Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Mangkir, Istri Polisi Dijadikan DPO Kasus Narkoba

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (jpnn)

PALU – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) salah satu tersangka kasus penyalahgunaan narkotika. DPO tersebut tercatat sebagai istri dari salah satu anggota Polres Tolitoli.

Dijadikanya DPO, istri dari anggota tersebut, menyusul pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Ogoamas. Di mana dua orang tersangka mengakui bahwa yang menjadi pemodal dalam bisnis sabu-sabu di desa tersebut, adalah Hj Lina, yang diketahui istri anggota polisi tersebut. Ini juga dikuatkan dengan sejumlah bukti-bukti yang dipegang petugas BNNP Sulteng. “Kita sudah jadikan DPO (Hj Lina). Dia juga ikut terlibat, karena dua pelaku yang kami amankan sekarang, berani mengedarkan karena dimodali dan dikasih barang oleh istri anggota,” kata Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga.

Penetapan status DPO sendiri, dilakukan setelah beberapa kali pemanggilan untuk diperiksa, Hj Lina selalu mangkir dari panggilan penyidik. Suami pelaku sendiri kooperatif dan telah diperiksa. Namun anggota Polri tersebut, sama sekali tidak mengetahui sepak terjang istrinya tersebut. “Suaminya tidak terlibat. Sudah kami periksa, tapi istrinya ini yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya, sehingga kami jadikan DPO. Inforamasinya pelaku ini sudah berada di Malaysia,” jelasnya.

Anggota Polri yang dirahasiakan identitasnya tersebut, diketahui merupakan suami kedua dari Hj Lina. Sebelumnya DPO tersebut sudah pernah menikah dengan salah satu terpidana kasus Narkoba. Penetapan status DPO kepada Hj Lina sendiri, terbit sejak bulan Juni lalu.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri dari Desa Ogoamas, Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala, ditangkap setelah terbukti menjadi pengedar Narkoba jenis sabu-sabu. Kedua warga Ogoamas itu, diamankan aparat BNNP Sulteng, menyusul adanya laporan dari masyarakat di desa setempat, yang telah resah dengan maraknya peredaran gelap Narkoba di daerah tersebut. Berbekal informasi masyarakat yang masuk melalui call center BNNP Sulteng di nomor 08114511344, petugas langsung melakukan pengintaian. “Anggota saya ada empat orang saya suruh turun langsung cek kebenarannya di sana. Selama sebulan tinggal penyelidikan, akhirnya didapatlah jaringan pengedar yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sojol Utara, Donggala dan Kecamatan Dampal Selatan, Tolitoli ,” terang Kepala BNNP.

Setelah dipastikan pengedar, petugas langsung bergerak cepat menangkap Wawan dan istrinya Masliana pada 19 Mei lalu. Petugas juga menghadiahi timah panas di kaki Wawan, akibat mencoba melarikan diri, ketika berpura-pura meminta izin untuk buang air kecil. “Barang sendiri informasinya didapatkan dari istri oknum polisi di Tolitoli,” sebut Tagam.

Dari kedua tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 27,66 gram dan uang senilai Rp17.490.000, serta timbangan digital dan 4 pak plastik bening. Adapun pelanggan dari Pasutri ini, ternyata bukan hanya orang dewasa namun juga remaja atau pelajar di wilayah Kecamatan Sojol Utara. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.