Mantan Lurah Palupi Terlibat Narkoba

- Periklanan -

PALU – Tidak hanya masyarakat biasa, pengaruh penyalahgunaan Narkoba, ternyata juga sudah masuk pada para ASN yang memegang jabatan penting di suatu instansi. Salah satunya pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
Bahkan celakanya, pelaku berinisial IDR alias DAR diketahui merupakan mantan Lurah Palupi. Penangkapan terhadap IDR sendiri, dilakukan pada pukul 22.00 wita, Jumat (22/6) yang lalu oleh Tim Berantas BNNP Sulteng. Pelaku diamankan dari rumahnya di Jalan Watumapida, Kelurahan Lolu Utara, Palu Timur.

Dikonfirmasi kemarin, Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Suyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan, AKBP Baharuddin membenarkan terkait penangkapan tersebut. Penangkapan terhadap DAR sendiri, dipimpin langsung oleh Baharuddin. “Penangkapan sendiri berawal dari laporan warga bahwa di sekitar rumah pelaku kerap terjadi transaksi Narkoba dan dijadikan tempat pesta Narkoba jenis sabu, menindaklanjuti itu kami langsung lakukan penyelidikan terlebih dahulu,” jelas Baharuddin.

- Periklanan -

Setelah memastikan adanya orang yang dicurigai baru saja bertransaksi Narkoba, petugas langsung bergerak cepat. Ternyata pelaku lebih cepat dari petugas, karena saat digeledah tidak ditemukan barang bukti sabu-sabu dari tangan pelaku. “Kami tidak berhenti di situ, yang bersangkutan langsung kami bawa ke markas BNNP, karena kami curigai yang bersangkutan masih dalam pengaruh sabu-sabu,” terang Kabid Berantas.

Benar saja, setelah dilakukan tes urine milik pelaku, didapatkan hasil positif, bahwa ASN yang diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi di DLH Kota Palu itu, baru saja mengonsumsi sabu-sabu. Dicurigai, pelaku memang sudah lama kecanduan sabu-sabu. Bahkan saat menjabat sebagai Lurah Palupi, dirinya sudah mengenal barang haram tersebut. “Yang bersangkutan tidak kami proses hukum, hanya kami rehabilitasi, karena kurangnya barang bukti yang kami dapatkan. Yang bersangkutan statusnya juga hanya pengguna,” tuturnya.

Kasus ini pun lebih lanjut disampaikan Bahar, harus menjadi keprihatinan bersama. Bahwa unsur ASN sendiri, juga sangat rentan terpengaruh penyalahgunaan Narkoba. “Oleh sebab itu semua instansi pemerintah harus peduli dan bila perlu pastikan seluruh jajarannya terbebas dari pengaruh Narkoba dengan lakukan tes urine,” tandasnya. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.