Mantan Kepala BPLH Parimo Dihukum 1 tahun 2 bulan Penjara

- Periklanan -

Ilsutrasi

PALU – Majelis Hakim, pada Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palu telah menjatuhkan vonis kepada terdakwa Mohammad Idrus MSi dan terdakwa Abdul Wahid SE MSi, yang terlibat kasus dugaan korupsi Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di alun alun kantor Bupati Parimo, Tahun 2012, Kamis (26/1).

Terdakwa Mohammad Idrus atau mantan kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Parimo, divonis 1 tahun 2 bulan penjara, denda Rp 50 Juta Subsider 1 bulan. Dan untuk terdakwa Abdul Wahid yang diketahui saat ini masih aktif menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana pada sekretariad Pemkab Parimo, divonis 1 tahun 4 bulan penjara denda sebesar Rp 50 juta, subsider 1.

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntup Umum (JPU), karena perbuata kedua terdakwa ini sebagaiamana pertimbangan majelis hakim tidak terbukti sebagaimana yang diatur dalam dakwaan primer atau pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001, tentang Tipikor.

- Periklanan -

Namun, perbuatan keduanya dalam perkara yang didugakan tersebut, terbukti secarah sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan subsider. Atau sebagaimana ketentuan pasal 3 UU tentang tipikor. Keduanya melakukannya secara bersama sama pula sehingga majelis pun menerapkan pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP bagi kedua terdakwa.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Mohammad Idrus dengan pidana penjara 1 tahun 2 bulan penjara, dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara,” ungkap I Made Sukanada SH MH, atau hakim ketua membacakam amar putusan para terdakwa.

Pertimbangan majelis hakim terhadap putusan keduanya, yang memberatkan adalah perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi. Sementara yang meringankan, para terdakwa mengakui kesalahannya. Putusan kedua terdakwa lebih ringann dari tuntutan JPU.

Sebelumnya terdakwa Mohamad Idrus dituntut 2 tahun denda Rp 50 juta, Subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan, terdakwa Abdul Wahid dituntut  2 tahun dan 6 bulan penjara denda 50 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara. Dan terhadap putusan dari majelis hakim tersebut, kedua terdakwa bersama kuasa hukumnya serta tim JPU masih menyatakan sikap pikir pikir. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.