Makin Sepi, Pedagang Pasar Talise Ingin Ketemu Wali Kota

- Periklanan -

PALU – Kesabaran para pedagang di Pasar Talise terus mendapat ujian, dikarenakan kondisi pasar yang hingga saat ini masih sepi. Para pedagang pun, dalam waktu dekat akan mengadu langsung kepada Wali Kota terkait nasib mereka ini.

Pedagang di Pasar Talise yang sepi pembeli dan hanya dihuni oleh 12 pedang. (Foto: Wahono)

Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Amriati menyampaikan, bahwa memang sudah saatnya, ada tindakan dari seluruh stake holder terkait pengeloaan pasar. Dari amatannya, penindakan pedagang liar yang berjualan di luar pasar dan berada tidak jauh dari Pasar Talise, masih sangat lemah, sehingga berdampak pada kondisi pasar yang terus-terusan sepi pengunjung.

“Jadi kami masih tunggu waktunya, kami mau sampaikan langsung sama pak Wali mengenai masalah ini, saya berani menghadap. Pihak pasar laporannya ke sana (Wali Kota) pasar aman, apanya yang aman kalau pembeli datang satu-satu begini. Malah lebih banyak wartawan yang datang wawancara dari pada pembeli,” tegasnya.

Dirinya juga sempat menyayangkan, tindakan dari Kepala Pasar Talise yang beberapa waktu lalu memindahkan para pedagang berjualan di lapak-lapak yang ada di dalam pasar, pasalnya kata Amriati, berjualan di  area parkir pasar bisa mengundang para pembeli.

- Periklanan -

“Maunya kita itu, diizinkan berjualan di depan sini (parkiran), karena agak lumayan pembeli waktu kita di depan sini, tapi dari pihak pasar melarang dan dipindahkan di belakang ini, padahal kalau di depan, bagus biar keliatan ramai ini pasar,” sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pasar Talise, Rahma membenarkan, jika kondisi Pasar Talise masih sepi pedagang. Terkait permintaan pedagang yang masih ingin berjualan di area parkir tersebut, Rahma mengatakan jika, area tersebut hanya diperuntukan untuk parkir kendaraan.

“Itu kan tempat parkir makanya kita arahkan ke dalam, yang sudah tersedia lapak-lapaknya, agar terlihat oleh masyarakat kan bagus, karena kalau diturunkan di bawah itu bukan lagi lahan pasar,” kata Rahma.

Lanjut Rahma, jika dirinya telah menjalankan aturan yang ada, terkait pengelolaan pasar. Rahma juga membantah jika adanya dugaan pedagang yang telah menyewa lapak namun tidak digunakan untuk berdagang. Kata dia, pedagang tersebut tidak berjualan secara intens dan memiliki waktu-waktu tertentu.

“Alasanya mereka tidak ada orang beli, nah ini orang banyak pembeli keluar masuk. Itulah ibu-ibu di sana maunya mereka itu, mereka yang mau mengatur, bukan kita, sementara saya ini kan ikuti aturan yang ada di pemerintahan dan itu yang saya jalani di Pasar,” tegas Rahma. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.