Mantan Anggota DPRD Palu Dituntut 11,6 Tahun Penjara

- Periklanan -

PALU – Mantan anggota DPRD Kota Palu dua priode, Abdul Rahman M Rifai alias Om Dul, dituntut dengan total hukuman pidana 11, 6 tahun penjara, Rabu (28/2) kemarin.  Sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang dipimpin ketua majelis hakim I Made Sukanada SH MH tersebut masih berlangsung tertutup.

Ilustrasi (@jpnn.com)

Terdakwa disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, karena terjerat perkara dugaan perlindungan terhadap anak di bawah umur. Dugaan perbuatannya yakni melakukan asusila terhadap korban RR yang sudah menganggap terdakwa sebagai orang tua sendiri.

JPU yang membacakan tuntutan terdakwa adalah Salma Deu SH MH. Salma Deu ditemui usai sidang mengatakan dalam surat tuntutan JPU terdakwa dituntut pidana pokok selama 11 tahun penjara denda sebesar Rp 60 juta, subsider 6 bulan penjara.

“Karena perbuatannya menurut JPU, terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan dan tindak pidana pencabulan,” ungkap Salma kepada sejumlah awak media, Rabu (28/2).

- Periklanan -

Ditambah subsider 6 bulan, dari tuntutan pidana denda itulah kemudian mengakumulasikan kalau  pidana dari JPU yang dituntutkan bagi terdakwa totalnya 11,6 tahun penjara. Perbuatan terdakwa pada dasarnya terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan jaksa.

“Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana ketentuan pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP,” sebut Salma lagi.

Tuntutan pidana itu telah berdasarkan hal-hal yang memberatkan serta meringankan. Yang memberatkan kata Salma, perbuatan terdakwa merusak masa depan seorang anak gadis yang masih akan tumbuh dewasa. Perbuatan terdakwa mengakibatkan trauma psikologis pada saksi korban (RR) yang tidak mungkin hilang.

“Yang memberatkan lagi terdakwa sendiri seharusnya mengayomi dan melindungi saksi korban karena sudah dianggap sebagai anak sendiri serta terdakwa berbelit belit di persidangan,” urai Salma.

“Sementara yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum,” sambungnya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Abdul Rahman Rifai bersama kuasa hukumnya di depan majelis hakim menyatakan diri akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya. Untuk sidang agenda pembelaan sendiri, majelis hakim menetapkannya pekan mendatang. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.