Mantan Kepala Universitas Terbuka Palu Divonis 4 Tahun Penjara

- Periklanan -

DIADILI: Mantan Kepala UPBJJ-UT Palu Wira Indra Satya saat menjalani sidang putusan di PN Klas 1A/PHI/Tipikor Palu. (Foto:Sudirman)

PALU – Mantan Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Palu, Drs Wira Indra Satya MKes dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun. Hukuman itu dibacakan pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, Kamis (9/3).

Putusan terdakwa Wira yang terlibat kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan Wisuda dan Upacara Penyerahan IJasah (UPI) di UPBJJ-UT Palu tahun 2011-2012, dibacakan oleh Hakim Ketua I Made Sukanada SH MH, yang saat itu didampingi dua hakim Anggota, masing-masing Felix Da Lopez SH MH dan Margono SH MH.

Dalam sidang putusan itu, terdakwa Wira hadir bersama dua kuasa hukumnya, Andi Makkasau SH MH dan Viki SH, serta sanak keluarga. Ternyata dalil pembelaan yang sebelumnya dituangkan terdakwa maupun kuasa hukumnya, tidak dapat mempengaruhi putusan majelis hakim. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dan bersama-sama.

Putusan terdakwa Wira diwarnai disenting opinion atau adanya perbedaan pendapat diantara majelis hakim. Namun perbedaan pendapat serta pertimbangan diantara majelis hakim itu, tidak ada satupun yang berpihak kepada tindakan dan perbuatan terdakwa. Perbedaan pendapat dari majelis hakim sejatinya tetap menyatakan kalau terdakwa perbuatannya telah terbukti bersalah. Hanya yang berbeda adalah lamanya hukum yang akan dijatuhkan untuk terdakwa.

- Periklanan -

Hakim Ketua, I Made Sukanada berpendapat bahwa perbuatan terdakwa Wira selaku kepala UT saat itu, telah terbukti bersalah sebagaiman dalam dakwaan primer dan harus dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun. Sedangkan dua hakim anggota menyatakan kalau perbuatan terdakwa telah terbukti sebagaimana uraian pertimbangan dalam dakwaan primer.

Unsur-unsur dalam dakwaan ini telah terpenuhi secara keseluruhan untuk perbuatan terdakwa Wira. “Hakim menimbang bahwa unsure-unsur di dalam dakwaan primer telah terpenuhi secara keseluruhan terhadap perbuatan terdakwa,” baca Felix Da Lopes, Hakim Anggota I.

Namun karena mengambil keputusan terbanyak, olehnya perbuatan Wira dibuktikan dengan pertimbangan dua hakim anggota yang telah menguraikan unsure-unsur dalam dakwaan primer atau pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP. “Menyatakan perbuatan terdakwa Wira Indra Satya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan primer,” kata Hakim Anggota I membacakan amar putusan terdakwa.

Selain dihukum empat tahun penjara, terdakwa juga dihukum pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 5 bulan penjara. Dan dihukum membayar uang  pengganti atas kerugian negara sebesar Rp20 juta subsider 3 bulan penjara.

Pertimbangan majelis hakim terhadap putusan 4 tahun penjara itu, karena diantaranya terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu, terdakwa juga telah terbukti sebagaimana fakta persidangan bahwa pernah menerima serta menggunakan uang  pelaksana wisuda dan UPI UPBJJ-UT Palu tahun itu sebesar Rp20 Juta.

Putusan terdakwa selama  empat tahun penjara, tidak berbeda dengan tuntutan JPU, sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan pidan penjara empat tahun denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Selain itu, terdakwa juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp586 juta subsider 2 tahun penjara. Terhadap putusan itu, terdakwa bersama kuasa hukum masih menyatakan pikir-pikir begitu juga dengan JPU.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.