Mahasiswa LP3i Demo, Tuntut Janji Pengelola Kampus

- Periklanan -

Mahasiswa LP3i melakukan aksi bela mahasiswa di depan kampus LP3i Jalan Setia Budi, kemarin (20/3). (Foto:Wulan)

PALU – Merasa ditipu dan dibohongi, sejumlah mahasiswa LP3i Palu melakukan aksi bela mahasiswa kepada pihak LP3i Palu dengan menyegel lembaga pendidikan tempat mereka menimba ilmu, Senin pagi (20/3).

Dalam aksinya, para mahasiswa LP3i semester genap tingkat II (semester 4) dan tingkat I (semester 1) membawa kertas-kertas tuntuntan mereka di depan kampus LP3i Jalan Setia Budi Kelurahan Besusu Timur, mereka menuntut agar diberikan kejelasan mengenai kelanjutan studi mereka.

Dalam aksi yang dipimpin oleh Lanking Wibowo selaku Presiden Mahasiswa (Presma) LP3i Palu dan Nur Rahmat Muttaqin selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, menuntut agar pihak LP3i bertanggung jawab atas apa yang telah dijanjikan sebelumnya. Dimana awal mereka masuk diiming-imingkan penempatan kerja dan lulus menerima gelar D3 serta mendapat ijazah yang dikeluarkan pihak LP3i.

- Periklanan -

“Kenyataanya pada saat kami meranjak ke semester genap yaitu semester 4 dan semester 2 pihak LP3i menjalin kerjasama dengan pihak AMIK tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada mahasiswa. Dimana kerjasama tersebut seluruh mahasiswa setelah selesai menempuh pendidikan 2 tahun di LP3i wajib meneruskan ke AMIK selama 8 bulan. Maka dari itu kami melakukan ini sebagai bentuk protes dan rasa kekecewaan kami,” ungkap Lanking Wibowo selaku Presma LP3i Palu kepada Radar Sulteng, kemarin (20/3).

Sementara itu, dari pihak LP3i yang diwakili oleh Direktur Operasional LP3i pusat, Verus Hardian mengatakan, akan segera memberikan kejelasan apa yang mereka tuntutkan dan juga untuk menyelesaikan persoalan tersebut akan dilakukan dialog intens bersama perwakilan mahasiswa untuk menyelesaikannya tahap demi tahap.

“Saya memaklumi, inikan aspirasi mahasiswa yang patut didengar, mungkin dengan begini perhatian manajemen akan lebih bagus. Saya akan komitmen, akan diselesaikan sampai tuntas. Jadi saya harapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan, sambil terus ikuti perkembangan persoalan ini tahap demi tahap kita selesaikan,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa bahwa mereka dijadikan ladang bisnis, Verus menjelaskan, bahwa persoalan tersebut bukan merupakan ladang bisnis. Hanya saja pendidikan swasta tentu butuh operasional yang tidak dapat dari pemerintah.

“Dibebankan kepada peserta didik karena kita swasta, kecuali kita ada subsidi dari pemerintah tentu kita tidak akan bebankan kepada peserta didik,” tutupnya. (cr9)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.