Marak Tambang Ilegal, Polda Sulteng Agendakan Rapim

- Periklanan -

PALU – Menyikapi instruksi Presiden Joko Widodo untuk menutup tambang ilegal dan maraknya aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Sulawesi Tengah, Polda mengagendakan menggelar rapat pimpinan (Rapim) bersama stakeholder.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto dikonfirmasi Radar Sulteng, Rabu (5/2) di sela-sela pressrelease di salah satu cafe di Jalan Juanda Palu mengatakan, adanya laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas tambang ilegal, Kapolda bersama jajaran dan pimpinan daerah serta sejumlah pihak terkait akan melaksanakan Rapim. “Dalam waktu dekat, karena menyesuaikan dengan jadwal bapak Kapolda,” katanya.

Ditanya apakah Rapim tersebut juga akan menentukan langkah Polda Sulteng akan menutup aktivitas tambang emas ilegal yang ada di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong ? Didik mengatakan, yang jelas agenda Rapim adalah terkait adanya laporan tambang-tambang ilegal yang ada Sulteng. “Bisa jadi salah satunya terkait aktivitas tambang itu (di Moutong) yang akan dibahas,” ucapnya.

Didik menambahkan, saat ini penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng telah menyerahkan berkas tahap satu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati), kasus tindak pidana bidang Minerba dan Batubara berupa, mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang. Dengan empat tersangka, inisial RU (34), TR (37), YH PB. “Berkas tahap satu sudah dilimpahkan. Biasanya 14 hari melengkapi berkas setelah itu proses tahap dua,” jelasnya.

Selain empat orang tersangka, apakah ada tersangka lain atau pemodal yang ikut diperiksa penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng ? Menurut Didik, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan tersangka lain, maupun para pemodal aktivitas tambang ilegal Dongidongi dan aktivitas tambang ilegal lainnya. “Penyidik masih mendalami,” singkat Didik.

- Periklanan -

Diberitakan sebelumnya pengungkapan kasus aktivitas pertambangan ilegal berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-A /12/I/2020/SULTENG/SPKT, Tanggal 08 Januari 2020.

Dimana pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2018 sekitar pukul 04.00 wita di Jalan Gunung Sari Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore kota Palu personil Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan mobil sedang mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang.

Sebanyak 39 karung material pasir dalam bentuk reff berasal dari tambang emas ilegal di Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso diamankan Polda Sulteng.

Polda Sulteng menangkap empat pelaku tindak pidana material dan batu bara, masing-masing tersangka adalah YH dan PB tinggal di Desa Maranata, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Dari kedua tersangka barang bukti yang berhasil diamankan oleh kepolisian yaitu 1 unit mobil carry warna putih, 17 karung material pasir dalam bentuk siap diolah jadi emas. Kemudian tersangka yang berhasil diamankan selanjutnya adalah RU (34) dan TR (37) yang tinggal di Desa Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka yakni 1 unit mobil Toyota warna hitam dan 22 karung material pasir yang siap diolah jadi emas. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.