Maher Zain Empat Jam di Palu

Saksikan Masjid Terapung, Sempatkan Hibur Anak Penyintas di Donggala Kodi

- Periklanan -

PALU – Penyanyi Internasional Maher Zain Kamis kemarin (21/3), menyempatkan waktu berkunjung ke Kota Palu. Sayangnya, penyanyi berkewarganegaraan Swedia ini, hanya empat jam berada di Kota Palu.
Maher Zain hadir di Palu, berkat support dari Muhammadiyah Disaster Management Centre (mdmdc), LazisMU dan Salam Charity. Kedatangan singkat Maher di Kota Palu, hanya untuk melihat dari dekat beberapa lokasi bencana. Selain itu, Maher juga menyempatkan waktu menghibur bocah-bocah di pengungsian Donggala Kodi.
Tiba di Palu sekitar pukul 11.00 Maher langsung diajak makan siang di salah satu restoran di Kota Palu. Setelah itu, langsung ke Posyan MDMC di Donggala Kodi. Perjalanan ke Donggala Kodi, Maher secara khusus meminta untuk melintas di Pantai Talise, Pantai Besusu, reruntuhan Jembatan IV dan singgah sebentar di Masjid Terapung.
Tiba di Donggala Kodi, Maher Zain menghibur anak-anak penyintas yang berada di Pos Pelayanan MDMC, Kelurahan Donggala Kodi, dengan bermain bola dan lomba makan kerupuk. Suasananya tampak ceria, meskipun matahari terik menyengat di lokasi kegiatan, bahkan pelantun Insya Allah dan Alhamdulillah itu, terlihat begitu menikmati permainan sepak bola.
Maher Zain, merasa terharu, saat lantunan lagu Shalawat yang dipopulerkannya dan meraih beberapa penghargaan internasional dinyanyikan anak-anak penyintas. Tampak Maher kemudian larut dalam kemeriahan lagu, dan bernyanyi bersama.
“Saya sangat senang bertemu dengan semua warga yang ada di Donggala Kodi, saya merasa terkejut, dengan wajah-wajah gembira, padahal baru saja menghadapi musibah yang cukup berat,” ujarnya dengan Bahasa Inggris.
Dalam kesempatan itu juga, Maher Zain menyapa beberapa warga yang berada di dalam tenda, maupun di tempat-tempat berjualan, dengan kesan natural, tanpa disetting sebelumnya.
Maher Zain, juga diminta untuk bernyanyi, yang langsung disambutnya secara positif. Dia menyanyikan lagu Insya Allah, yang menurutnya tepat dengan situasi saat ini, dan anak-anak pun yang rela berpanas-panas di dalam tenda pengungsian.
“Saya suka dengan pemandangan di Donggala Kodi, Masya Allah begitu indah. Dan anak-anaknya kuat dan tangguh,”katanya.
Usai menghibur warga di Donggala Kodi, rombongan bertolak ke Pos Pelayanan Sidera, untuk melihat contoh huntara yang sudah dibangun oleh MDMC-LAZISMU, untuk menjadi contoh, yang akan dibantu oleh Salam Charity.
Wakil Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rahmawati Husen, mengatakan, kedatangan Maher Zain ke Sulawesi Tengah, adalah bagian dari road show, Salam Charity yang sebelumnya sudah melakukan penggalangan dana di Jakarta.
“Insya Allah, kedatangan Maher Zain, bukan hanya sekadar menghibur warga yang terkena dampak bencana di Sulteng, lebih dari itu, akan mengucurkan dana bantuan, sebesar Rp20 miliar, untuk pembangunan huntara dan toilet, di beberapa tempat,” urai Rahmah, sapaan akrabnya.
Dan peranan LAZISMU dan MDMC, dalam kegiatan kerja sama dengan Salam Charity, yang bermarkas di Inggris itu, adalah kerja sama yang terjalin cukup erat, sehingga kemudian mendatangkan ambassador, atau duta Salam Charity, Maher Zain, yang meskipun hanya beberapa jam berada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Sementara itu, kedatangan Maher Zain di Kota Palu yang kemudian diupload oleh akun @maherzainofficial di Instgaram Storynya, sampai dengan pukul 21.00 malam tadi, sudah mendapatkan 93.648 like dan 1.070 komentar.
Foto yang diupload, ketika Maher Zain diterima rombongan pengamanan yang mengenakan seragam Komando Kesiapsiagaan AMM (Kokam) dan dua bocah di pintu Bandara Mutiara SIS Aljufrie. Yang membuat kagum akun @maherzainofficial, pesan moral yang dipegang kedua bocah tersebut.
“We Proud to be a Moslem (saya bangga sebagai Orang Islam). From Palu with Love to New Zealand (Dari Palu dengan Cinta untuk New Zealand), #PaluBangkit,”tulis kedua bocah itu.
Pesan yang ingin disampaikan kedua bocah itu memanfaatkan kedatangan Maher Zain, adalah untuk menyuarakan keprihatinannya dengan aksi biadab teroris di New Zealand yang menembak umat Islam yang sedang jumatan.
“Pemilik akun bernama @Parez_a_ibrahim, membalasnya dengan Masha Allah, Much Love back to Them. May Allah proTecT all Muslims Round the world. Ameen,”tulisnya seakan membalas salam dari umat Islam di Palu untuk saudaranya di New Zealand.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.