Mahasiswa Papua di Sulteng Minta Jaminan Keamanan

- Periklanan -

PALU – Organisasi kepemudaan lintas agama yang mengatasnamakan Cipayung Plus Sulteng, mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas para pelaku Intimidasi, Rasis dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua. Organisasi ini bahkan meminta kepada pemerintah Provinsi Sulteng, untuk menjamin keamanan terhadap masyarakat dan mahasiswa Papua yang berada di Kota Palu, khususnya Sulteng.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Tengah, Muhammad Rafiq mengatakan insiden yang menimpa mahasiswa asal Papua berupa intimidasi, rasis, diskriminasi telah mencoreng wajah keberagaman di Indonesia.
“Hal ini menimbulkan reaksi besar di beberapa daerah di Indonesia. Tentu ini menandakan berapa besar pengaruh tindakan tersebut. Saya mengkhawatirkan akan ada gejolak selanjutnya yang bisa merusak element kebangsaan ini,” ungkapnya, saat menggelar konferensi pers, Kamis (22/8) di sekretariat AJI Palu.

- Periklanan -

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sulteng, I Made Randy Wijaya, menilai tindakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dinilai telah melanggar prinsip keberagaman. “Segera penegak hukum bisa tangkap oknum yang ingin memecah keberagaman di negara ini,” ujarnya.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palu, Trisno Palinoan meminta, kepada aparat untuk memberikan jaminan keadaan terhadap Mahasiswa asal Papua yang bermukim di Sulteng, khususnya di Kota Palu. Sedangkan, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulteng, Alvian Karmin, berharap, agar tidak ada tindakan yang terjadi di Sulteng serupa dengan peristiwa tersebut. Hal ini tentunya Polda Sulteng harus menjamin rasa aman terhadap Mahasiswa Papua di Sulteng. “Apalagi saat ini dikhawatirkan akan ada isu-isu yang coba dimainkan dengan tujuan merusak hubungan silaturahmi antar sesama Mahasiswa dengan Mahasiswa Papua di Sulteng,” ujarnya.

Kemudian, dari Wakil Dewan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Fachrudin Dakumalamo, yang merupakan Mahasiswa asal Papua Barat, menyampaikan Mahasiswa asal Papua di Sulawesi Tengah,saat ini berjumlah sekitar 30 orang , yang mana sedang menempuh pendidikan di berbagai kampus yang ada di Sulteng. “Ke depan diharapkan Mahasiswa Papua dapat tinggal dengan aman dan tetap bersekolah hingga nantinya pulang membangun daerahnya,” harapnya. Ia juga prihatin atas kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu di beberapa daerah. “Tentu ini miris sebagai negara yang mengenal keberagaman, mestinya ini tidak boleh terjadi,” sesal Fachrudin. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.