Masih Ada 300-an Jasad Terkubur di Lokasi Likuifaksi Balaroa

Polda Minta Maaf Atas Rute Adveture Run di Lokasi Likuifaksi Balaroa dan Petobo

- Periklanan -

PALU – Hingga saat ini sejumlah keluarga warga korban likuifaksi Kelurahan Balaroa, Kacamatan Palu Barat masih terus berdatangan ke lokasi likuifaksi baik untuk berziarah maupun mencoba mencari jasad maupun barang-barang mereka yang tertimbun saat bencana gempa terjadi 28 September 2018 lalu.
Ketua Forum Warga Korban Likufaksi Balaroa Abdul Rahman Kasim, SH, MH mengungkapkan, saat ini di wilayah yang sebelumnya digunakan sebagai rute kegiatan lomba adventure Polda Sulteng yang juga lokasi likuifaksi Balaroa masih ada sekitar 300 jasad yang tertimbun dan belum ditemukan. “Jadi saya kira wajar warga kami kemudian melakukan protes atas kegiatan lomba adventure yang menggunakan mobil melintas di wilayah yang masih ada jasad suadara-saudara kami belum ditemukan,” ungkapnya dalam pertemuan dengan Polda Sulteng terkait rute kegiatan lomba adventure Polda Sulteng, Sabtu (2/3) di salah satu rumah makan di Kota Palu.
Menurut advokat senior itu, bersamaan dengan itu saat iring-iringan mobil jenis jeep peserta lomba adventure melintas saat itu juga keluarga korban likuifaksi ada yang berziarah dan sebagian ada mencari tulang belulang keluarga mereka yang belum ditemukan. Sehingga, ketika ada reaksi kecamatan dari keluarga korban likufaksi adalah hal yang wajar, tentu hal itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan semakin ramai jadi khususnya di media sosial dan perlu ada langkah solusi terbaik. “Mewakili keluarga korban likuifaksi Balaroa, sepakat dalam pertemuan ini mendapat solusi yang baik dan tidak lagi dilanjutkan. Kami tidak inginkan dengan kejadian ini terjadi adanya provokatif yang lebih luas, khususnya di media sosial,” terangnya.
Untuk itu kata Abdul Rahman Kasim menyatakan, apa yang sudah terjadi, hendaknya menjadi pembelajaran kedepan agar tidak terjadi hal serupa, dan apa yang sudah dilakukan pihak Polda Sulteng sebagai panitia pelaksana kegiatan tersebut dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka adalah jalan terbaik. “Mewakili warga yang menjadi korban tersakiti yang perasaannya galai karena di lokasi likuifaksi yang masih ada jenazah keluarga dijadikan rute lomba Adventure saya kira sudah menerima permohonan maaf yang disampaikan terbuka dari panitia,” ucapnya.
Abdul Rahman Kasim menambahkan, sikap warga korban likuefaksi Balaroa yang mengecam adanya rute melintas lomba adventure di lokasi likufaksi Petobo adalah hal yang manusiawi, karena mereka masih berduka kehilangan orang-orang yang mereka cintai.”Dengan adanya permohonan maaf dari panitia marilah kita jadikan pelajaran agar kedepan perlu adanya koordinasi yang baik,” ujarnya.
Sementara Direktorat Lalu Lintas yang juga panitia kegiatan Millenial Road Safety Festival dalam kategori Adventure Run yang menggunakan rute melintas di lokasi likuifaksi Balaroa dan Petobo yang diwakili Plt Wadirlantas Polda Sulteng AKBP Agustin Tampi di hadapan puluhan anggota Forum Warga Korban Likuifaksi Balaroa menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi.
“Dengan ini mewakili Polda Sulteng dan panitia menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi,” ucap Agustina.
Polwan dengan pangkat dua melati di pundaknya itu mengungkapkan, atas kehilafan yang telah terjadi, sehingga terjadi ketidaknyaman kepada warga korban likuifaksi di Balaroa. Sekali lagi selalu panitia dan Polda Sulteng menyampaikan permohonan maaf. “Semoga kedepan tidak terjadi lagi miss komunikasi dalam kegiatan-kegiatan berikutnya dan kami dari pihak Polda Sulteng kedepan juga akan terus berkoordinasi dengan warga Kelurahan Balaroa dan Petobo dalam berbagai hal,” ucapnya.
Dengan pertemuan ini, Agustina Tampi berharap permasalahan yang terjadi ini bisa terselesaikan dengan baik dan menjadi pelajaran di masa akan datang. “Momen ini juga bagian dari silaturahmi dengan warga Balaroa untuk kedepan semakin membangun komunikasi yang baik,” katanya.
Hal senada disampaikan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulteng, AKBP A. Zamzami. Menurut Zamzami, rute yang dilalui peserta adventur run bukan kegiatan ini dari kegiatan yang dimaksud saat itu peserta hanya melintas di lokasi likufaksi dan kegiatan sebenarnya di kawasan Taman Hutan Kota Palu di sekitar bukit Jabal Nur. Hal itu disadari panitia adalah kehilafan karena sebelumnya tidak berkoordinasi dulu dengan Forum Warga Korban Likuifaksi Balaroa dan Petobo. “Dengan pertemuan ini kami sangat mengharapkan kejadian miss komunikasi yang sudah terjadi bisa terselesaikan dengan baik,” katanya.
Zamzami menambahkan, pertemuan yang sama juga sudah dilakukan dengan Forum Warga Korban Likuifaksi Petobo di salah satu Warkop di Jalan Moh Yamin dan hasilnya juga kurang lebih sama dengan hasil pertemuan dengan warga korban Likuefaksi Balaroa. “Kami dari panitia lomba Adventure juga menyampaikan permintaan maaf kepada Forum Korban Likuifaksi Petobo dan Balaroa,” pungkasnya.
Sekretaris Komunitas Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulteng, Jaya yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan, pihak IOF juga turut meminta maaf kepada warga Kelurahan Balaroa dan Petobo karena sudah menyebabkan dampak social di masyarakat khususnya masyarakat yang terdampak likufaksi. “Kami dari IOF sebenarnya tidak terlibat langsung sebagai panitia apalagi menentukan rute kegiatan Adventure Run. Namun kami juga meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi,” ujarnya.
Diketahui Rute jalur yang dilalui dalam kegiatan Adventure Run adalah jalan Raden Saleh depan Mako Ditlantas atau Jalan Rajamoili, Jembatan III, Wahid Hasyim, Agussalim, jalan Pangeran Hidayat, Cumi-Cumi, Pantai Taman Ria.

- Periklanan -

Jalan Munif Rahman, Kedondong, Datu Adam, Manggis (lokasi likuefaksi), Balaroa, Gawalise, naik samping Aspol Duyu, Sungai Sumpe, Desa Balane, Desa Porame, Desa Beka Masjid Baburahmah, Desa Kaleke jembatan, Sungai Wonu, tanggul Maranata.

Desa Sidera, Desa Jono Oge Masjid Al-Muhajirin, Bundaran Biromaru, Karajalemba, BTN Petobo likuefaksi, tanggul Petobo, Desa Ngata Baru, Kelurahan Kawatuna, Kelurahan Lasoani, Veteran, Merpati, Doyo Dara, BTN Lagarutu, Pasar Talise, Soekarno Hatta, Jabal Nur, Hangtuah, Yos Sudaro dan finish jalan Samratulangi depan Mapolda Sulteng. Akibat melintas di lokasi likuifaksi sebelumnya Forum Warga Korban Likuifaksi Balaroa dan Petobo mengecam dan meminta panitia lomba Adventure Ditlantas Polda Sulteng menghentikan rute lomba Adventure melintas di lokasi Likuifaksi, karena masih banyak jenazah keluarga mereka yang tertimbun dan belum ditemukan. Kedua forum tersebut menyampaikan surat terbuka kepada panitia untuk menyampaikan permohonan maaf, karena dianggap telah menyakiti perasaan keluarga korban.(ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.