Majelis Hakim PN Palu Ganjar Pelaku Cabul 5 Tahun Penjara

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Setengah dari pidana penjara yang dituntutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), itulah hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa Mohammad Yuslan alias Rustam alias Utam, ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palh, Selasa (28/2) baru baru ini.

Terdakwa yang berperkara di pengadilan karena dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini, ketika itu menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan. Sidangnya berlangsung tertutup. Namun diketahui sidang terdakwa dipimpin oleh hakim ketua HJ Aisa Hi Mahmud SH MH.

Ditemui usai sidang kuasa hukum terdakwa Peter Bove SH, mengatakan terdakwa Yuslan oleh majelis hakim dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun.

Vonis yang dijatuhi terhadap terdakwa ini, sangat berbeda jauh dari tuntutan pidana JPU, yang sebelumnya telah disampaikan atau dibacakan oleh Jaksa, HJ Nursiah SH. Pidana penjara yang di tuntutkan sebelumnya kepada terdakwa yakni selama 10 tahun. Artinya, putusan majelis hakim seperdua dari tuntutan JPU.

”Dari tuntutan JPU selama 10 tahun. Hakim memberinya hukuman 5 tahun,” kata Peter kepada media ini.

- Periklanan -

Kata Peter, Hukuman berupa pidana penjara itu diberikan kepada terdakwa, karena perbuatannya telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidan sebagaimana ketentuan dakwaan kesatu pasal 82 UU RI NO.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan perubahan Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Jadi klien kami ini ganjar sebagaiman dakwaan kesatu, pasal perlindungan anak. Kami menilai ini sanmgat tidak relevan dengan fakta sidangt. Namun terhadap putusan itu kita masih fikir fikir,” sebut Peter.

Putusan majelis hakim itu, tentunya telah sesuai pertimbangan sebagaimana dari majelis hakim. Makanya dari pidana penjara 10 tahun yang dituntut oleh JPU, itu turun menjadi lima tahun. Selain hukamn badan terdakwa juga diganjar hukuman pidana denda yang juga telah berdasarkan pertimbangan majelis hakim sebagaiaman ketentuan yang berlaku dan diberlakukan untuk setiap pelaku cabul apalagi terhadap korban anak di bawah umur.

Sebelumnya diberitakan kalau terdakwa dituntut 10 tahun penjara oleh JPU, karena perbuatan terdakwa menurut JPU,  telah terbukti secara sah melanggar ketentuan dari pasal perlindungan anak. JPU menuntut terdakwa 10 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Pertimbangan terhadap tuntutan itu, diantaranya dari JPU adalah perbuatan terdakwa telah membuat korban Mawar (Nama Samaran) mengalami trauma. Selain itu, dalam menjalani perkara ini, terdakwa yang berstatus tahanan di Rumah Tahanan Maesa, pernah melarikan diri.

Perbuatan Mohammad Yuslan sehingga diajukan kepesakitan dan kini harus siap menjalani hukuman selama lima tahun, terjadi bulan Mey tahun 2016 lalu. Tempat kejadiannya salah satu rumah di Jalan Anyelir Kecamatan Palu Barat. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.