Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Mantan Kadis PU Sulteng Dijebloskan Jaksa ke Penjara

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Mashud Kasim dieksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulteng ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Palu. Kepala Dinas di era Gubernur Sulteng Aminudin Ponulele itu, dieksekusi penjara, setelah menjadi terpidana kasus pemalsuan tanda tangan.

Eksekusi yang dilakukan oleh JPU dilakukan setelah Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung turun ke Pengadilan Negeri Palu dan diteruskan kepada JPU Kejati Sulteng. Eksekusi sendiri dilakukan belum lama ini. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulteng, Reza Hidayat dikonfirmasi terkait eksekusi mantan Kadis PU Sulteng ini, membenarkan, bahwa yang bersangkutan telah dibawa ke Lapas Klas II A Palu untuk menjalani hukuman.

“Sudah ditahan, dan dieksekusi. Hukuman penjaranya 1 tahun, 3 bulan,” sebut Reza, Rabu (11/8/2021).

Sebelumnya di tingkat Pengadilan Negeri, terpidana Mashud Kasim divonis bersalah, namun hanya dihukum 1,6 bulan dalam bentuk tahanan kota. Saat proses banding di Pengadilan Tinggi, putusan PN tersebut dikuatkan. Jaksa pun menempuh Kasasi di Mahkamah Agung, hingga akhirnya yang bersangkutan diputus bersalah dan harus menjalani masa penahanan selama 1,3 tahun penjara.

Informasi yang diterima, menyebutkan bahwa kasus yang melibatkan Mashud Kasim ini, dilaporkan sekitar tahun 2018 silam. Yang melapor adalah kakak iparnya, Nasmin Sulaeman Kasim. Nasmin melaporkan pemalsuan tanda tangannya di dalam surat kesepakatan keluarga terkait pembagian lahan milik almarhum suaminya, Suleman Kasim. Tidak hanya tanda tangan Nasmin, tanda tangan anaknya pun dipalsukan oleh Mashud.

Surat kesepakatan itu ternyata dibuat sendiri oleh Mashud, sepeninggal sang kakak Suleman Kasim. Atas dasar surat itu lah, maka sebagian lahan milik almarhum seluas 10 hektar, diklaim sebagai lahan milik Mashud. Anak kandung dari Nasmin Suleman Kasim, Samad Kasim mengatakan, pihak keluarga menilai hukuman yang diterima oleh Mashud Kasim, sudah memenuhi rasa keadilan keluarganya selama ini.

“Karena kami anak-anak almarhum dan ibu saya, merasa memang tidak ada kesepakatan keluarga untuk membagi lahan tersebut, apalagi bertanda tangan di surat kesepakatan. Atas dasar surat itu juga, ibu kami digugat di pengadilan parigi secara perdata, agar lahan milik ayah kami itu jatuh ke tangannya,” ungkap Samad, dihubungi terpisah.

Dan atas dasar surat kesepakatan palsu itu pula, Mashud menang perdata di Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung. Namun, setelah keluarnya ketetapan hukum terkait pidana pemalsuan tanda tangan ini, pihak keluarga dari Nasmin bakal menempuh jalur hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan perdata beberapa waktu lalu. “Bukti kami sekarang cukup kuat, karena Mashud Kasim terbukti menggunakan tanda tangan palsu di dalam kesepakatan keluarga, yang menjadi dasar hingga perdatanya bisa dimenangkan,” tegasnya.
Yang anehnya lagi menurut Samad, sang Ibu Nasmin, kini sudah dijadikan tersangka atas laporan pidana dari Mashud Kasim terkait pemalsuan Surat Penyerahan lahan yang disengketakan di Kecamatan Sausu. Khusus kasus tersebut, masih berproses di Ditreskrimum Polda Sulteng. Upaya hukum itu kata dia, disinyalir merupakan balas dendam yang dilakukan oleh mantan Kadis PU itu terhadap ibunya. “Surat Penyerahan dikatakan palsu, padahal itu yang mengurus pihak pemerintah desa setempat. Jadinya kan aneh,” sesalnya.
Lebih jauh Samad menjelaskan, bahwa almarhum ayahnya meninggal sekitar April 1998. Selama meninggalnya sang ayah, Samad dan ibunya serta adiknya tidak mengetahui adanya kesepakatan keluarga untuk membagi lahan milik Suleman Kasim. “Kami baru tahu kalau ada surat perjanjian itu, nanti sekitar Tahun 2016 ketika dia meminta lahan itu kepada ibu kami. Tertulis tanggal kesepakatan itu pada 26 Juli 1998 beberapa bulan setelah ayah kami meninggal, yang ditandatangani ibu kami dan saya sebagai anak. Padahal kami sama sekali tidak merasa menandatangani surat tersebut,” tegasnya. (win/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.