Masih Ada 304 Desa di Sulteng Belum Dialiri Listrik

- Periklanan -

Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola menerima kunjungan GM PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar, di ruang kerjanya kemarin, Selasa (3/10). (Foto: Awal)

PALU– Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan listrik desa tuntas di 2018. Target ini dimajukan dari target pemerintah pusat yang mengupayakan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri energy listrik pada tahun 2019.

Hal itu diungkapkan  GM PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar saat diterima Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola MSi di ruang kerjanya Selasa (3/10). Edison didampingi GM Unit Induk Pembangunan, Suluttenggo, Fajar, dan Manager PLN area Palu, Emir Muhaimin serta Pejabat PLN Wilayah Manado.

Dalam pertemuan kemarin, Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bunga Elim Somba, Kadis ESDM Yanmart Nainggolan, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Ir Sandra Tobondo.

Kepada Gubernur, Edison melaporkan rangkaian program pemenuhan energi listrik di Sulawesi Tengah. Selain itu diungkapkan pula beberapa kendala dan meminta dukungan pemerintah provinsi.

Diakui Edison Sipahutar, terkait pemenuhan listrik desa, Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi yang desanya masih banyak belum dialiri listrik. ‘’Terkait dengan distribusi dan layanan PLN di Sulawesi Tengah masih terdapat 304 desa yang belum teraliri listrik. Hal ini menjadi tantangan PLN karena sesuai dengan target yang diberikan pemerintah pusat pada tahun 2019 tidak ada lagi desa yang tidak teraliri listrik,’’ terang Edison.

Diungkapkan salah satu kendala pemenuhan jaringan listrik adalah pembangunan jaringan. Di beberapa titik pembangunan jaringan terkendala dengan jaringan yang melalui kawasan hutan lindung. Dibutuhkan izin prinsip dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Dilaporkan pula saat ini PLN Pusat telah merealisasikan permintaan Gubernur Sulteng terkait pembangunan pembangkit listrik guna pemenuhan kekurangan listrik termasuk untuk memenuhi kebutuhan KEK Sulawesi Tengah,  diantaranya pembangunan pembangkit listrik di Ampana, pembangunan pembangkit Listrik Palu 3 di Desa Tanamea kabupaten Donggala, Pembangunan Pembangkit listrik di Luwuk. Kesemuanya atas desakan Gubernur guna pemenuhan listrik di Sulawesi Tengah.

- Periklanan -

GM PLN Wilayah Menado menyampaikan bahwa saat ini cadangan listrik Sulawesi Tengah masih surplus. Tetapi guna mendukung pembangunan dan mendorong pembangunan Sulawesi Tengah, perlu dilakukan pembangunan pembangkit-pembangkit listrik yang baru.

Gubernur Longki Djanggola menyampaikan apresiasi atas kerja sama PLN dan pemerintah daerah,  sehingga kebutuhan listrik masyarakat Sulawesi Tengah bisa terpenuhi. Meskipun, diakui Gubernur saat ini masih terdapat 304 desa di Sulteng yang belum teraliri listrik.

Terkait dengan hutan lindung, Gubernur mengakui merupakan kendala yang diakibatkan regulasi. Mestinya, kata Gubernur, untuk kepentingan jaringan listrik kementerian kehutanan tidak terlalu ketat dengan izin prinsipnya atau izin pinjam pakai kawasan hutan.

‘’Ini justru yang akan menghambat, karena masalah regulasi. Mestinya ada pengecualian dalam hal ini. Kecuali untuk kepentingan lain seperti tambang, mungkin perlu,’’ tandas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, dengan diresmikannya KEK Palu dan tingginya minat investor untuk berinvestasi, diharapkan dukungan PLN untuk memenuhi kebutuhan Listrik dalam kawasan ekonomi khusus.

Selain itu kata Gubernur, perlu kesepahaman dan kerja sama pihak PLN dengan pemerintah daerah terkait penangan listrik untuk daerah terpencil atau daerah yang masih terisolir untuk ditangani Dinas ESDM melalui Program Solarsile.

‘’Karena daerah kami ini memang banyak sekali daerah pemukiman terpencil. Kesemuanya hingga sampai hari ini belum dialiri listrik,’’ terang Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan Sulawesi Tengah memiliki banyak potensi energi listrik. Hingga saat ini banyak investor yang sudah menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik.

‘’Saat ini sudah beberapa menunjukkan keseriusannya.  Ke depan kalau hal ini cepat terealisasi, tidak ada lagi kendala untuk bidang kelistrikan untuk Pembangunan Industri di Sulawesi Tengah,’’ harapnya.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.