Mahasiswi Untad Tewas Saat Kecelakaan Bus Damri

- Periklanan -

DONGGALA – Nasib naas terjadi pada 26 orang penumpang bus Damri, salah satu Perusahaan Otobus  (PO) milik pemerintah, yang semuanya adalah warga Buol dan Tolitoli.

Salah seorang korban lakalantas tunggal Bus Damri mendapat perawatan medis, Minggu (22/7). (Foto: Istimewa)

Bus Damri, jenis roda 6, dengan nomor polisi DN 7150 AU yang saat itu dikendarai oleh Risno (33) sopir cadangan yang menggantikan sopir utama Muh Sabit N Tihila (47) terguling setelah tidak mampu mengendalikan kecepatan bis saat memasuki Desa Siboang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, tepatnya di SMP 1 Sojol.

“Kejadiannya pada hari Minggu dinihari, sekitar pukul 01.00 wita di Dusun II Desa Siboang Kecamatan Sojol.Mobil bus Damri DN 7150 AU terbalik, dan menewaskan beberapa penumpangnya, dan lainnya luka-luka, telah dirawat di Puskesmas Sojol dan dilarikan ke Rumah Sakit Undata Palu, ” terang Kapolres Donggala, AKBP Ferdinan Suwarji SIK, kepada Radar Sulteng, kemarin.

Dua korban bus naas dan meninggal dunia di TKP tercatat atas nama Susanti N Laindjong  (19), salah seorang mahasiswabaru di FKIP jurusan Biologi Universitas Tadulako (Untad) Palu, beralamatkan di Jalan Kancil Kelurahan Kulango Kecamatan Biau Kabupaten Buol Kecamatan Biau Buol. Kedua, Nofika WJM Sadu,  (22) alamat Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Biau Kabupaten Buol. Sedangkan Nurfita Julia (15)  meninggal di Puskesmas Tonggolobibi Kecamatan Sojol saat akan dirujuk ke RS Undata Palu.

Sedangkan penumpang lainnya dan menderita luka-luka, dirawat di Puskesmas Tonggolobibi, adalah Risno  (33) warga Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu, diketahui sebagai sopir cadangan yang membawa mobil. Hasil pemeriksaan medis, mengalami memar pada bagian dada sebelah kanan. Kedua,  Evan  (31) warga Jln Lasoso Kecamatan Palu Barat, kernet bus. Pemeriksaan medis, luka lecet pada bibir.

Selanjutnya,  Muh. Sabit N tihila (47), sopir utama, warga Buol. Kemudian, Risna (32) warga Buol. Arul (11) warga Buol. Mira (23) warga Buol. Rahman (68) warga Tolitoli. Rafiah (62) warga Tolitoli. Misbah  (21) warga Buol. Ira (35) warga Buol, dan Fira warga Buol. Terakhir, Aruji Djtio, putus tangan sebelah kanan, warga Buol.

- Periklanan -

“Korban tewas tiga orang, dan korban yang dirujuk ke  RS Undata  Palu sebanyak satu orang, yaitu Aruji Djtio. Sedangkan 14 orang penumpang lainnya dinyatakan selamat, hanya mengalami luka-luka lecet di TKP kecelakaan, “ terangnya.

Adapun kronologis kejadian, Sabtu (21/7) pukul 10.00 wita, mobil bus Damri Merk Dyna DN 7150 AU warna putih biru berangkat dari agen Damri di Kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol, dikendarai sopir utama, Moh Sabit N Tihila, kemudian sopir cadangan Risno, dan karnet bus Evan,  dengan memuat penumpang sejumlah 20 orang.

Di tengah jalan, di Desa Bajugan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, bus mengangkut penumpang sebanyak tiga orang. Demikian pula setibanya di agen Damri di Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kota Tolitoli, bus Damri itu mengangkut lagi tiga orang penumpang.

Saat itu bus berjalan aman-aman saja tanpa halangan, hingga singgah istirahat di Desa Balukang Kecamatan Sojol Utara. Sekitar  pukul 01.00 wita, supir utama Moh Sabit N Tihila digantikan oleh sopir cadangan Risno. Memasuki Dusun II Desa Siboang tepatnya di tikungan SMPN 1 Sojol Desa Siboang, Risno tidak bisa mengendalikan laju mobil saat menikung hingga terjatuh di depan rumah warga Siboang Abd  Rauf.

Dikonfrimasi, Kasat Lantas Polres Donggala Muhammad Nai, mengatakan, pada waktu itu mobil kendarai dalam kecepatan tinggi dan hilang kendali tepat di tikungan. Akibatnya mobil terbalik 90 derajat dan terseret ke luar badan jalan. “Mobil terseret sampai di drainase rumah warga,” katanya.

Sementara itu Kapolres Donggala, AKBP Ferdinan Suwarji SE, mengungkapkan, dari hasil pengembangan, dugaan penyebab terjadinya lakalantas tersebut akibat pengendalian kecepatan mobil yang kurang baik. “Pengendalian laju mobil yang kurang baik,  hingga terjadilah kecelakaan itu,” singkatnya.

Sementara itu, di Kabupaten Buol di kampungnya tiga warga tewas,  masing-masing  di rumah orang tuanya Susanti N Laindjong  di Kelurahan Kulango dan Nofika WJM Sadu, di Kelurahan Kampung Bugis penuh dengan isak tangis dari keluarga almarhumah, kawan sejawatnya, dan teman sekolahnya yang masih berusia muda.

Warga di rumah duka,  sejak siang hari terus menunggu ketiga korban tersebut. Rusli Dunggio, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Kampung Bugis kepada Radar Sulteng mengatakan, dirinya sempat menolong dan mengevakuasi Nofika. Saat itu Rusli hendak pulang dari Palu menuju Kabupaten Buol, dan melewati jalur trans Sulawesi di wilayah Pantai Barat. “Saya dan beberapa orang warga Desa Siboang sempat menolong para korban, termasuk Nofia ini. Dia satu kelurahan dengan saya di Kampung Bugis, “ tutur Rusli.(ujs/mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.