Masih Ada Praktik Calo Urus Administrasi Kependudukan

- Periklanan -

PALU – Keberadaan calo pada pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu tiada habisnya.

Burhan Toampo

Dengan ditangkapnya beberapa oknum calo beberapa waktu lalu belum memberikan efek jera bagi calo lainnya.

Praktik percaloan itu pun mereka lakukan dengan terbuka dalam menawarkan jasa pelayanan kepada pemohon lain, dengan paket yang berbeda-beda.

Paket tersebut tak lain dan tak bukan adalah harga yang harus dibayar dalam kepengurusan administrasi kependudukan.

Baru-baru ini, Koran ini menemukan praktik percaloan dengan modus membantu pemohon yang kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan.

Oknum calo yang sudah lama menjadi perantara dalam pembuatan administrasi kependudukan ini sebut saja namanya Tore. Pria berusia kira-kira 50 tahun itu setiap hari berada tidak jauh dari kantor Disdukcapil Kota Palu.

Tore kala itu dengan sebuah tas ransel hitam, duduk di mana orang banyak berkumpul. Beberapa hari lalu, Tore terpantau sedang duduk di salah satu jasa fotokopi yang letaknya tidak jauh dari kantor Disdukcapil.

Penampilan Tore tidak begitu rapi. Ia menawarkan jasa ke beberapa orang yang pada saat itu sedang melengkapi persyaratan kependudukannya di tempat usaha fotokopi tersebut.

Salah seorang ibu rumah tangga terlihat menghampiri Tore, ibu itu pun membawa beberapa lembar kertas yang tidak lain adalah data kependudukan yang sebelumnya telah difotokopi.

Tanpa ada rasa was-was, Tore pun meminta tambahan uang Rp200 ribu kepada ibu tersebut. Menurut Tore, uang itu adalah tambahan untuk mempercepat penyelesaian cetak kartu keluarga. “Kalau mau cepat harus tambahan Rp200 ribu,” ujar Tore kepada si ibu dengan muka lesuhnya.

Kebiasaan Tore ini ternyata sudah lama ia kerjakan. Bahkan sudah banyak pemohon yang berurusan dengannya ketika mengurus administrasi kependudukan.

Radar Sulteng mencoba untuk mengorek lebih jauh kebiasaan Tore.

Mulutnya dengan santai berbicara. Mengajak seakan-akan memudahkan pemohon. “Sini dek, mau urus apa? Biar saya bantu,” ucap Tore.

Ajakan itu pun mengandung arti bahwa keinginan Tore ingin membantu karena sebuah imbalan. Yah, apalagi kalau bukan ujung-ujungnya duit.

- Periklanan -

Tore pun menjelaskan paket-paket yang selama ini ia berlakukan untuk pemohon yang seakan kesulitan dalam melakukan kepengurusan administrasi kependudukan.

Untuk kepengurusan satu KTP, Tore memberi harga Rp200 ribu. Nilai itu berlaku untuk satu kepengurusan akta kelahiran atau kartu keluarga.

Untuk dua KTP, Tore menambah harga Rp100 ribu kepada pemohon. “Mahal memang, karena uang ini bukan hanya untuk saya,” sebutnya.

Tidak hanya itu, untuk pembuatan KTP beserta dengan kartu keluarga, Tore biasanya menawarkan dengan harga Rp350 ribu kepada pemohon. Parahnya, harga itu biasa saja naik jika pemohon ingin selesai dalam waktu paling lama dua hari. “Yah seperti ibu-ibu tadi, dia mau besok sudah selesai, maka harus tambah supaya cepat selesai,” katanya.

Tore berdalih bahwa apa yang dilakukannya itu untuk membantu pemohon yang kesulitan. Lagi pula, menurutnya, jumlah uang yang ia terima itu tidak mahal, jika dibandingkan dengan waktu yang harus terbuang untuk mengurus sendiri.

“Dari pada kesana kemari, kerjaan ditinggal hanya karena urus ini KTP, mending kasih saya, nanti dibantu Insyaallah cepat selesai,” tuturnya.

Berkas yang diterima Tore dari pemohon pun katanya, ia bawa ke pegawai yang biasanya membantunya untuk menyelesaikan selama ini. Sampai akhir cetak, tugas Tore hanya membujuk pemohon, menerima berkas dan kemudian menerima uang dari si pemohon. “Uangnya dibayar dimuka, biasanya kalau sudah selesai juga, lain lagi uang tambahannya,” jelas Tore.

Tore tidak begitu menjelaskan tentang siapa pegawai yang selama ini ikut terlibat dengannya. Entah apakah itu hanya karangan Tore agar pemohon percaya.

Sementara itu, keberadaan calo ini pun mendapat perhatian khusus Kepala Disdukcapil Kota Palu, Burhan Toampo. Ia secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak segan-segan untuk memproses secara hukum orang-orang yang terlibat dalam pungutan liar atau percaloan dalam kepengurusan administrasi kependudukan.

Burhan kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tidak percaya dengan keberadaan calo. Pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan oleh pemerintah sudah gratis. “Kami juga tidak pernah mempersulit masyarakat, justru berbagai cara telah kami lakukan untuk semakin mempermudah masyarakat. Asal persyaratan lengkap maka prosesnya juga cepat,” ucap Kadis.

Burhan mengingatkan, beberapa kejadian yang telah terjadi, tidak sedikit pemohon yang terkena tipu oleh para calo.

Seakan baik, menawarkan bantuan kepada masyarakat. Padahal dibalik itu adalah penipuan.

Hal ini kata Burhan, sering terjadi dan diketahui ketika pemohon tersebut melapor kepada pegawai Disdukcapil atau langsung kepadanya. “Sudah ditipu baru melapor, yah kami sayangkan sekali,” tutur Burhan.

Peringatan dan informasi tentang calo pun tidak sesekali disosialisasikan kepada masyarakat. Baik secara tertulis maupun lisan. Sayangnya masih ada juga masyarakat yang tertipu. “Sudah setor berkas dan setor uang, tetapi KTP nya, akta kelahirannya atau kartu keluarganya belum jadi-jadi juga. Kan kasihan masyarakat,” ujarnya.

Meskipun begitu, Burhan mengatakan bahwa dirinya tidak akan diam saja dengan keberadaan calo. Ia pastikan bahwa, jika ada calo yang terbukti melakukan pungutan kepada pemohon, maka akan diproses secara hukum.

Hal ini berlaku juga untuk para pegawai yang tidak taat dengan aturan peraturan yang telah dibuat. “Masyarakat juga yang mengetahui keberadaan calo kami harapkan untuk segera melapor kepada kami dan menunjukkan bukti bahwa orang tersebut benar-benar adalah calo,” pungkasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.