Lulus seleksi SNMPTN Belum Tentu Bidik Misi

- Periklanan -

PALU – Setelah pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dikeluarkan oleh pusat, Universitas Tadulako mendapat jatah sebanyak 2.374 orang. Angka ini kurang dari kuota yang disiapkan Untad sebanyak 35 persen atau 2.900an.

Ilustrasi

Jumlah kuota yang tidak terpenuhi tersebut, akan ditambahkan pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang pendaftarannya sudah dibuka sejak 5 April dan berakhir pada 30 April. “Jadi mereka yang tidak lulus SNMPTN sekarang masih punya kesempatan untuk SBMPTN,” ungkap Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH, ditemui di ruangannya, Rabu (18/4).

Dari jumlah peserta SNMPTN yang terpilih, 392 peserta diantaranya juga mendaftar Bidik Misi, namun peserta bidik misi yang diterima melalui seleksi SNMPTN itu baru aspek akademik. Artinya dari aspek akademiknya diterima, tetapi persoalan menjadi peserta bidik misi, itu masih harus menunggu hasil verifikasi panitia di untad, yang akan turun lapangan menyeleksi, siapa yang berhak, karena jumlah kuota bidik misi sangat terbatas, sementara peserta yang mendaftar banyak.

- Periklanan -

“Jumlah 392 ini masih banyak, sehingga masih ada yang harus digugurkan, mungkin sekitar 50 orang dari jumlah 392 itu, harus gugur berdasarkan hasil seleksi di lapangan, keadaan rumah, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, untuk seleksi tulis SBMPTN akan digelar pada tanggal 8 Mei, yang bisa diikuti dua versi tes. Masing-masing Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC), dan Ujian Tulis Berbasais Komputer (UTBK), yang salah satunya harus dipilih oleh calon mahasiswa, jika UTBC sudah dibuka sejak tanggal 5 April, namun UTBK baru dibuka tanggal 18 April.

Ujian tulis berbasis komputer sendiri jumlahnya dibatasi sebanyak 225 orang, hal ini dilakukan agar peserta yang tidak lolos SNMPTN juga dapat ikut memilih antara dua pilihan ujian tulis yang di tawarkan. “Kalau sejak awal dibuka, maka pasti sudah terisi full UTBK nya, berarti peserta yang sekarang tidak dapat tempat,” tuturnya.

Pada Ujian Tulis Berbasis Komputer, Untad rencananya bekerja sama dengan sekolah SMK yang memiliki banyak komputer, namun dengan persyaratan keamanan oleh panitia pusat, sehingga ujian hanya dilakukan di wilayah untad dengan menggunakan beberapa fakultas dan laboratorium, dengan beberapa cadangan komputer yang telah disiapkan.(ika)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.