alexametrics MANFAATKAN SISA USIA SEBELUM KEMATIAN MENJEMPUT (Renungan Pergantian Tahun) – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MANFAATKAN SISA USIA SEBELUM KEMATIAN MENJEMPUT (Renungan Pergantian Tahun)

Oleh : Ahmadan B. Lamuri *)

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAHUN Hijriyah 1442 telah berakhir yang ditandai dengan masuknya bulan Muharram. Walaupun telah berakhir, namun masa-masanya banyak meninggalkan kesan dan kondisi menyedihkan bagi manusia. Mengapa, penyebaran virus Covid-19 yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya; angka kematian meningkat yang ikut didalamnya para alim ulama dan tokoh berpengaruh. Tetapi apakah manusia dapat menghindar dari kematian itu?

Kematian bukanlah sekadar persoalan orang per orang atau sekelompok orang semata, tetapi kematian (al-maut) merupakan masalah semua generasi, bahkan seluruh umat manusia dan juga termasuk makhluk lainnya. Kematian menjadi masalah semua yang hidup alias bernyawa. “Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian”. Ketika Covid-19 melanda, banyak manusia yang menghindar dari virus tersebut dalam rangka menyelamatkan diri untuk bisa tetap hidup. Hal ini didorong oleh keinginannya yang hidup kekal atau usia yang panjang. Keinginan ini karena adanya ulah sang Iblis seperti digambarkan oleh Allah SWT pada surah Thahaayat 120: “Maukah engkau kutunjukkan pohon kekekalan dan kekuasaan yang tidak punah?”,tetapi ternyata kematian selalu dating tepat waktunya.

Kematian sesuatu yang amat terkenal dan bahkan beritanya setiap saat disaksikan dan ditayangkan. Apalagi zaman sekarang dengan sains dan teknologi informartika yang begitu canggih, di fasilitas handphone melalui media sosial dari berbagai wilayah bumi ini “berita duka” selalu menyelimuti rubriknya. Kematian dating kapan saja, dimana saja, dan kadang manusia tidak mengetahuinya. Allah SWT telah menegaskan: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu sekalipun kita berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. Manusia berusaha untuk menghindar dari kematian, tetap kematian akan dating menjemputnya, dan ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Alquran Surah al-Jumu’ahayat 8.

Tentu alasan apapun yang hendak didesain manusia untuk lolos dari cengkraman maut tetap sia-sia. Usaha yang seyogyanya dilakukan adalah memanfaatkan usia ini dengan sebaik mungkin, sehingga ketika ajal dating menjemput telah siap menerimanya dan mempertanggungjawabkan kehidupan ini.
Momentum tahun baru ini, dimana kita masih diberikan kesehatan dan umur yang panjang, ikutilah petunjuk Rasulullah SAW “gunakanlah masa sehatmu sebelum dating masa sakitmu, gunakanlah masa mudamu sebelum dating masa tuamu. Gunakanlah masa sempatmu sebelum dating masa sempitmu, gunakanlah masa kayamu sebelum dating masa miskinmu, dan gunakanlah masa hidupmu sebelum dating masa matimu.”

Masa sehat, muda, sempat, kaya, dan hidup, adalah hadiah waktu yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk mempersiapkan dirinya menuju masa (waktu) yang tidak akan pernah berakhir lagi yaitu di hari kemudian nanti (akhir perjalanan dari kematian). Kehadiran waktu memiliki tujuan yang dibahasakan oleh Alquran, pertama, menjadi tanda atau rambu-ramb uuntuk ukuran melaksanakan aktifitasnya. Kedua, pergantian siang dan malam silih berganti adalah untuk member kesempatan bagi manusia mengambil pelajaran. Ketiga, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat-Nya (QS. Al-Furqan : 62).

Jadi memperingati tahun baru janganlah diperingati semata-mata serimoni yang hanya mengikuti bujukan syaithan atau hawa nafsu belaka, tetapi hendaknya diarahkan pada kegiatan yang menunjukkan ungkapan rasa syukur, dan beramal shaleh. Berbuat kebaikan sebanyak mungkin, sebab sekecil apapun amalan itu akan diberikan balasan dang anjaran di sisi Allah SWT. “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat/mendapatkan balasannya” (Q.S. al-Zalzalah : 7).

Peningkatan kualitas iman dan amal shaleh sebagai konsekuensi bertemu dengan tahun baru ini perlu menjadi progress. Karena itu, Allah SWT telah mengingatkan kepada manusia bahwa bertaqwalah kepada-Nya dan membuat planning mencapai kebahagian hidup masa depan (akhirat) yang lebih baik. Selagi ada kelebihan harta keluarkanlah zakat, perbanyaklah sedekah, selagi diberi kekuatan fisik bantulah orang lain yang masih membutuhkan peran fisik itu, tebarlah salam persatuan dan persaudaraan di antara manusia selagi tidak dipungut biaya, maafkanlah orang yang bersalah kepada kita sebelum mereka meminta maaf, peringatkanlah kepada sesama manusia terhadap kemungkaran karena itu merusak tatanan kehidupan, dan sebaginya.

Upaya pemanfaatan waktu dengan menebar amar ma’ruf nahi mungkar seyogyanya dilandasi dan ditujukan semata-mata sebagai sebuah‘pengabdian kepada Allah SWT. Seperti pernyataan Allah, “aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka mengabdi kepada-Ku”. Setiap orang yang beramal akan mendapatkan ujrah (upah) atau balasannya. Allah menyatakan, “sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik lakilaki maupun perempuan (QS. Ali Imran : 195).

Datangnya tahun baru, jadi kania (waktu) moment yang paling tepat untuk berbuat sebanyak-banyaknya dan yang terbaik. Sekali lagi karena kehadirannya sangat super penting, maka pemanfaatannya pun harus efisien dan efektif, sehingga melahirkan produktifitas kinerja yang tinggi dan berkualitas. Implikasinya hidup manusia menjadi bermutu, dan balasan pahala dari Allah SWT pun akan berlipat ganda. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menghindar dari kemajuan dan kehadiran waktu melalui pergantian tahun, melainkan menjadi I’tibar bagi setiap orang yang ingin meraih keberhasilan masa depan yang abadi dan kekal. Apalagi kondisi saat ini pandemik Covid-19 menjadi ancaman setiap orang. Maka, berjalan dan bekerja dituntut adanya perhitungan yang akurat dan memberi harapan. Ketika amalan kebaikan telah terimplementasikan serahkanlah sepenuhnya kepada sang Maha Kuasa yang menilainya.

Jika demikian adanya, sekalipun kematian telah menjemput, tidak perlu takut dan ragu sebab janji Allah bagi orang yang berbuat kebaikan sesuatu yang mutlak kebenarannya.

Renungkanlah pernyataan Allah SWT, “dunia ini adalah panggung sandiwara, tempat yang di dalamnya penuh dengan berbagai aneka hiasan yang bisa mempesonakan manusia bila tidak diperhatikan.” Maka kehadirannya bagi manusia akan menjadi jebakan atas sandiwaranya, yang akhirnya hanya akan melahirkan penyesalan belaka. Agar tidak lahir penyesalan tak berujung, buatlah inovasi lebih baik dari tahun sebelumnya demi meraih sukses masa depan dunia akhirat. Wallahul‘Alam !

*) Penulis adalah Dosen UNISA Palu dan Ketua BAZNAS Kota Palu.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.