan dilaksanakan pembangunan pertama oleh Bupati kedua H. Amran Batalipu, dan kemudian dilanjutkan oleh Bupati ketiga H. dr. Amirudin Rauf.

Pada kesempatan peresmian penggunaan Masjid Agung Amirul Mukminin, Bupati Buol H. Amirudin Rauf berpesan kepada masyarakatnya yang hadir pada peresmian masjid itu bersama para jamaah masjid untuk menjaga dan merawat, serta memakmurkan masjid yang telah selesai dibangun.

“Saya menitip harapan kepada seluruh masyarakat Buol agar menjaga, merawat, dan memakmurkan masjid kita ini, yang kita bangun bersama, sebagai wujud persatuan kita dalam wadah ukhuwah Islamiah, ” kata Bupati Amirudin Rauf.
Masjid Agung Buol menjadi wisata religi, dan menjadi sebuah kewajiban bagi warganya untuk melaksakan ritual sholat setiap lima waktu. Bahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) begitu datangnya waktu sholat sudah pasti mendatangi masjid ini untuk menunaikan kewajibannya.

Halaman masjid, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol
selaku pengelola, tahun 2021 ini akan melanjutkan pembangunannya untuk fasilitas pagar dan tata ruang halaman, dengan anggaran pembiyaannya diambil dari APBD Kabupaten Buol.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.