Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Mansur : Yang Diambil Buldoser Milik Andi Baso

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Direktur Utama, PT. Nabelo Sarro Kampou, Mansur Latakka, memberikan hak jawabnya untuk mengklarifikasi pernyataan dari Nurdin Usman baru-baru ini. Kepada Radar Sulteng, Mansur Latakka menjelaskan tentang kronologi cerita tersebut yang disampaikan Nurdin Usman tidak sepenuhnya benar.

“ Bahwa uang Rp 2 miliar tersebut sebenarnya untuk sebuah pekerjaan jasa (yang tidak bisa saya sebutkan disini), dan setelah uang diserahkan saya diminta untuk menandatangani kuitansi pinjaman sebesar Rp 2 miliar, ” kata Mansur Latakka.

Dikatakan Mansur, kesepakatan untuk menyerahkan unit buldoser adalah dengan merek dan spesifikasi yang berbeda dengan yang diambil oleh saudara Nurdin. Jelas itu bentuk pencurian dan perampokan karena buldoser yang diambil adalah milik Andi Baso yang berbeda merek dan spesifikasinya dengan yang tertera dalam surat jaminan tersebut.

“Dalam hal ini, sebenarnya masalah perdata (pinjam meminjam) yang sudah dibayarkan kembali hampir sepenuhnya oleh saya. Tapi tindakan Nurdin adalah murni kriminal dan kejahatan, karena telah mengambil barang milik orang lain secara tidak sah, ” tegas Mansur.

“Kalau sekarang ceritanya mau diputar-putar ke hal lain, seperti surat palsu/penipuan. Perlu saya jelaskan bahwa unit yang tertulis dalam surat sesuai dengan kenyataannya (bukan unit dengan spesifikasi dan merek berbeda seperti yang dicuri oleh saudara Nurdin. Adapun keberadaan unit
tersebut di Samarinda dan akan dikirim ke Long pada waktu surat itu dibuat. Saya ada di Jakarta, dan seharusnya unit tersebut sudah sampai di Long dalam pemikiran saya, ” tambahnya.

Menurut Mansur, kasus ini tidak akan pernah terjadi kalau saudara Nurdin tidak bertindak secara kriminal bersama dengan seorang lelaki berinisial AR dengan mengendarai mobil Hi-Lux berpelat nomor “B” milik PT Hutan Lestari (pihak lain/pihak ketiga) kami juga memiliki foto-foto untuk mendukung pernyataan ini, sehingga pemilik Bulldozer melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Masalah saya dengan bupati adalah masalah perdata, sedangkan masalah yang ditimbulkan oleh saudara Nurdin adalah kriminal murni. Saya berharap, penjelasan ini akan menempatkan masalah pada posisi yang sebenarnya, ” pungkas Mansur.

Sementara itu, Nurdin Usman, yang dikonfirmasi media ini mengatakan, dirinya tidak mau berdebat kusir lagi. Dia tetap dengan pendiriannya, tetap konsisten dengan sikapnya bahwa Mansur Latakka sudah memberikan keterangan palsu atau penipuan. Karena itu Nurdin akan tetap melaporkan masalah ini ke Polda Sulteng, Senin (13/9).

“ Catat baik-baik yah. Semua yang disampaikan pak Mansur itu bohong besar. Saya tidak ingin berdebat lagi. Saya tetap akan melaporkan kasus ini ke Polda hari Senin besok. Dan semuanya akan kita buktikan di Pengadilan, “ kata Nurdin Usman kepada Radar Sulteng, Minggu (12/9).

Ditambahkannya, mengenai perjanjian tiga unit alat berat, hanya satu yang bermerek Komatsu, yang dua lainnya merek Caterpillar. Begitu juga yang di Kalimantan, tidak benar. Dia telah mencoba membalikkan fakta-faktanya.

“ Kan, terserah saya dong mau memilih yang mana. Hanya satu kok yang bermerek Komatsu, “ ucap Nurdin Usman, mengakhiri keterangannya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.