Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Maba Untad Wajib Lampirkan Surat Sehat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Universitas Tadulako.

PALU – Universitas Tadulako (Untad) mewajibkan seluruh calon mahasiswa baru (maba) yang dinyatakan lulus seleksi SNMPTN dan SBMPTN, agar menyertakan Surat Keterangan Sehat dalam proses pendaftaran kembali.

Surat keterangan sehat tersebut, merupakan satu kesatuan dokumen yang diperlukan sebelum mahasiswa mendaftar ulang. Termasuk keterangan tidak buta warna bagi bidang Saintek sebelum mendapatkan nomor stambuk.

Hal ditegaskan kembali oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS, terkait hal-hal yang akan dilakukan para Maba setelah dinyatakan lulus pada tahap seleksi SNMPTN dan SBMPTN.

Instrumen ini dianggap sangat penting, karena belakangan ada banyak aturan tidak resmi yang dikeluarkan oleh oknum Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas yang menyatakan calon mahasiswa baru Tahun Ajaran 2017-2018 tidak wajib memeriksakan kesehatannya.

Secara tegas Prof Muhammad Basir Cyio, menegaskan bagi calon mahasiswa yang tidak mengindahkan pemeriksaan kesehatan, maka dokumen yang diserahkan akan ditolak oleh panitia, dan yang bersangkutan tidak akan mendapatkan nomor stambuk.

“Bagi anak-anak kita yang belum memiliki nomor stambuk, berarti belum sah sebagai mahasiswa Universitas Tadulako, jadi kami berharap semua yang disyaratkan bisa dilengkapi,” katanya di ruang kerjanya, Jumat (16/6).

Menurutnya, ada keresahan orang tua dan calon mahasiswa karena adanya pengumuman tidak resmi yang dikeluarkan oknum Ketua BEM Fakultas yang telah menjadi viral di sosial media. Bahkan lebih luas jangkauan informasi tidak resmi itu dibandingkan dengan pengumuman resmi panitia SN-SBMPTN Lokal 83 Palu yang tercantum di Laman Humas Untad.

Kondisi ini, lanjut Prof Basir, sangat mengganggu jalannya proses dan tahapan registrasi mahasiswa yang ditandai dengan adanya calon mahasiswa yang menyatakan pihaknya tidak memeriksakan kesehatan, karena mereka telah membaca pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak Untad.

Alasan mereka, sambung Rektor, sangat rasional. Mengingat masih lemahnya pemahaman mereka, perihal siapa yang berhak mengeluarkan aturan dan siapa yang tidak berhak. Karena tidak ada sangkut pautnya dengan kepanitiaan.

Dalam kesempatan itu, Prof Basir menguraikan, sebenarnya mereka telah banyak bercerita dari hati ke hati dengan ketua BEM Fakultas. “Saya bilang, ananda, jangan kasihan kasih bingung adik-adikmu, tapi berilah informasi yang tepat,” urai Rektor mengulang permintaannya kepada Ketua BEM Fakultas.

Untuk menghindari kondisi ini semakin buruk dan demi mengurangi kebingungan orang tua dan calon maba Untad, baik yang telah dinyatakan lulus SN-SBMPTN maupun mereka yang akan diterima lewat jalur mandiri, maka instrumen dikeluarkan demi kebaikan dan stabilitas informasi/situasi.

Dalam instrumen ini, terdiri dari mengembalikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah dibayar pada semester berjalan. Selanjutnya menolak pembayaran UKT pada semester berikutnya.

Sementara prosedur pengembalian dan penolakan UKT oknum mahasiswa kata Rektor, didasarkan pada rekomendasi, baik dari Komisi Disiplin (Komdis), Pimpinan Fakultas, Jurusan, Prodi atau unit lain yang dipandang relevan dengan rekomendasi yang diusulkannya.

Berkenaan dengan Instrumen tersebut, lanjut Prof Basir, pihaknya akan mengundang Dekan Fakultas untuk rapat terbatas, Senin (19/6), untuk segera menindaklanjuti masalah ini demi stabilitas informasi yang sama-sama kita inginkan.

Jika dalam rapat nanti telah ada Rekomendasi dari Pimpinan Fakultas atau Komdis, lanjut Rektor, maka hari itu juga akan segera mengembalikan UKT oknum mahasiswa pada semester berjalan dan/atau Menolak Pembayaran UKT semester-semester berikutnya.

Menurut Prof Basir, pengembalian dan penolakan ini ditempuh agar jangan pihak Untad dideskreditkan hanya karena seseorang telah membayar UKT. Seolah jika mahasiswa telah membayar UKT, apapun bisa dilakukan, termasuk mengacaukan stabilitas/informasi kampus, khususnya yang terkait dengan hajatan Nasional SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN.

Bahkan, jika ada oknum mahasiswa yang dikembalikan UKT semester berjalan tetapi menginginkan seluruh UKT yang telah pernah dibayar ingin dikembalikan, maka pihak Keuangan Universitas Tadulako akan segera mengembalikannya, berapa pun jumlah semester pun yang telah dibayar. (egi/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.