Mantan Ketua DPRD Pernah Ditawari Fee Rp 2 Miliar

Untuk Meloloskan Pembayaran Utang Jembatan IV Palu

- Periklanan -

PALU- Mantan ketua DPRD kota Palu, Iqbal Andi Magga, mempertanyakan dasar pembayaran hutang pembangunan jembatan IV Palu kepada PT. Global Manunggal.
Pasalnya menurut Iqbal, seluruh pembayaran dari pekerjaan tersebut telah dilunasi pada tahun 2006, dimana dirinya pun mengaku pernah ditawari fee sebesar Rp 2 Miliar.
Iqbal Andi Magga mengungkapkan, hal tersebut saat ditemui di lobi DPRD Palu, Senin (1/7), ia mengaku pernah ditawari fee sebesar Rp 2 Miliar oleh PT. Global Manunggal, jika mampu meloloskan pembayaran utang pembangunan jembatan IV di era kepemimpinannya di tahun 2014 lalu. “Saya tolak tawaran tersebut karena diketahui sudah ada pelunasan sebelumnya,” ungkapnya.
Politisi Golkar ini mengaku, menolak tawaran tersebut, sebab dirinya mengetahui secara persis proses pembangunan jembatan IV. “Seluruh pembayaran telah dilunasi oleh pemerintah kota sejak tahun 2006 sesuai dengan rencana anggaran biaya (rab),” jelasnya.
Iqbal menambahkan, jika dasar dari PT. Global menagih pembayaran kembali karena adanya ekskalasi harga baja yang tidak sesuai dengan rab. Maka hal itu dinilainya mengarang, sebab ia mengaku bahwa di tahun tersebut tidak ada keputusan dari kementerian keuangan mengenai kenaikan harga baja. “Itulah yang saya pertanyaan, sampai ada pembayaran kembali Jembatan IV,” tambahnya.
Sementara mantan Kadis PU Kota Palu, Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, SH. CES dihubungi terkait pembayaran utang jembatan IV Palu yang oleh Walikota Palu Rusdy Mastura menolak membayar kepada PT. Global, Selasa (2/7) tidak mau berkomentar banyak. Melalui pesan WhatsApp (WA) Kepala BPBD Provinsi Sulteng itu hal itu merupakan pengakuan dari Walikota sebelumnya (Rusdy Mastura). “Itu pengakuan pak Cudi waktu itu, kalau tdk salah dimuat dikoran waktu itu. Tksh,” tulisnya. (who/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.