Makin Banyak Buaya, Warga Khawatir Berenang di Teluk Palu

- Periklanan -

Buaya di muara sungai, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/4). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Ditemukannya buaya di pantai  Desa Towale, Kabupaten Donggala, beberepa hari lalu membuktikan bahwa, buaya muara yang ada di Kota Palu kini sudah mulai berenang masuk ke laut. Bukan tidak mungkin, ada lagi buaya-buaya lain yang telah bebas berenang di laut Teluk Palu.

Padahal sejumlah lokasi di Teluk Palu, sebut saja tempat wisata Kampung Nelayan, menjadi tempat favorit warga Palu untuk berenang, di waktu libur. Keberadaan buaya-buaya yang telah menjelajah hingga ke laut ini pun, cukup membuat khawatir warga Kota Palu.

Adi misalnya, warga yang tinggal di Tondo ini mengaku sangat khawatir dengan adanya buaya yang banyak ditemukan berenang di laut. Dirinya pun menduga, buaya muara tersebut sudah berkembang biak di dalam laut. “Takut juga, makanya saya berenang tadi cuma dipinggir-pinggir, tidak berani ke bagian sana, siapa tahu ada dia (buaya),” tuturnya, ditemui Rabu kemarin (25/4) di sekitar pantai Kampung Nelayan.

- Periklanan -

Dirinya juga mengaku, sering melakukan terapi di pantai Kampung Nelayan. Pasalnya, air laut juga dipercaya bisa meyembuhkan segala macam penyakit. “ Dulu, tiap hari Minggu saya kemari, berendam di laut, cuma sekarang tidak berani sudah, takut tiba-tiba muncul dia (buaya),” kata Adi.

Sementara itu, salah seorang pedagang di sekitar Kampung Nelayan juga mengakui, para pengunjung sudah mulai berkurang setelah banyaknya ditemukan adanya buaya yang berenang di laut. Tetapi dia sendiri belum pernah melihat buaya yang berenang di sekitar Kampung Nelayan.

“Belum sampe dia (buaya)  ke sini, jadi mungkin orang belum takut, cuma saya sering lihat  sampai di reklamasi saja. Kurang juga sudah orang berenang kalau hari minggu tidak kaya lalu, mungkin faktor banyak buaya yang ditemukan,” kata seorang pedagang yang tidak ingin dikorankan namanya.

Dari pantauan Rabu ( 25/4 ), terlihat beberapa warga yang melakukan terapi pada pukul 10.00 Wita, di area Kampung Nelayan. Sementara papan imbaun tentang keberadaan buaya di laut, juga tidak nampak di sekitar lokasi tersebut. Buaya berkalung ban sendiri, juga nampak kerap muncul di sekitar pantai Talise hingga di lokasi reklamasi, Jalan Komodo. (cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.